295. Penerimaan Keluarga terhadap Kesembuhan Skizofrenia

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Kebudayaan modern sekarang yang serba kompleks ini, dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi begitu canggih dan mengelaborasi hampir seluruh kawasan dunia. Pada saat manusia harus berkelit dengan problem kehidupan yang serba materrialistis dan pada giliranya sangat egois dan individual. Hubungan antar manusia pada zaman modern juga cenderung “impersonal”. Fenomena-fenomena tersebut membuat manusia semakin kehilangan jati dirinya. Kondisi demikian juga mengharuskan manusia untuk benar-benar mampu bertahan mengendalikan dirinya, untuk kemudian tetap tegar dalam kepribadian (Zainudin, 2005;1). Seperti diakui Zakiah darajat, bahwa ketenagan hidup, ketentraman jiwa atau kebahagiaan batin tidak banyak tergantung kepada faktor-faktor luar; sosial, ekonomi, politik, adat kebiasaan dan sebagainya, melainkan lebih tergantung kepada cara dan sikap menghadapi faktor-faktor tersebut. Akibatanya dihinggapi oleh rasa gelisah yang sangat, yang kadang-kadang membawa kepada keabnormal tindakan dan sikap dalam hidupnya, gangguan kejiwaan atau bahkan bisa terkena sakit jiwa (Daradjat,1990;45). Seorang yang diserang penyakit jiwa (psychose), kepribadiannya terganggu dan selanjutnya menyebabkan kurang mampu meyesuaikan diri dengan wajar, dan tidak sanggup memahami problemanya. Seringkali orang yang sakit jiwa, tidak merasa bahwa dirinya sakit; sebaliknya merasa menggangap dirinya normal saja, bahkan lebih baik. Lebih unggul dan lebih penting dari orang lain. File Selengkapnya.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan Komentar yang membangun demi perkembangan Blog ini. Terima kasih buat semuanya yang telah memberikan komentar.
Lihat semua Komentar Klik Disini