Pengetahuan Bidan Terhadap Penyimpanan dan Transportasi Vaksin di Wilayah Kerja Puskesmas Terjun Kecamatan Medan Marelan Tahun 2010

Abstrak Sesuai telaah laporan KIPI oleh Vaccine Safety Committee, Institute of Medicine (IOM) USA menyatakan bahwa sebagian besar kejadian KIPI tersering adalah akibat kesalahan prosedur dan teknik pelaksanaan. Selama ini masih banyak petugas kesehatan yang beranggapan bahwa bila ada pendingin maka vaksin sudah aman, bahkan ada yang berfikir kalau semakin dingin maka vaksin semakin baik. Hasil studi kasus di Kota Semarang didapatkan kualitas pengelolaan vaksin yang buruk terdapat di 84 UPS (60.9%) yang merupakan faktor dari kurang baiknya pengetahuan dan sikap petugas kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengetahuan dan sikap bidan terhadap penyimpanan dan transportasi vaksin di wilayah kerja Puskesmas Terjun Kecamatan Medan Marelan. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data primer diperoleh melalui kuesioner kepada tiga puluh bidan di wilayah kerja Puskesmas Terjun Kecamatan Medan Marelan dengan teknik pengambilan sampel secara Total Sampling Data dianalisis dengan cara analisa univariat. Penyajian data dalam penelitian ini ditampilkan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Pengetahuan bidan terhadap penyimpanan dan transportasi vaksin sebanyak 40,0% berada pada kategori kurang. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan bidan terhadap penyimpanan dan transportasi vaksin masih kurang. Dari hasil penelitian disarankan agar bidan melakukan penyegaran terhadap pengetahuannya tentang penyimpanan dan transportasi vaksin misalnya melalui pelatihan, dan mengaplikasikan pengetahuannya tersebut dalam melaksanakan praktik di lapangan.File Selengkapnya.....