ABSTRAK
Perkembangan ilmu pengetahuan sangat ditentukan oleh perkembangan dunia
pendidikan, di mana dunia pendidikan mempunyai peran yang sangat
strategis dalam menentukan arah maju mundurnya kualitas pendidikan. Hal
ini bisa dirasakan ketika sebuah lembaga pendidikan dalam
menyelenggarakan pendidikan yang benar-benar bagus, maka dapat dilihat
kualitasnya, berbeda dengan lembaga pendidikan yang melaksanakan
pendidikan hanya dengan sekedarnya maka hasilnya pun biasa-biasa saja.
Dari relitas diatas maka peneliti melakukan penelitian tentang Penerapan
Manajemen berbasis Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Agama
Islam di SMP Negeri 4 Kepanjen Kabupaten Malang. Yang dalam hal ini,
dapatkah penerapan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di SMP Negeri 4
Kepanjen meningkatkan mutu pendidikan agama Islam, dan apa saja strategi
penerapan Manajemen berbasis sekolah (MBS) di SMP Negeri 4 Kepanjen
juga adakah faktor pendukung serta penghambat dalam menerapkan Manajemen
Berbasis Sekolah (MBS) di SMP Negeri 4 Kepanjen.
Untuk mendapatkan atau mengumpulkan data, peneliti menggunakan beberapa
metode antara lain: observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Setelah peneliti memperoleh data, kemudian peneliti menganalisa dengan
menggunakan teknik analisa data kualitatif. Data kualitatif adalah data
yang berupa informasi, uraian dalam bentuk bahasa yang kemudian
dikaitkan dengan data lainya untuk mendapatkan kejelasan terhadap suatu
kebenaran atau sebaliknya.
Dari hasil penelitian maka dapat diketahui bahwa penerapan MBS di SMP
Negeri 4 Kepanjen cukup baik hal ini terbukti bahwa SMPN 4 Kepanjen
mampu mengatur otonominya sendiri sehingga sekolah bisa mandiri sesuai
dengan kemampuannya, mulai dari bidang administrasi, perangkat
pembelajaran, buku kurikulum yang menggunakan KTSP, struktur kurikulum
dengan pembagian alokasi waktu, mengajar, dll yang semua itu diatur oleh
sekolah dengan mengedepankan visi dan misi sekolah. sedangkan strategi
MBS dalam dalam meningkatkan mutu pendidikan agama Islam yaitu dengan
adanya acara keagamaan rutin serta ekstra kurikuler keagamaan seperti
baca tulis Al-Qur’an, kaligrafi dll, juga dengan adanya kerja sama
antara guru agama dengan guru sains dan guru bahasa yakni membentuk mata
pelajaran terpadu sehingga mutu pendidikan agama islam dapat
ditingkatkan. Adapun faktor pendukung diterapkannya MBS adalah adanya
kerjasama antara kepala sekolah dengan semua pihak-pihak yang ada di
sekolah, sedangkan faktor penghambat diterapkannya MBS di SMP Negeri 4
Kepanjen adalah dari pihak peserta didik yang jumlahnya banyak dengan
berbagai karakter, juga sarana dan prasarana yang kurang memadai di SMPN
4 Kepanjen.
Dengan demikian untuk menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) perlu
adanya kerjasama antara kepala sekolah, para staf juga semua pihak
sekolah sehingga semua program-program yang telah dicanangkan bisa
terealisasi dengan baik yang pada akhirnya dapat meningkatkan mutu semua
pendidikan di SMPN 4 Kepanjen terutama mutu Pendidikan Agama Islam.
Sebaliknya apabila tidak ada kerja sama yang baik antara kepala sekolah
dan semua pihak-pihak yang terkait termasuk masyarakat maka apa yang
sudah dicanangkan tidak akan sesuai dengan apa yang sudah diharapkan.