ABSTRAK
Seiring dengan usia yang semakin bertambah dan menurunnya kondisi fisik, kesadaran manula akan kematian mulai muncul. Hal itu menciptakan perasaan cemas dan takut. Sedangkan salah satu faktor yang menyebabkan munculnya kecemasan dalam menghadapi kematian adalah ketidakmampuan memaknai kematian kedalam kerangka yang lebih luas. Kecerdasan spiritual mampu memberikan pemahaman atas kematian yang benar. Dengan begitu maka pemahaman akan kematian dapat mereduksi kecemasan seseorang dalam menghadapi kematian 1. Bagaimana tingkat kecerdasan spiritual lansia 2. Bagiamana tingkat kecemasan menghadapi kemataian lansia 3. Apakah kecerdasan spritual berpengaruh terhadap kecemasan menghadapi kematian pada lansia. Tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Mengetahui tingkat kecerdasan spiritual lansia di UPT. Pelayanan Lanjut Sosial Usia Pasuruan, 2. Mengetahui tingkat kecemasan menghadapi kemataian pada lansia di UPT. Pelayanan Sosial Lanjut Usia Pasuruan, 3. Membuktikan apakah kecerdasan spritual berpengaruh terhadap kecemasan menghadapi kematian pada lansia di UPT. Pelayanan Sosial Lanjut Usia Pasuruan. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilaksanakdi UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Pasuruan, dengan jumlah populasi 104 lansia dan jumalah sampel sebanyak 30 lansia, teknik pengambailan sampel menggunakan purposive sampling yaitu sampel bertujuan. Metode yang digunakan oleh peneliti dalam pengumpulan data berupa skala dan dilengkapi dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan metode analisis data ini menggunakan teknik analisa regresi linear, dengan bantuan SPSS versi 16.0 for Windows. Hasil penelitian 1) Mayoritas kecerdasan spiritual lansia di UPT. Pelayanan Sosial Lanjut Usia Pasuruan berada ditingkat sedang yaitu sebanyak 23 lansia (76,67%), 2) Mayoritas tingkat kecemasan menghadapi kematian lansia di UPT. Pelayanan Lanjut Usia Pasuruan berada ditingkat sedang yaitu sebanyak 21 lansia (70%), 3) Ada pengaruh negatif antara kecerdasan spiritual dengan kecemasan dalam menghadapi kematian pada lansia di UPT. Pelayanan Lanjut Usia Pasuruan, di mana terbukti dari hasil analisa diperoleh koefisien regresi sebesar -0,438, ________ > __ ___ (10,349 > 4,15), nilai signifikan F 0,003 dengan menggunakan taraf signifikansi 5% (0,05), maka signifikan F < dari taraf segnifikan 5% (0,003 < 0,05).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berikan Komentar yang membangun demi perkembangan Blog ini. Terima kasih buat semuanya yang telah memberikan komentar.
Lihat semua Komentar Klik Disini