ABSTRAK
Dalam rangka meningkatkan pemanfaatan antioksidan alami dari
makanan, telah dilakukan penelitian uji aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol
buah segar terong belanda (Solanum betaceum Cav .) yang diekstraksi secara
maserasi. Selanjutnya ekstrak dipekatkan dengan alat rotary evaporator dan
dikeringkan dengan freeze dryer.
Ekstrak diuji terhadap DPPH ( 2,2-Diphenyl-1-picrilhydrazil) sebagai
radikal bebas dengan mengukur absorbansi DPPH pada panjang gelombang 494
nm, 514 nm dan 534 nm pada menit ke -18 dan menit ke -36 sesuai hasil
pengukuran operating time , menggunakan spektrofotometer uv- visibel.
Kemampuan antioksidan diukur sebagai penurunan abso rbansi larutan DPPH
setelah penambahan ekstrak.
Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah segar terong
belanda (Solanum betaceum Cav.) memiliki kemampuan antioksidan yang sangat
lemah dalam meredam radikal bebas DPPH. Dalam penelitian ini juga digunakan
vitamin C sebagai pembanding (kontrol positif). Da ri hasil pengujian juga
menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah segar terong belanda ( Solanum betaceum
Cav.) memiliki IC 50 sebesar 606.228 ppm pada menit ke -18 dan sebesar 536.132
ppm pada menit ke -36. Sementara vitamin C memiliki IC50 sebesar 28.489 ppm
pada menit ke-18 dan sebesar 24.103 ppm pada menit ke-36.