ABSTRAK
Latarbelakang: Masa pubertas merupakan hal yang penting pada anak perempuan, karena mereka merupakan kelompok yang berisiko mengalami defisiensi besi akibat kebutuhan sekunder yang meningkat untuk menambah kecepatan tumbuh dan persiapan menstruasi.
Tujuan: Untuk menilai pengaruh terapi besi pada kecepatan tumbuh anak perempuan pubertas usia sekolah yang menderita anemia defisiensi besi (ADB).
Metode: Suatu random klinis dengan kontrol plasebo di Aek nabara Provinsi Sumatera Utara dilakukan pada bulan November 2006 sampai April 2007. Pubertas dinilai berdasarkan adanya menstruasi. Anemia bila hemoglobin <12 gr/dL, ADB didiagnosis berdasarkan Mentzer Indeks >13, dan RDW indeks >220. Albendazole 400 mg diberikan untuk menghilangkan infeksi kecacingan. Anak dengan ADB secara random sederhana sampel dibagi dalam 2 kelompok: mendapatkan pemberian besi (60 mg elemental zat besi) dan plasebo selama 12 minggu. Tinggi badan diukur sebelum dan 6 bulan setelah intervensi.
Hasil: Pada pemeriksaan awal kami dapati karakteristik dasar sampel yang hampir sama pada kedua kelompok. Setelah 4 minggu diintervensi kami dapati perbedaan yang bermakna rerata konsentrasi hemoglobin antara sebelum dan setelah intervensi. Tetapi tidak didapati perbedaan yang bermakna pada rerata tinggi badan dan kecepatan tumbuh setelah 6 bulan intervensi (P <0,05). Kesimpulan: Didapati perbedaan yang bermakna pada konsentrasi hemoglobin sebelum dan setelah intervensi pada 4 minggu intervensi dan tidak didapati perbedaan yang bermakna pada rerata tinggi badan dan kecepatan tumbuh setelah 6 bulan intervensi. Kata kunci: Kecepatan tumbuh, pubertas, anak perempuan, anemia defisiensi besi xv