137. Analisa Kinerja Ruas Jalan Pada Lengan Bundaran Jombor

BAB I 
PENDAHULUAN

1.1.      Latar Belakang
Seiring berkembangnya zaman kebutuhan transportasi semakin meningkat. Kebutuhan transportasi dituntut untuk memberikan kinerja pelayanan yang lebih baik,  sehingga  kebutuhan dasar lalu lintas seperti: aman,  nyaman, lancar  dan ekonomis bisa terpenuhi. Sarana tranportasi darat diwilayah Yogyakarta untuk saat  ini  masih  memilih  prasarana  jalan  sebagai  pilihan  utama ,  karena  jalan mempunyai kelebihan aksesibilitas dan mobilitas.
Yogyakarta merupakan salah satu kota besar yang memiliki jumlah penduduk yang tinggi, selain sebagai kota pelajar, Yogyakarta juga terkenal sebagai kota wisata, bukan tidak mungkin hampir terjadi kemacetan di setiap jalan Yogyakarta karena banyaknya pendatang dan wisatawan.
Ruas jalan pada lengan bundaran Jombor merupakan salah satu jalan yang berda diwilayah Yogyakarta. Ruas jalan pada lengan bundaran Jombor  terdiri dari
4 lengan jalan, yaitu Jl. Magelang, Jl. Siliwangi, dan Jl. Padjajaran. Seiring berjalannya waktu kepadatan lalu lintas pada setiap lengan bundaran meningkat, selain disebabkan bertambahnya jumlah penduduk dan miningkatnya jumlah kepemilikan kendaraan pribadi juga disebabkan oleh lokasi yang berdekatan dengan pusat perbelanjaan, gedung sekolah, terminal dan berbagai aspek permasalahan seperti perparkiran dibadan jalan, membuat lalu lintas di wilayah bundaran Jombor ini semakin padat setiap hari nya, yang mengakibatkan kemacetan, dan antrian panjang yang terdapat di ruas jalan.
Berasarkan permasalahan tersebut, maka penyusun akan menganalisa kinerja ruas pada lengan bundaran  Jombor, D.I Yogyakarta  yang berdasarkan pada  Manual  Kapasitas Jalan Indonesia  1997  (MKJI 1997).  Sehingga  dengan adanya penelitian ini diharapkan bisa menemukan solusi untuk mengatasi masalah yang  terjadi   pada   lengan   bundaran   jombor.   Sehingga   dapat   menghindari kepadatan arus yang lebih besar akibat dari volume kendaraan yang menumpuk di setiap ruas jalannya.

1.2.      Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dibuat rumusan masalah pada setiap lengan jalan bundaran Jombor sebagai berikut :
a.   Bagaimana  kinerja  ruas  jalan  pada  setiap  lengan  bundaran  Jombor Yogyakarta
b.   Bagaimana alternatif pemecahan masalah untuk meningkatkan kinerja ruas jalan pada setiap lengan bundaran Jombor Yogyakarta.

1.3.      Lingkup  Penelitian
Karena luasnya cakupan yang dihadapi serta waktu yang tidak mencukupi, maka penulis membatasi permasalahan yang ada pada bundaran Jombor Yogyakarta dalam penyusunan tugas akhir ini, adapun batasan-batasannya antara lain :
a.   Lokasi  penelitian  di  fokuskan  pada   lengan  jalan  bundaran  Jombor Yogyakarta.
b. Analisa kinerja ruas jalan yang ditinjau meliputi kapasitas, derajat kejenuhan, kecepatan arus bebas dan tingkat pelayanan pada setiap lengan jalan bundaran Jombor Yogyakarta, dengan metode MKJI 1997.
c.   Perhitungan volume lalu lintas yang digunakan adalah volume lalu lintas tertinggi pada pelaksanaan survei.
d.   Ruas jalan yang disurvei hanya sepanjang 100 m, dengan pangkal ruas pada persimpangan bundaran jombor, dan ujung ruas berada di 100 m dari pangkal ruas

1.4.      Tujuan Penelitian
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah
a.   Menganalisa  kinerja  ruas  jalan  (kapasitas,  kecepatan  arus  bebas, derajat kejenuhan dan tingkat pelayanan) pada setiap lengan bundaran Jombor Yogyakarta dengan metode MKJI 1997.
b.   Mencarikan solusi  / alternatif untuk  peningkatan kinerja  ruas  jalan pada setiap lengan bundaran Jombor Yogyakarta. 

1.5.      Manfaat Penelitian
Manfaat dilakukannya penelitian ini antara lain sebagai berikut :
a.   Bagi   penulis,   dapat   memberikan   tambahan   pengetahuan   dalam menganalisis masalah transportasi, khususnya pada kinerja ruas jalan.
b.   Bagi   universitas,   dapat   memberikan   kajian   penelitian   dibidang transportasi.
c.   Bagi   pemerintah,   dapat   dijadikan   masukan   dalam   mengevaluasi pengaturan lalu lintas di Yogyakarta.