ABSTRAK Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang dipelajarinya, bukan mengetahuinya. Pembelajaran yang berorientasi target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi mengingat dalam jangka pendek, tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan masalah dalam kehidupan jangka panjang. Melalui strategi Contextual Teaching and Learning (CTL) siswa diharapkan belajar melalui mengalami bukan menghafal dan siswa menjadi lebih responsif dalam menggunakan pengetahuan dan ketrampilan di kehidupan nyata sehingga memiliki motivasi tinggi untuk belajar. Mata pelajaran fiqih adalah bagian dari mata pelajaran pendidikan agama Islam (PAI) yang diarahkan untuk menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati dan mengamalkan hukum Islam, yang kemudian menjadi dasar pandangan hidupnya (way of life) melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan, penggunaan pengalaman, pembiasaan dan keteladanan. Itu semua diperlukan adanya life skill (kecakapan hidup) untuk memecahkan masalah yang ada, sehingga pemecahan masalah tersebut dapat berupa proses maupun produk yang bermanfaat untuk mempertahankan, meningkatkan atau memperbaharui hidup dan kehidupan peserta didik. Pemikiran itulah yang mendasari bahwa strategi Contextual Teaching and Learning (CTL) perlu dikembangkan agar proses pembelajaran lebih bermakna bagi siswa dan menghasilkan lulusan (output) pendidikan yang memiliki life skill yang mana kelak dapat digunakan untuk memecahkan permasalahan hidup yang ada. Berdasarkan permasalahan di atas, maka penulis melakukan penelitian di MTs Surya Buana Malang dengan rumusan masalah sebagai berikut: (1) Bagaimana pelaksanaan strategi pembelajaran Contextual Teaching and Learning dalam mewujudkan life skill siswa kelas VIII B pada mata pelajaran Fiqih di MTs Surya Buana? (2) Model life skill apa saja yang bisa diwujudkan dengan strategi pembelajaran Contextual Teaching and Learning di MTs Surya Buana? (3) Hambatan apa yang ditemui guru fiqih dalam pelaksanaan strategi pembelajaran Contextual Teaching and Learning dalam mewujudkan life skill siswa kelas VIII B pada mata pelajaran Fiqih di MTs Surya Buana? Bagaimana solusinya? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru agama, waka kurikulum, waka kesiswaan, dan siswa. Dalam perjalanan mengumpulkan dan memperoleh data secara akurat, penulis menggunakan beberapa teknik pengumpulan data yaitu observasi, interview, dan dokumentasi. Kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang dilakukan di MTs Surya Buana adalah strategi Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat mewujudkan life skill siswa kelas VIII B, seperti personal skill, social skill, dan academic skill. Dengan kecakapan hidup tersebut diharapkan siswa dapat memecahkan permasalahan hidup sesuai dengan kegiatan belajar yang mengarahkan siswa untuk terlibat secara langsung dalam konteks rumah, sekolah, masyarakat, maupun tempat kerja. Saran untuk MTs Surya Buana Malang dengan informasi hasil penelitian ini dapat dijadikan dokumentasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menggunakan berbagai strategi pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa sehingga life skill pada diri siswa akan muncul dan terbentuk dengan sendirinya. Selain itu, MTs Surya Buana Malang tetap mempertahankan prestasi baik dalam bidang akademik maupun non akademik.