ABSTRAK
Bimbingan dan konseling adalah suatu profesi yang sangat diperlukan
dalam sebuah lembaga pendidikan, karena dengan adanya bimbingan dan
konseling maka akan sangat membantu siswa atau guru-guru lain dalam
mengatasi suatu masalah, dan dapat memberikan arahan kepada mereka,
khususnya siswa. Bimbingan dan konseling juga membantu siswa untuk
mengembangkan potensi yang ada pada dalam diri mereka secara optimal,
sehingga siswa mempunyai kepribadian yang terpuji yang sesuai dengan
ajaran agamanya.
Penelitaian ini dilakukan di sekolah merupakan lembaga pendidikan
terdepan melalui Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS)
yaitu SMP Negeri 1 Babat, Lamongan dengan model siswa yang hiterogen dan
berasal dari latar belakang yang beragam, sebab di dalam sekolah ini
siswasiswinya ada yang beragama Islam maupun non Islam. Dan dalam
menjalani proses pendidikan pasti terdapat celah dan kekurangan,
sehingga ada bimbingan dan konseling yang khusus membantu dan melayani
siswa supaya kegiatan pembelajaran di sekolah agar hasilnya dapat
tercapai dengan optimal.
Adanya realita dan permasalahan di atas, maka peneliti merumuskan
masalah dan tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk memaparkan tentang
bagaimana pelaksanaan bimbingan dan konseling serta peran bimbingan dan
konseling dalam membentuk kepribadian muslim siswa di SMP Negeri 1
Babat, Lamongan.
Dengan menggunakan pendekatan Kualitatif Deskriptif. Penelitian ini
bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang objektif, faktual, akurat dan
sistematis, mengenai masalah-masalah yang ada di obyek penilitian. Untuk
mengumpulkan data digunakan beberapa metode yaitu, observasi,
interview, dokumentasi dan angket. Kemudian data yang telah terkumpul
tersebut dianalisis melalui tiga cara, yaitu reduksi data, penyajian
data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelaksanaan bimbingan dan konseling
dalam membentuk kepribadian muslim siswa berjalan sesuai dengan matrik
program tahunan bimbingan dan konseling, program semester, program
pengayaan siswa berpotensi, dan program pelayanan individu ataupun
kelompok siswa. Dengan begitu, peran bimbingan dan konseling di sekolah
dalam membentuk kepribadian muslim siswa dilakukan dengan memberikan
pelayanan konseling kepada siswa secara terarah, kontinyu, dan
sistematis pada siswa bermaksud untuk mengembangkan fitrah beragama,
sehingga menimbulkan prilaku yang terpuji dalam diri siswa sehingga
siswa jadi termotivasi untuk menjalankan ajaran agama Islam.