Perbandingan Efektifitas Jarak Fototerapi Pada Neonatus Dengan Hiperbilirubinemia Indirek

ABSTRAK
Latar belakang : Hiperbilirubinemia merupakan salah satu dari banyak permasalahan pada bayi cukup bulan dan fototerapi merupakan terapi yang banyak digunakan untuk menurunkan kadar bilirubin pada bayi. Fototerapi dengan jarak yang lebih dekat dari bayi dapat meningkatkan efektivitas fototerapi.
Tujuan : Untuk membandingkan efektivitas fototerapi berjarak 20 cm dan fototerapi berjarak 40 cm dalam menurunkan kadar bilirubin dan meningkatkan intensitas sinar
Metode : Uji klinis acak terbuka, dilakukan di 2 RS, RS.H. Adam Malik dan RS. Dr. Pirngadi Medan. Penelitian dimulai bulan Agustus 2009 sampai Maret 2010, sampel dibagi 2 kelompok. Kelompok A dengan menggunakan fototerapi berjarak 20 cm (n=30) dan kelompok B menggunakan fototerapi berjarak 40 cm (n=30). Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah bayi yang secara klinis dijumpai ikterus atau kuning pada minggu pertama kehidupan. Serum bilirubin diukur pada awal, 12 jam dan setelah 24 jam fototerapi.
Hasil : Rerata kadar bilirubin awal pada ke dua grup yang menggunakan fototerapi berjarak 20 cm dan berjarak 40 cm saat dimulai fototerapi yaitu 17 sampai 18 mg/dL, tidak ada perbedaan yang signifikan antara ke 2 grup. Setelah 24 jam fototerapi terjadi penurunan kadar bilirubin pada grup fototerapi berjarak 20 cm yaitu 7.62 ( SD 1.01) mg/dL dan grup fototerapi berjarak 40 cm yaitu 1.94 (SD 0.83) mg/dL. Penurunan rerata kadar serum bilirubin berbeda signifikan antara ke 2 grup (p< 0.05). Selama penelitian , intensitas sinar secara signifikan lebih tinggi pada grup fototerapi berjarak 20 cm dibandingkan fototerapi berjarak 40 cm. Kesimpulan : Pada penelitinan kami didapati bahwa fototerapi dengan jarak sinar lebih dekat ke neonatus lebih efektif dalam menurunkan kadar bilirubin pada bayi-bayi dengan hiperbilirubinemia. Kata kunci : hiperbilirubinemia, intensitas sinar, jarak fototerapi, bilirubinFile Selengkapnya.....