268.Ekstrak Herba Sambiloto Tunggal Dibanding

ABSTRAK  

Resistensi Insulin ditandai dengan adanya peningkatan glukosa darah puasa dan diikuti  dengan disfungsi sel . Pada kelompok yang berisiko tinggi DM tipe 2 akan terjadi  gangguan glukosa darah puasa sebelum timbulnya DM     
Tujuan studi  :   Studi ini meneliti kelompok yang berisiko tinggi untuk terjadinya DM tipe  2 di Puskemas Kota Medan.  
Metodologi    :  Penelitian ini dilakukan secara deskritif di 10 Puskesmas terpilih secara  random terhadap kelompok yang berisiko tinggi DM tipe 2 berdasarkan kriteria ADA yaitu  Umur > 45 tahun, IMT > 25 kg/m2, Riwayat orang tua DM, Riwayat Hipertensi ≥140/90  mmHg, Riwayat melahirkan bayi > 4 kg. Seluruh subyek disuruh puasa selama 8-10 jam  dimulai malam hari sampai diperiksa gula darah puasanya keesokan hari.   
Hasil:  Dari 291 orang subjek penelitian,  didapat sebanyak 64 orang (21,99%)  dengan gula darah puasa terganggu dengan faktor risiko usia > 45 tahun, sebanyak 60  orang  (93,75%), BMI sebanyak 29 orang (35,94%), Hipertensi sebanyak 10 orang  (15,62%), riwayat DM sebanyak 8 orang (12,50%) dan  BBL > 4 kg sebanyak 5 orang  (7,81%). Dari kelima faktor risiko tersebut usia > 45 tahun adalah yang terbanyak dan  yang terendah adalah BBL > 4 kg. Dari penelitian yang kami lakukan juga mendapatkan  43,75% dengan GDPT mempunyai 2 faktor  risiko, 35,93% dengan 1 faktor risiko, 18,75%  dengan 3 faktor risiko, 1,56% dengan 4 faktor risiko, dan tak satupun GDPT dengan 5  faktor risiko.    
Kesimpulan   : Penelitian ini membuktikan rekomendasi ADA untuk menskrining individu  yang mempunyai risiko untuk terjadinya DM tipe 2 dengan pemeriksaan glukosa darah  puasa sangat bermanfaat.   

Kata Kunci : ADA, DM, GDPT, Faktor risiko, skrining DM