ABSTRAK
Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang
pendidikan menengah. Pendidikan dasar berbentuk Sekolah Dasar (SD) dan
Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat, serta Sekolah
Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) atau bentuk lain
yang sederajat. Pendidikan dasar bertujuan untuk memberikan bekal
kemampuan dasar kepada peserta didik untuk mengembangkan kehidupannya
sebagai pribadi, anggota masyarakat, Warga Negara dan anggota umat
manusia serta mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti pendidikan
menengah. Sehingga pendidikan dasar sangat diperhatikan karena
Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) telah menggalakkan Wajib
belajar 9 (Sembilan) tahun.
Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah (MI) sama dengan kurikulum Sekolah Dasar
(SD), hanya saja pada Madrasah Ibtidaiyah (MI) terdapat porsi lebih
banyak mengenai Pendidikan Agama Islam. Selain mengajarkan mata
pelajaran sebagaimana Sekolah Dasar (SD), juga ditambah dengan
pelajaran-pelajaran seperti: Alquran Hadits, Aqidah Akhlak, Fiqih,
Sejarah Kebudayaan Islam dan Bahasa Arab. Materi/bahan kajian mata
pelajaran pendidikan Agama Islam antara siswa yang berasal dari Sekolah
Dasar (SD) dengan siswa yang berasal dari Madrasah Ibtidaiyah (MI)
sangat berbeda dalam hal keluasan maupun kedalamannya. Madrasah lebih
unggul dalam bidang agamanya, namun dari segi kualitas Madrasah masih
rendah dibandingkan Sekolah Umum. Hal itu karena jumlah terbesar dari
lembaga pendidikan Madrasah berstatus sebagai Madrasah Swasta.
Berdasarkan latar belakang tersebut maka penulis tertarik untuk
melakukan penelitian yang berjudul “STUDI KOMPARASI PRESTASI BELAJAR
SISWA (Analisis Komparatif Prestasi Belajar Siswa yang Berasal dari
Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) pada Mata Pelajaran
Pendidikan Agama Islam Kelas VII di SMP Negeri 1 Pogalan Trenggalek)”.
Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidak
perbedaan prestasi belajar siswa yang berasal dari Sekolah Dasar (SD)
dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam
kelas VII di SMP Negeri 1 Pogalan.
Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Pogalan Trenggalek. Penelitian
ini menggunakan pendekatan Kuantitatif dengan jenis penelitian Non
Eksperimen, Rancangan yang dipakai adalah Ekpose Fakto dengan bentuk
Causal Comparative Studies. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui
observasi, dokumentasi, angket dan wawancara. Data-data yang diperoleh
kemudian dianalisis menggunakan teknik komparasi Uji Beda (t-test)
T-test sampel bebas (Independent Sample Test). Namun sebelumnya data
diuji normalitas, homogenitas, validitas, dan reliabilitas terlebih
dahulu.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa rata-rata prestasi belajar siswa
yang berasal dari Sekolah Dasar (SD) pada Mata Pelajaran Pendidikan
Agama Islam Kelas VII di SMP Negeri 1 Pogalan Trenggalek adalah 75,93.
Sedangkan siswa yang berasal dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) adalah 78,03.
Nilai keduanya sama-sama tergolong cukup baik karena di atas nilai KKM
yaitu 70. Setelah di analisis menggunakan uji-t juga menyimpulkan bahwa
(2,004), maka diterima. Jadi tidak ada perbedaan yang significan antara
prestasi belajar siswa yang berasal dari Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah
Ibtidaiyah (MI) pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas VII di
SMP Negeri 1 Pogalan. Sedangkan perbandingan akhlak dan kepribadian
antara siswa yang berasal dari Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah
Ibtidaiyah (MI) adalah tidak ada perbedaan yang significant pula.
Untuk mengetahui factor-faktor yang menyebabkan prestasi belajar
keduanya tidak ada perbedaan, peneliti menggunakan angket dan dikuatkan
dengan wawancara. Hasilnya adalah Guru Pendidikan Agama Islam sudah
tepat dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa yang mempunyai
latar belakang sekolah berbeda, Guru paham tentang karakter
masing-masing siswa, Siswa bersemangat rajin belajar di rumah, Siswa
mendapatkan pelajaran agama tambahan dengan mengikuti TPA/TPQ/Madrasah
Diniyah, Siswa ada yang tinggal di lingkungan Pondok Pesantren atau
Masjid dan Siswa mendapat bimbingan dari orangtua di rumah. Jika ada
factor lain yang belum disebutkan penulis, maka hal itu dapat dijadikan
sebagai masukan atau tambahan agar skripsi ini terus berkembang dan
tidak berhenti sampai disini.