BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pembangunan nasional yang dilaksanakan oleh bangsa Indonesia
bertujuan untuk mewujudkan suatu masyarakat yang adil dan makmur, merata
material dan spiritual berdasarkan Pancasila. Dengan keadaan yang serba canggih
seperti sekarang ini, maka tidak dapat mengelak dari kenyataan bahwa teknologi
semakin berkembang, termasuk didalamnya adalah teknologi dibidang
perindustrian. Adapun perkembangan teknologi didunia perindustrian diharapkan
untuk dapat mengejar efisiensi dan efektivitas produksi, Hadi (dalam Kawuryan,
1999).
Rendahnya produktivitas di Indonesia telah lama dibahas dan
diperhatikan. Akhir-akhir ini masalah tersebut menjadi hangat lagi setelah
Indonesia dihadapkan pada masalah turunnya pendapatan Negara guna
membiayai pembangunan. Krisis moneter yang berkepanjangan dan situasi politik
yang tidak menentu dapat mengganggu produksi dan produktivitas dari suatu
perusahaan. Singkatnya masalah produktivitas ini telah menjadi perhatian sejak
Indonesia terpojok dalam perdagangan Internasional, terutama dengan adanya
kecenderungan penurunan nilai mata uang rupiah yang terus menerus terjadi.
Hal-hal lain yang memberikan indikasi rendahnya produktivitas di
Indonesia adalah besarnya kesenjangan pendapatan, besarnya pengangguran dan
rendahnya rata-rata pendidikan tenaga kerja Indonesia. Secara komparatif kondisi
produktivitas Sumber Daya Insani (SDI) Indonesia dibandingkan dengan SDI
mancanegara masih tergolong tingkat menengah, yaitu peringkat ke-111.
Sementara itu peringkat SDI negara-negara Asean yang lain yaitu: Singapura 25,
Brunai 33, Malaysia 59, Thailand 76, Philipina 83, Vietnam 112, Kamboja 130,
Myanmar 132 dan Laos 135 (UNDP, 2005).