ABSTRAK
Penelitian ini mengkaji pengaruh ketebalan inti (core) terhadap kekuatan Bending komposit Sandwich. Serat yang digunakan yaitu serat E-Glass Chopped Strand Mat, dan inti (core) yang digunakan adalah Spon.
Komposit Sandwich serat E-Glass Chopped Strand Mat-unsaturated polyester resin dengan inti (core) Spon hanya mempunyai variasi tebal inti (core). Variasi tebal inti (core)-nya adalah 2 mm, 4 mm dan 9 mm, sedangkan fraksi volumenya sama untuk semua variasi yaitu 30%. Spon terlebih dahulu dipotong dengan panjang 10 cm x 10 cm berbentuk persegi, serat E-Glass Chopped Strand Mat acak yang berbentuk anyaman juga dipotong 10 cm x 10 cm berbentuk persegi. Untuk fraksi volume Skin 30%, serat yang digunakan ada 4 potongan.
Pengujian bending pada komposit sandwich dengan masing-masing variasi tebal core ada 4 spesimen, maka dapat disimpulkan bahwa kekuatan Bending komposit Sandwich dengan core spon semakin menurun seiring dengan penambahan tebal core spon, pada tebal core 2 mm kekuatan Bending rata-ratanya adalah 38,08 MPa, sedangkan pada komposit Sandwich dengan tebal core 9 mm kekuatan Bending rata-ratanya adalah 2,28 MPa, lebih rendah 94,01 %.
Pada waktu melakukan penelitian sejenis, penulis menyarankan pada waktu proses pembuatan komposit Sandwich, terutama dengan material core spon, sebaiknya core spon diolesi resin terlebih dahulu sebelum dipasangkan pada cetakan. Ini dilakukan karena spon mempunyai daya serap yang cukup tinggi, jika tidak diolesi terlebih dahulu, maka resin di atas dan di bawahnya terutama pada Skin akan terserap cukup banyak oleh spon dan akan menjadikan void (kekosongan/rongga- rongga) pada komposit Sandwich.