ABSTRAK
Ketika konsep Multiple Intelligences ditarik dalam ranah pendidikan,
paradigma pendidikan pun mengalami banyak koreksi. Hampir mayoritas
pendidikan di sekolah sekarang ini cenderung kurang menghargai seluruh
potensi para peserta didiknya. Konsep Multiple Intelligences yang
menitikberatkan pada ranah keunikan selalu menemukan kelebihan setiap
anak. Lebih jauh lagi, konsep ini percaya bahwa tidak ada anak yang
bodoh sebab setiap anak pasti memiliki minimal satu kelebihan. Apabila
kelebihan tersebut dapat terdeteksi sejak awal, otomatis kelebihan itu
adalah potensi kepandaian sang anak. Atas dasar itu seharusnya sekolah
menerima siswa barunya dalam kondisi apapun. Sekolah yang telah
mengimplementasikan konsep Multiple Intelligences di dalamnya. Salah
satunya yaitu SD Yayasan Islam Madrasah Al-Falah Al-Khairiyah (YIMA)
Islamic School Bondowoso. Sekolah ini dulunya adalah sekolah yang
sedikit terbelakang dan bermutu rendah. Akhirnya setelah menerapkan
konsep Multiple Intelligences, dalam waktu singkat sekolah tersebut
berubah menjadi sekolah yang unggul dan mendapat kepercayaan masyarakat.
Berdasarkan realita tersebut, serta diiringi dengan keingintahuan yang
lebih dalam tentang penerapan Multiple Intelligences di sekolah, maka
peneliti tertarik untuk merumuskan masalah salah satunya adalah
bagaimana implementasi konsep Multiple Intelligences di SD YIMA Islamic
School Bondowoso. Rumusan tersebut bertujuan untuk mengetahui bentuk
implementasi konsep Multiple Intelligences di SD YIMA Islamic School
Bondowoso.
Dengan menggunakan pendekatan Deskriptif-Kualitatif. Penelitian ini
bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang objektif, faktual, akurat dan
sistematis, mengenai fenomena-fenomena yang ada di obyek penilitian.
Untuk mengumpulkan data digunakan beberapa metode yaitu, observasi,
interview, dan dokumentasi. Kemudian data yang telah terkumpul tersebut
dianalisis melalui tiga cara, yaitu reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan atau verifikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Desain konsep penerapan Multiple
Intelligences di SD YIMA Islamic School Bondowoso secara global meliputi
tiga tahap penting yaitu input, proses, dan output. (2) Implementasi
Konsep Multiple Intelligences di SD YIMA Islamic School Bondowoso dapat
dilihat dari tiga tahap penting yaitu input, proses, dan output. (a)
Input. Dalam penerimaan siswa barunya sekolah ini menggunakan sistem
kuota artinya sekolah ini akan menutup pendaftaran apabila kuota
terpenuhi. Kemudian siswa yang telah diterima akan mengikuti proses
Multiple Intelligences Research (MIR). MIR adalah semacam alat riset
psikologis yang mengeluarkan diskripsi kecenderungan kecerdasan majemuk
anak dan gaya belajarnnya. (b) Proses. Tahapan ini adalah tahapan pada
proses pembelajaran. Hampir seluruh proses pembelajarannya difokuskan
pada kondisi siswa beraktivitas. guru-guru di SD YIMA Islamic School ini
juga sudah berpengalaman dalam menggunakan strategi pembelajaran
Multiple Intelligences pada proses pembelajarannya. Hal tersebut
ditandai dengan seringnya sekolah ini melaksanakan pelatihan guru. (c)
Output. Tahapan ini adalah penilaian otentik. yakni penilaian yang
dilakukan terhadap keseluruhan kompetensi yang telah dipelajari siswa
dan dalam penilaian ini siswa dinilai dari 3 ranah, yaitu kognitif,
psikomotorik dan afektif. (3) Secara tekhnis pelaksanaan evaluasi di SD
YIMA terbagi menjadi tiga tahap yaitu: Konsultasi lesson plan (rencana
pembelajaran), Observasi kelas dan Feed back (umpan balik).