298. Dinamika Pengambilan Keputusan Pacaran pada Santri Remaja

ABSTRAK Pesantren adalah tempat yang dikonotasikan dengan lingkungan yang dipenuhi dengan hukum-hukum agama. Setiap kali aktivitas yang dilakukan harus sesuai dengan norma-norma islam. Remaja yang tinggal di Pesantren juga harus menyesuaikan diri sebagai santri, disamping itu santri remaja juga memenuhi tugas-tugas perkembangannya, salah satu diantaranya yaitu untuk mencintai atau ketertarikan pada lawan jenis. Pemenuhan-pemenuhan kebutuhan itu akan mempengaruhi pembentukan identitas pada diri santri remaja. Ketertarikan pada lawan jenis itu bisa disebut sebagai istilah pacaran, sebelum mengambil keputusan terdapat beberapa hal yang mempengaruhinya, yaitu sikap, kognitif, persepsi, motif dan emosi, begitu juga dengan berpacaran. Berdasarkan latar belakang diatas, maka yang menjadi fokus penelitian ini adalah Bagaimana dinamika pengambilan keputusan pacaran pada remaja di Pondok Pesantren Payaman Solokuro Lamongan? Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan terhadap 4 (empat) subyek penelitian yang menjadi santri remaja di pondok pondok pesantren Roudlotul Muta’abbidin Payaman Solokuro Lamongan. Analisa yang dilakukan dalam penelitian ini dengan menggunakan analisa Model Alir yaitu: reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan atau verivikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasanya dinamika pengambilan keputusan santri remaja pacaran dipengaruhi oleh persepsi, sikap, kognisi, motif, dan emosi. Pacaran merupakan trend remaja yang sudah menjadi kebutuhan. Ketertarikan pada lawan jenis rasa ingin memiliki muncul dalam diri santri remaja dengan melihat disekitarnya banyak yang berpacaran sehingga santri remaja mempunyai keinginan untuk mencari pengalaman dalam pacaran, rasa malu ketika tidak punya pacar sedangkan orang-orang disekelilingnya berpacaran, Ingin mencintai dan dicintai, diperhatikan dan memperhatikan membuat santri remaja mengambil keputusan pacaran tanpa harus memikirkan baik buruk akibat keputusan yang diambilnya dan mengabaikan peraturan yang telah ditulis di Pondok Pesantren serta peraturan dan larangan dari orang tua.
File Selengkapnya.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan Komentar yang membangun demi perkembangan Blog ini. Terima kasih buat semuanya yang telah memberikan komentar.
Lihat semua Komentar Klik Disini