293. Strategi Konselor dalam Upaya Menanggulangi Kenakalan Siswa

BAB I PENDAHULUAN A. Fenomena Akhir-akhir ini fenomena kenakalan remaja (siswa) semakin meluas, bahkan hal ini sudah terjadi sejak dulu. Para pakar psikolog selalu mengupas masalah yang tak pernah habis-habisnya ini. Kenakalan Remaja, seperti sebuah lingkaran hitam yang tidak pernah putus, sambung menyambung dari waktu ke waktu, dari masa ke masa, dari tahun ke tahun dan bahkan dari hari ke hari semakin rumit. Masalah kenakalan remaja merupakan masalah yang kompleks terjadi diberbagai kota di Indonesia. (google:http://lat1f.student.umm.ac.id/2010/02/05/kenakalan-remaja/). Permasalahan yang dihadapi remaja (adolescence) umumnya lebih rumit karena kematangan diri yang belum maksimal. Remaja diartikan sebagai masa perkembangan transisi antara masa anak sampai masa dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif dan sosial-emosional. Perubahan biologis, kognitif dan sosial-emosional yang terjadi berkisar dari perkembangan fungsi seksual dan proses berpikir abstrak sampai pada kemandirian. (John w, Santrok. 2002:26). Santrok juga menjelaskan bahwa masa remaja ialah masa pada usia kira-kira 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia 18 hingga 22 tahun. Semakin banyak ahli psikologi perkembangan yang menggambarkan remaja sebagai masa remaja awal dan akhir. Masa remaja awal (early adolescence) sama dengan masa sekolah menengah pertama yakni usia 11-14 tahun dan mencakup banyak perubahan pubertas. Pada remaja akhir minat pada karir, pacaran, dan eksploitasi identitas 2 seringkali lebih nyata daripada dalam masa remaja awal (John w, Santrok. 2002:23 & 26). File Selengkapnya.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan Komentar yang membangun demi perkembangan Blog ini. Terima kasih buat semuanya yang telah memberikan komentar.
Lihat semua Komentar Klik Disini