732. Pengembangan Manajemen Pendidikan Madrasah Dalam Membentuk Akhlak Siswa

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Disadari atau tidak pendidikan yang dialami bangsa Indonesia selama ini merupakan hasil dari kebijakan politik pemerintah, baik orde lama, orde baru dan orde reformasi. Ironisnya pemerintah masih mementingkan pendidikan yang bersifat dan berideologi materialisme yang secara praktis merupakan realitas sosial yang tidak dapat dibantah lagi. Proses yang menjadikan segala yang bernilai materi telah merunyak di segala sistem pendidikan di Indonesia. Tak pelak lagi kemudian hal ini berdampak negatif terhadap keberadaan pendidikan agama Islam. Pendidikan yang bertujuan untuk membina akhlak masyarakatpun cenderung terabaikan akibat adanya materialisasi pendidikan tersebut. Paradigma materialisme, hedonisme, elitisme dan sebagainya tidak hanya merongrong aspek materi pelajaran, pendidik maupun peserta didik. Lebih dari itu paradigma tersebut juga merongrong aspek manajemen pendidikan. Dawam (2003: 22) menyatakan “materialisasi aspek manajemen pendidikan dapat dilihat pada praktek munculnya kebanggaan semua pihak, baik pengelola, pendidik, peserta didik, dan wali murid akan megahnya gedung kampus…Kemegahan gedung kampus dan sekolah menjadi tolok ukur majunya sebuah lembaga pendidikan”. Selain itu, keberhasilan sebuah lembaga pendidikan hanya diukur dengan banyaknya peminat, mahalnya SPP, dan banyaknya alumni yang menduduki jabatan tinggi, tetapi bukan diukur dari banyaknya peserta didik yang memiliki “High Morality” dan dedikasi yang luhur terhadap agama dan masyarakat. Paradigma pendidikan semacam itulah kemudian mengakibatkan gersangnya spiritualisme yang pada gilirannya berdampak pada runyamnya tatanan kehidupan bangsa. Hingga saat ini persoalan demi persoalan yang melilit bangsa ini semakin menjadi-jadi. Demikian banyaknya persoalan yang dihadapi, tidak berlebihan jika label krisis multi dimensi disandang bangsa ini. Tatanan kehidupan masyarakat yang sedang semrawut (chaos), seperti membudayanya korupsi, kolusi, nepotisme, otoritarianisme dan kekerasan yang telah mengakar sedemikian rupa. Maraknya tindak kriminalitas di berbagai lapisan masyarakat seperti perkosaan, perampokan, perjudian, narkoba dan lain sebagainya semakin menjerumuskan negeri ini dalam keterpurukan. Ironisnya keadaan yang demikian tumbuh subur dalam kehidupan para pelajar. File Selengkapnya.....