ABSTRAK
Penyelenggaraan pendidikan di perguruan tinggi memiliki karakteristik berbeda dengan tingkatan jenjang pendidikan dibawahnya. Dalam perguruan tinggi diterapkan sistem SKS (Satuan Kredit Semester), hal ini menuntut mahasiswa harus dapat mengatur dan merencanakan beban kuliah dan proses belajar pada tiap semester. Fenomena yang terjadi justru banyak pada mahasiswa Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang mengaku sering menundanunda mengerjakan tugasnya sampai menjelang batas waktu pengumpulan. Di dalam khazanah ilmiah psikologi terdapat suatu istilah prokrastinasi yang menunjukkan suatu perilaku yang tidak disiplin dalam penggunaan waktu.
Berdasarkan data yang diperoleh, diketahui bahwa masih terdapat 162 mahasiswa dari angkatan 2003 sampai angkatan 2006 Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang belum diwisuda. Prokrastinasi banyak berakibat negatif. Oleh karena itu, dengan adanya self regulation diharapkan mahasiswa mampu menampilkan serangkaian tindakan yang ditujukan untuk pencapaian target dengan melakukan perencanaan terarah, sehingga prokrastinasi dapat lebih diminimalisir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat self regulation, tingkat prokrastinasi, dan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan negatif antara tingkat self regulation dengan tingkat prokrastinasi mahasiswa angkatan 2003-2006 Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan self regulation sebagai variabel bebas dan prokrastinasi sebagai variabel terikat. Teknik korelasi Product Moment digunakan untuk menguji hubungan negatif antara tingkat self regulation dengan tingkat prokrastinasi. Kemudian mengkategorisasikan tingkat self regulation dan tingkat prokrastinasi dengan menentukan mean dan standar deviasi terlebih dahulu. Subyek penelitian adalah mahasiswa angkatan 2003-2006 Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang dengan sampel penelitian sebesar 40% yang didapatkan dari teknik random dengan mengundi nama-nama subyek dalam populasi. Jumlah populasi 162 mahasiswa sehingga sampel didapatkan sejumlah 65 mahasiswa.
Hasil penelitian menunjukkan sejumlah 12.31% mahasiswa mempunyai tingkat self regulation tinggi, 75.38% sedang dan 12.31% rendah. Kemudian terdapat 13.85% mahasiswa mempunyai tingkat prokrastinasi tinggi, 73.84% sedang dan 12.31% rendah. Hasil korelasi antara self regulation dengan prokrastinasi menunjukkan angka sebesar -.670 dengan p = 0,000. Hal tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara keduanya adalah negatif tetapi signifikan karena p < 0.05. Jadi jika tingkat self regulation tinggi maka tingkat prokrastinasi rendah begitu pula sebaliknya jika tingkat self regulation rendah maka tingkat prokrastinasi tinggi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berikan Komentar yang membangun demi perkembangan Blog ini. Terima kasih buat semuanya yang telah memberikan komentar.
Lihat semua Komentar Klik Disini