Peran Suami Menurut Istri dalam Pemakaian Alat Kontrasepsi di Rumah Sakit Umum Sundari Medan Tahun 2010

Abstrak Paradigma baru program keluarga berencana adalah mewujudkan keluarga berkualitas tahun 2015 dan bertujuan memberdayakan masyarakat untuk membangun keluarga kecil berkualitas, bila ditotal dari seluruh pengguna, peran pria hanya 1,3% saja. Kecilnya angka peran serta tersebut menunjukkan kesan bahwa yang di KB-kan hanya perempuan saja. Pasangan suami istri harus saling mendukung dalam pemilihan dan penggunaan metode kontrasepsi karena kesehatan reproduksi, khususnya keluarga berencana bukan hanya urusan pria atau wanita saja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran suami menurut istri dalam pemakaian alat kontrasepsi sebagai motivator, fasilitator dan edukator. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif dengan besar sampel sebanyak 110 orang dengan metode convenience sampling. Penelitian ini dilakukan mulai bulan Agustus 2009 sampai Juni 2010. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner yang meliputi data demografi dan pertanyaan mengenai peran suami. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas peran suami menurut istri dalam pemakaian alat kontrasepsi sebagai motivator baik (75.5%), sebagai fasilitator baik (67.3%), dan sebagai edukator baik (63.6%). Diharapkan peningkatan program keluarga berencana tidak hanya menuntut peran kaum perempuan tapi juga mengikutsertakan kaum pria sebagai akseptor.File Selengkapnya.....