ABSTRAK
Masalah pendidikan dan pengajaran merupakan masalah yang cukup komplek
dimana banyak faktor yang ikut mempengaruhinya. Salah satu faktor
tersebut daintaranya adalah guru. Guru merupakan komponen pengajaran
yang memegang peranan penting dan utama, karena keberhasilan proses
belajar- mengajar sangat ditentuan oleh faktor guru. Tugas guru adalah
menyampaikan materi pelajaran kepada siswa melalui interaksi komunikasi
dalam proses belajar-mengajar yang dilakukannya. Keberhasilan guru dalam
menyampaikan materi sangat tergantung kepada kelancaran interaksi
antara guru dengan siswanya. Ketidak lancaran komunikasi membawa akibat
terhadap pesan yang diberikannya.
Untuk menghindari ketidak lancaran komonikasi tersebut adalah guru harus
mampu dan bisa menggunakan media pembelajaran, karena Media
pembelajaran merupakan salah satu unsur yang amat penting dalam proses
belajar mengajar, karena dapat dimuati pesan yang akan disampaikan
kepada siswa baik berupa alat ataupun bahan ajar. Selain itu media
pembelajaran merupakan salah satu cara untuk memotivasi dan
berkomonikasi dengan siswa agar lebih efektif dan antusias dalam
kegiatan bealajar mengajar.
Untuk memudahkan siswa dalam memahami isi materi yang akan disampaikan
salah satu cara yang dilakukan guru Pendidikan Agama Islam adalah
menggunakan media pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran di kelas
XI IPA2 SMAN I Paiton Probolinggo adalah untuk meningkatkan motivasi
belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Berangkat dari
permasalahan tersebut diatas, maka dalam penelitian ini diabil rumusan
masalah sebagi berikut: Bagaimana penggunaan media pembelajaran dalam
meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama
islam kelas XI IPA2 di SMAN I Paiton Proboling? Bagaimana kendala dalam
menggunakan media pembelajaran dalam meningkatkan motivasi belajar siwa
pada mata pelajaran pendidikan agama islam kelas XI IPA2 di SMAN I
Paiton Probolinggo? Bagaimana mengatasi penggunaan media pembelajaran
dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan
agama islam kelas XI IPA2 di SMAN I Paiton Probolinggo.
Tujuan penelitian ini adalah: Untuk mengetahui penggunaan media
pembelajaran dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata
pelajaran pendidikan agama islam kelas XI IPA2 di SMAN I Paiton
Probolinggo. Untuk mengetahui kendala penggunaan media pembelajaran
dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan
agama islam kelas XI IPA2 di SMAN I Paiton Probolinggo. Untuk
mengetahui bagaimana mengatasi kendala penggunaan media pembelajaran
dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan
agama islam kelas XI IPA2 di SMAN I Paiton Probolinggo.
Penelitian ini dilakukan di SMAN I Paiton Probolinggo. Dengan desain
penelitian tindakan kelas (PTK) mengikuti model yang dikembangkan oleh
John Elliott. Analisis data dilakukan dengan menggunakan interview,
observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif
deskriptif karena pendekatan yang digunakan adalah penelitian
kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan ada
peningkatan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama
Islam pada tiap-tiap siklus. Dengan menggunakan media LKS motivasi siswa
bertambah dibandingkan saat Pre Tes. Motivasi siswa saat pre tes masih
masih rendah yaitu 20, setelah dilaksanakan tindakan siklus I meningkat
menjadi 25 atau 25%, siklus II naik menjadi 34 atau 70% dan siklus III
naik menjadi 45 atau 125%.
Dalam menggunakan media LKS dan Projektor LCD pada mata pelajaran
Pendidikan Agama Islam di kelas IPA2 SMAN I Paiton Probolinggo peneliti
menemukan kendala-kendala, diantaranya adalah kurang siapnya siswa dalam
mengikuti pelajaran, siswa masih takut mengungkapkan pendapatnya
matinya lampu saat menggunakan media projektor LCD, kedaan luar kelas
yang ramai, dan masih ada siswa yang lambat dan minta izin ketika
berlangsungnya pelajaran. Untuk mengatasi kendala tersebut peneliti
memotivasi siswa untuk semangat belajar dan aktif dalam kelas, memberi
teguran dan sangsi kepada siswa yang terlambat. Dan memotivasi siswa
untuk berani mengungkapkan pendapatnya.