303. Pemaknaan Kualitas Kelekatan (Attachment) Santri

ABSTRAK Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang menyediakan asrama atau pondok sebagai tempat tinggal sekaligus tempat belajar santri, santri mengalami masa transisi dari kehidupan dengan orang tua yang memiliki otonomi yang cukup tinggi menuju pada kehidupan dan kultur baru di lingkungan pesantren. Usia Santri TBI pada umumnya masih beranjak pada masa remaja, kondisi santri berada dalam masa peralihan dari kanak-kanak ke masa dewasa, dalam kehidupan santri yang selalu berinteraksi dengan guru, pembina dan santri lainya, mengharuskan santri untuk dapat beradaptasi dan bersosialisasi dengan orang lain, selama ini santri TBI memiliki tekanan konflik dan persoalan baik dalam pesantren, keluarga maupun teman yang juga merupakan ciri dari seorang remaja dan agar santri dapat mencapai tujuan belajar di pesantren dengan baik. Maka santri memerlukan figur yang dapat mendukung dan memahami perkembangan yang dialami santri. Maka dari itu di perlukanya sebuah kelekatan yaitu ikatan emosional yang di jalin antara individu dengan figur tertentu. Sehingga dalam penelitian ini, peneliti mencoba mendeskripsikan bagaimana pemaknaan kualitas kelekatan (attachment) santri berdasarkan figur lekat santri pondok pesantren tebuireng Jombang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, untuk mengetahui makna dan pengalaman subyektif dalam kualitas kelekatan (attachment) santri berdasarkan figur lekat santri di pondok pesantren TBI Jombang. Sedangkan tekhnik pengambilan subyek dalam penelitian ini adalah purposive sampling yaitu mencari informan dan subyek yang sudah di tentukan oleh peneliti dengan karakteristik santri yang sudah berdomisili di pesantren TBI lebih dari satu tahun, dan mempunyai santri yang masih beranjak masa remaja.. Instrument dalam penelitian ini adalah peneliti dengan menggunakan alat tape recorder, kamera dan catatan lapangan, sedangkan metode dalam pengambilan data subyek adalah observasi dan wawancara. Observasi dalam penelitian ini menggunakan observasi partisipan, secara overt (terbuka) dan alamiah dengan tekhnik penulisan secara anecdotal. Pada pengambilan data wawancara dalam penelitian ini menggunakan jenis wawancara yang bebas dan tidak terstruktur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasanya kualitas kelekatan keempat subjek santri pondok pesantren TBI kualitas kelekatan yang aman, makna kualitas attachment bagi subjek pertama adalah figur yang dapat menjadi sahabat, menjadi curahan hati, menjaga rahasia, pengertian dan menerima apa adanya, subjek memperoleh kelekatan yang aman dari figur orang tua dan teman sebaya dan mbak-mba’an dimana subyek menilai bahwasanya mereka merupakan figur yang responsif terhadap masalah yang dihadapi, empati, perhatian dan dapat di percaya. Sedangkan, makna kelekatan bagi subjek kedua adalah figur yang membantu jika subjek membutuhkan pertolongan, memberikan perhatian, selalu berbagi, dan bisa di percaya, dan kelekatan yang aman selama di pesantren di peroleh dari figur sahabat dan orang tuanya yaitu menilai figur responsif, perhatian, empati, komunikatif, pada subjek ketiga memaknai kelekatan yaitu figur yang dapat menyayangi, mempercayai dan memberikan perhatian, dan figur yang memberikan kelekatan tersebut adalah pacar, subjek keempat memaknai kelekatan adalah figur yang selalu ada saat dibutuhkan, selalu bersama dan memberikan perhatian, kualitas kelekatan ini di dapat dari figur teman geng. kesamaan subjek dengan menilai bahwa kelekatan yang tidak aman di dapat dari figur pembina dan pengurus yang dinilai sebagai figur yang tidak responsif akan kebutuhan santri.
File Selengkapnya.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan Komentar yang membangun demi perkembangan Blog ini. Terima kasih buat semuanya yang telah memberikan komentar.
Lihat semua Komentar Klik Disini