271. Hubungan Antara Locus of Control Dengan Strategi Coping

ABSTRAK Pesantren merupakan lembaga yang mempunyai kegiatan-kegiatan yang cukup padat. Indikasinya akan menimbulkan tekanan-tekanan pada santri. Sebagai salah satu faktor strategi coping, locus of control membuat seseorang cenderung memilih apakah problem focused coping ataukah emotion focused coping ketika mengatasi masalah yang sedang dihadapi. Sebagai salah satu pondok pesantren yang memiliki kegiatan yang padat, Pondok Pesantren Miftahul Huda yang kebanyakan santrinya pelajar dan mahasiswa, para santrinya merasa tertekan sehingga menimbulkan stres bagi santri. Menghadapi tekanan seperti ini para santrinya pun memiliki variasi kecenderungan strategi coping. Oleh karenanya dilakukan penelitian dengan tiga rumusan masalah, yaitu bagaimana bentuk locus of control santri Pondok Pesantren Miftahul Huda; bagaimana bentuk strategi coping santri Pondok Pesantren Miftahul Huda serta adakah hubungan antra locus of control dengan strategi coping. Sehubungan dengan rumusan masalah tersebut penelitian ini memiliki tiga tujuan pula, yaitu untuk mengetahui bentuk locus of control santri; bentuk strategi coping santri dan hubungan antara locus of control dengan strategi coping santri Pondok Pesantren Miftahul Huda Malang. Penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan locus of control sebagai variabel bebas dan strategi coping sebagai variabel terikat. Kemudian teknik korelasinya menggunakan teknik korelasional product moment dari Pearson untuk menguji hubungan antara locus of control dengan strategi coping. Sebelumnya untuk mengkategorisasikan locus of control dan strategi coping dengan melihat skor Z-nya. Subyek penelitian adalah santri Pondok Pesantren Miftahul Huda Malang dengan sampel penelitian sejumlah 10% yang didapatkan dengan cara teknik random dari nama-nama santri. Jumlah populasi santri sebanyak 456 santri sehingga sampel didapatkan sejumlah 50 santri. Hasil penelitian menunjukkan 54% santri memiliki orientasi locus of control internal, 46% santri memiliki orientasi locus of control eksternal, 62% santri termasuk dalam kategori problem focused coping dan 38% santri termasuk kategori emotion focused coping. Hasil analisis menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara locus of control internal dengan problem focused coping, ada hubungan yang signifikan ke arah negatif antara locus of control eksternal dengan problem focused coping, ada hubungan yang signifikan ke arah negatif antara locus of control internal dengan emotion focused coping, tidak ada hubungan yang signifikan antara locus of control eksternal dengan emotion focused coping.
File Selengkapnya.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan Komentar yang membangun demi perkembangan Blog ini. Terima kasih buat semuanya yang telah memberikan komentar.
Lihat semua Komentar Klik Disini