ABSTRAK
Pesantren Mahasiswa al-Hikam Malang memiliki potensi yang cukup besar
untuk dapat menerapkan model pendidikan Islam yang demokratis. Pesantren
ini lebih melihat dan menerapkan pendidikan pada aspek filosofisnya,
yaitu sebagai seluruh proses hidup dan kehidupan. Semua proses kehidupan
manusia dianggap sebagai keberlangsungan pendidikan untuk transformasi
nilainilai kehidupan yang islami.
Dalam konteks demokratisasi pendidikan Islam, Pesantren Mahasiswa
al-Hikam Malang lebih memfungsikan pendidikan sebagai media transformasi
nilai hidup dan kehidupan yang islami. Pendidikan diimplementasikan
sebagai wahana untuk perbaikan kehidupan agama dan moralitas masyarakat
(termasuk di dalamnya adalah santri yang secara individu sebagai peserta
didik). Begitu juga keberlangsungan proses belajar mengajar di
Pesantren Mahasiswa al-Hikam (aspek Pengajaran dan utamanya pada aspek
Kesantrian) lebih banyak menekankan pada sisi kreatifitas, kemandirian,
inisiatif, kepekaan, dan kecakapan santri dalam bidang-bidang (profesi)
yang diminati, termasuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pesantren sebagai model pendidikan yang khas Islam Indonesia memiliki
satu sistem keterkaitan antara kyai (tokoh), masyarakat, masjid, dan
santri. Nilai-nilai kesederhanaan, kejuangan, kemandirian, kebersamaan,
dan keikhlasan menjadi jiwa dari setiap gerak langkah pendidikan di
pesantren. Tradisi ke-Islam-an yang telah menjadi ruh dan jiwa pesantren
inilah yang ingin tetap dijadikan fondasi untuk dasar pengembangan
disiplin ilmu lainnya di Pesantren Mahasiswa al-Hikam Malang agar mampu
menjawab kebutuhan masyarakat kontemporer.
Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa adanya keberhasilan
Pesantren Mahasiswa al-Hikam Malang dalam menanamkan fondasi
demokratisasi dalam pelaksanaan pendidikan Islam di Pesantren, hal ini
dapat dilihat dari landasan filosofis pendidikan di pesantren tersebut
yang kemudian diimplementasikan melalui sistem pembelajaran yang
diterapkan pada santri.