245. Hubungan Sikap Forgiveness (Memaafkan) dengan Self-Maturity (Kematangan Diri) pada Mahasiswa Psikologi

ABSTRAK Memaafkan sering diasumsikan adaptif untuk penyesuaian psikologis interpersonal, bersifat prososial dan empati. Penyesuaian tersebut akan muncul agar dapat menyeimbangkan antara pertentangan dan kenyataan secara memadai saat individu memiliki habit dalam bersikap memaafkan dan meminta maaf terhadap pelanggaran. Disisi lain, penyesuaian hubungan interpersonal adalah hubungan yang hangat antar individu. Hal tersebut tidak lepas dari keberadaan individu yang menetapkan dirinya menjadi pribadi yang matang. Sosok pribadi matang merupakan kemampuan seseorang untuk membentuk dunianya sendiri serta kemampuan mengintegrasikan setiap pengalaman yang disikapi dalam seluruh kehidupannya, bersifat hereditas dan sosial (learning). Persinggungan itu perlu dikaji karena pada tataran kontektual (pada mahasiswa psikologi) memaafkan hanya sikap verbal, tidak sepenuhnya bermotivasi memperbaiki hubungan. Hal itu menjadikan diri memiliki pribadi kurang matang. Mengacu latar diatas problematika masalah yang dibahas dan akan dijawab dalam penelitian ini adalah bagaimana tingkat sikap memaafkan mahasiswa psikologi angkatan 2009 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, bagaimana tingkat kematangan diri mahasiswa psikologi angkatan 2009 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dan bagaimana hubungan antara sikap memaafkan dan kematangan diri mahasiswa psikologi angkatan 2009 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Rancangan penelitian menggunakan penelitian kuantitatif korelasi. Sampel penelitian sebanyak 44 mahasiswa psikologi angkatan 2009 (semester II) di UIN Maulana Malik Ibrahim dan pengambilan data menggunakan metode angket dan wawancara. Pada pengolahan data menggunakan Product Moment Correlation dari Pearson, dan uji validitas serta realibilitas memakai Alpha Cronbach. Pengolahan data tersebut diolah dengan program SPSS 16.0 for Windows. Berdasarkan analisa penelitian, diperoleh hasil sebagai berikut: pada variabel sikap memaafkan, yakni 13.6% mahasiswa dengan sikap positif pada kategori tinggi, 70.5% mahasiswa dalam kategori sedang dan 15.9% mahasiswa bersikap negatif dalam kategori rendah. Sedangkan pada varibel kematangan diri, yakni mahasiswa dengan kematangan diri tinggi sebesar 20.5%, kematangan diri mahasiswa sedang sebesar 70.5%, dan kematangan diri mahasiswa rendah sebesar 9%. Pada hasil analisa uji hipotesis diperoleh hubungan signifikan yakni sebesar 0.936 atau hubungan yang berpengaruh hingga 93.6% (rxy = 0.936 ; sig = 0.000 < 0.05). Dengan demikian semakin positif sikap memaafkan mahasiswa UIN Maliki Malang maka semakin tinggi kematangan dirinya.
File Selengkapnya.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan Komentar yang membangun demi perkembangan Blog ini. Terima kasih buat semuanya yang telah memberikan komentar.
Lihat semua Komentar Klik Disini