ABSTRAK
PT. Yamaha Electronics Manufacturing Indonesia merupakan perusahaan Jepang yang bergerak dalam bidang speaker system manufacturing. Perusahaan ekspor ini mengkhususkan diri memproduksi Speaker Home Theatre, HiFi Speaker System merk YAMAHA yang menggunakan bahan dasar kayu dan sukses diekspor ke USA, Eropa, Jepang, dan Negara-negara lainnya.
Seiring dengan berkembangnya zaman, semakin banyak muncul pesaing-pesaing dalam industri yang sejenis. Agar dapat bertahan dalam persaingan, perusahaan ini harus memiliki keunggulan kompetitif yaitu dengan jalan menggunakan seluruh sumber daya yang dimilikinya secara efektif dan efisien. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menjadikan sumber daya tersebut efektif dan efisien, salah satunya adalah dengan memelihara SDM yang dimiliki melalui motivasi kerja. Pemberian motivasi kerja dapat dilakukan pihak manajemen dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi itu sendiri, yaitu faktor intrinsik (motivation factor) dan faktor ekstrinsik (maintenance factor). Sumber daya manusia (SDM) yang memiliki motivasi kerja yang tinggi diduga dapat meningkatkan produktivitas perusahaan.
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivation factor dan maintenance factor tarhadap motivasi kerja karyawan bagian produksi di PT. Yamaha Electronics Manufacturing Indonesia.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif eksplanatori. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan produksi di PT. Yamaha Electronics Manufacturing Indonesia dan pengambilan sampelnya menggunakan teknik non probability random sampling sebesar 25% dari jumlah populasi yang ada pada bagian produksi. Adapun proses pengambilan data dengan menggunakan angket skala Likert, dilengkapi dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Uji validitas dan reliabilitas instrumen dilakukan dengan menggunakan bantuan SPPS versi 15.00 for windows.
Dari hasil analisis regresi linier berganda terlihat bahwa sepuluh variabel bebas terdapat delapan variabel bebas yang berpengaruh terhadap variabel terikat. Masingmasing variabel bebas (prosentase pengaruh) tersebut adalah achievement (11%), recognition (4.3%), the work it self (6.9%), responsibility (5.7%), quality supervisor (7.8%), Interpersonal relation (11.7%), working condition (11.4%) dan wages (32,5%). Motivation factor memberikan sumbangan sebesar 27.9% terhadap motivasi kerja karyawan, sedangkan maintenance factor memberikan sumbangan yang cukup besar yaitu 63.4 % terhadap motivasi karyawan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berikan Komentar yang membangun demi perkembangan Blog ini. Terima kasih buat semuanya yang telah memberikan komentar.
Lihat semua Komentar Klik Disini