55. Studi Kerentanan Bangunan Permukiman Terhadap Gempa Berdasarkan Fema P-154

ABSTRAK

Kabupaten Sleman merupakan Kabupaten yang berada di Provinsi Daerah Istimewa  Yogyakarta.  Kabupaten  tersebut  memiliki  risiko  gempa  bumi  yang tinggi. Bangunan yang memiliki tingkat resiko tinggi terhadap gempa bumi yaitu bangunan non-engineered atau bangunan permukiman yang dibangun tanpa perencanaan atau syarat yang berlaku. Salah satunya bangunan permukiman yang berada  di  Desa  Susukan  II,  Margokaton,  Seyegan,  Sleman.  Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerentanan bangunan permukiman terhadap gempa bumi menggunaakan metode Rapid Visual Screening (RVS) berdasarkan FEMA P-154 2015. Dalam menganalisis kerentanan bangunan terhadap gempa dilakukan survei lapangan dengan mengisi formulir Rapid Visual Sreening, formulir  yang digunakan  adalah  tipe  Moderately High  Seimicity  yang  artinya wilayah penelitian memiliki persebaran gempa yang agak tinggi. Bangunan yang diteliti  sebanyak  10  rumah.  Hasil  penelitian,  menunjukan  bahwa  rata-rata bangunan permukiman di Desa Susukan II, Margokaton, Seyegan, Sleman memiliki nilai S sebesar 0,9 dengan potensi kerentanan sebesar 32%, dapat diartikan bangunan permukiman di Desa Susukan II rentan terhadap gempa dan berpotensi   roboh  apabila  gempa  besar  terjadi.   Faktor   yang  menyebabkan bangunan rentan terhadap gempa adalah kategori bangunan, faktor penyimpangan atau ketidakberaturan  seperti  plan  irregularity,  dan  vertical  irregularity,  serta belum adanya acuan atau code dan masih kurangnya tenaga ahli perencanaan di bidang struktur.

Kata kunci: Gempa Bumi, Kerentanan, Permukiman, Rapid Visual Screening, FEMA P-154 2015