236. Hubungan Antara Konsep Diri dan tingkat Kebermaknaan Hidup Kaum Waria di IWAMA

ABSTRAK Waria termasuk seorang penderita transeksualisme yaitu secara psikis merasa dirinya tidak cocok dengan alat kelamin fisiknya, sehingga mereka seringkali memakai atribut lain dari jenis kelamin yang lain. Dalam kehidupannya mereka sering dianggap tidak normal, dijadikan bahan ejekan, dikucilkan, dan berbagai bentuk penolakan lainnya. Tapi sebagian mereka masih mampu memunculkan citra dirinya yang lebih positif, diantaranya menjadi aktivis HIV AIDS, pemateri dalam berbagai diskusi seperti tentang gender dan yang lainnya. Konsep diri merupakan gambaran mental setiap individu yang terdiri atas pengetahuan tentang dirinya, pengharapan dan penilaian tentang diri sendiri dari segi fisik, psikis, dan sosial. Makna hidup adalah hal-hal yang oleh seseorang dipandang penting, dirasakan berharga dan diyakini sebagai sesuatu yang benar serta dapat dijadikan tujuan hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan konsep diri dengan kebermaknaan hidup para waria di IWAMA. Berpijak pada rumusan masalah dan tujuan penulisan, peneliti mempunyai ketertarikan untuk menganalisa permasalahan tersebut dan mengaplikasikannya ke dalam bentuk skripsi. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah adanya hubungan antara konsep diri dengan tingkat kebermaknaan hidup. Instrument yang dipakai dalam mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan skala psikologi yang terdiri dari skala konsep diri yang dirancang oleh peneliti dan PIL test (skala kebermaknaan hidup) oleh Crumbaugh. Penelitian ini menggunakan analisis korelasi produk moment dari Karl Pearson untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dan tingkat kebermaknaan hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep diri positif 83,34%, sedang 16,6%, negatif 0%. Untuk tingkat kebermaknaan hidup waria diperoleh prosentase tinggi 90%, sedang 10%, rendah 0%. Korelasi antara variable adalah rhitung= 0,553 > rtabel=0,254 yang berarti hipotesis dalam penelitian ini diterima, bahwa terdapat hubungan yang positif antara konsep diri dengan tingkat kebermaknaan hidup. Dimana apabila semakin positif konsep diri yang dimiliki waria maka akan semakin tinggi pula kebermaknaan hidupnya.
File Selengkapnya.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan Komentar yang membangun demi perkembangan Blog ini. Terima kasih buat semuanya yang telah memberikan komentar.
Lihat semua Komentar Klik Disini