53. Dampak Kebijakan Moneter terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Melihat kondisi pembangunan ekonomi Indonesia selama pemerintahaan orde baru (sebelum krisis moneter 1997) dapat dikatakan bahwa Indonesia telah mengalami suatu proses pembangunan ekonomi yang spektakuler, paling tidak pada tingkat makro (agregat). Keberhasilan ini dapat di ukur dengan sejumlah indikator ekonomi makro. Dua di antaranya yang umum di gunakan adalah tingkat (Pendapatan Nasional) PN per kapita dan laju pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) per tahun. Pada tahun 1968, PN per kapita masih sangat rendah, hanya sekitar US$ 60. Tingkat ini jauh lebih rendah di banding PN dari LDCs lain pada saat itu, seperti India, Sri Lanka, dan Pakistan. Akan tetapi, sejak pelita I di mulai, PN indonesia per kapita mengalami peningkatan yang relatif tinggi setiap tahun, dan pada akhir tahun 1980-an telah mendekati US$ 500. Hal ini di sebabkan oleh pertumbuhan PDB rata-rata pertahun juga tinggi 7%-8% selama 1970-an dan turun ke 3%-4% pertahun selama 1980-an. (Tulus T.H Tambunan, 2003 : 54) Kemudian, pada pertengahan pertama tahun 1990-an, rata-rata pertumbuhan per tahun antara 7,3% hingga 8,2%. Dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi tersebut, rata-rata PN per kapita di Indonesia naik pesat setiap tahun yang pada tahun 1993 sudah melewati US$ 800. File Selengkapnya.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan Komentar yang membangun demi perkembangan Blog ini. Terima kasih buat semuanya yang telah memberikan komentar.
Lihat semua Komentar Klik Disini