ABSTRAK
Motor DC merupakan jenis motor yang dapat beroperasi dengan menggunakan sumber tegangan dc. Pertumbuhan pesat dunia perindustrian membutuhkan motor listrik sebagai pendukung proses produksi, baik motor DC ataupun motor AC. Sifat yang tampak pada motor listrik adalah apabila motor berputar secara terus menerus, maka suhu dari motor akan terus meningkat. Apabila motor telah mencapai suhu yang tinggi dan motor terus digunakan maka motor akan mengalami kerusakan.
Motor listrik di dalam aplikasi yang besar agar dapat beroperasi lebih lama dan dapat bekerja secara efektif, maka perubahan temperatur motor harus dapat dikendalikan. Salah satu sistem kontrol yang handal adalah berbasis mikrokontroler. Mikrokontroler AT89C51 di dalamnya terdapat CPU dan RAM internal 128 byte bertujuan mengoptimalkan indeks kerja suatu sistem. Untuk mendeteksi kecepatan putaran motor digunakan sensor infra merah yang dikemas menjadi satu rangkaian optocopler. Sensor suhu yang digunakan adalah LM35DZ.
Pada Penelitian dilakukan pengujian tegangan input motor berbeban dan tanpa beban. Disamping itu ada pengujian sensor suhu yang dibandingkan dengan thermometer air raksa. Sebagai kesimpulan bahwa perubahan tegangan, beban dan arus akan berpengaruh pada kecepatan putaran motor dan temperatur.