Pengetahuan Ibu Post Partum Tentang Ikterus Pada Bayi Baru Lahir Di Rsud Pirngadi Medan Tahun 2009

ABSTRAK xi + 37 halaman + 6 tabel + 1 skema + 10 lampiran Sampai saat ini ikterus masih merupakan masalah pada bayi baru lahir yang sering dihadapi tenaga kesehatan, ikterus terjadi pada sekitar 25-50% bayi cukup bulan dan lebih tinggi pada neonatus kurang bulan. Oleh sebab itu memeriksa ikterus pada bayi harus dilakukan pada waktu melakukan kunjungan neonatal pada saat memeriksa bayi diklinik. Ikterus(jaundice) terjadi apabila terdapat akumulasi bilirubin dalam darah, sehingga kulit(terutama) dan atau sklera bayi (neonatus) tampak kekuningan. Pada sebagian besar neonatus, ikterus akan ditemukan dalam minggu pertama kehidupannya. Dikemukakan bahwa angka kejadian ikterus terdapat pada 60% bayi cukup bulan dan 80% bayi kurang bulan.Tujuan umum penelitian ini untuk mengidentifikasi pengetahuan ibu post partum tentang ikterus pada bayi baru lahir di RSUD Pirngadi Medan tahun 2009.Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan crossectional, dimana hasil survey data dari bulan Agustus-Oktober 2008 adalah 283 orang. Tehnik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan cara simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 96 orang. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa mayoritas responden berusia 21-30 tahun sebanyak 61 orang (63,5%). Berdasarkan pendidikan mayoritas responden adalah SMA sebanyak 40 orang (41,7%). Berdasarkan paritas mayoritas responden multigravida (2-3) yaitu sebanyak 47 orang (48.9%). Dan berdasarkan sumber informasi mayoritas responden mendapat informasi dari tenaga kesehatan yaitu sebanyak 34 orang (35,41%).Pengetahuan ibu post partum tentang ikterus pada bayi baru lahir adalah berpengetahuan cukup yaitu sebanyak 49 orang (51%). Direkomendasikan agar hasil penelitian ini dapat menjadi sumber informasi pelayanan kebidanan dalam memberikan penyuluhan pada ibu post partum tentang ikterus pada bayi baru lahir.File Selengkapnya.....