Abstrak
Berdasarkan analisis data diperoleh hasil penelitian yaitu :
a. Rata-rata luas lahan petani sayur di Kecamatan Medan Marelan adalah 0,29 Ha untuk usahatani sayuran secara bergilir. Dalam mengelola usahatani sayur petani mencurahkan tenaga kerja rata-rata 82 HKP/tahun. Rata-rata nilai produksi sayur adalah Rp 25.357.391/tahun, biaya yang dikeluarkan rata-rata Rp 6.169.600/petani. Sedangkan pendapatan yang diperoleh petani sayur sebesar Rp 18.304.400/tahun. Dengan demikian pendapatan petani sayur di Kecamatan Medan Marelan rata-rata Rp 1.525.367/bulan.
b. Usahatani tani sayur di Kecamatan Medan Marelan layak diusahakan karena petani dapat memperoleh pendapatan yang layak setiap bulannya. Pendapatan petani akan dapat ditingkatkan apabila petani meningkatkan luas lahan usahataninya. Karena berdasarkan analisis diketahui bahwa ada pengaruh factor luas lahan, tenaga kerja dan sarana produksi terhadap produksi. Maka dengan demikian jelaslah bahwa dengan meningkatnya produksi petani akan memperoleh pendapatan yang semakin baik, lebih-lebih apabila petani dapat mengelola usahataninya dengan efisien.
c. Adalah hubungan yang nyata antara luas lahan, tenaga kerja dan modal dengan pendapatan petani sayur di kecamatan Medan Marelan. Hal ini memberi gambaran bahwa apabila petani meningkatkan luas lahannya, meningkatkan jumlah tenaga kerja akan dapat meningkatkan pendapatan petani. Akan tetapi jumlah modal yang digunakan petani menunjukkan kurang efisien. Hal ini mungkin dapat disebabkan tingginya harga saprodi atau terlalu tingginya jumlah penggunaan saprodi.