ABSTRAK
Kurikulum merupakan bagian terbesar dari input sekolah/madrsah yang
paling banyak mendapatkan perhatian dalam upaya peningkatan mutu
sekolah, karena dari kurikulumlah perubahan kemampuan, keterampilan dan
sikap dari peserta didik yang direncanakan. Atau dengan kata lain,
rencana rekayasa tentang kehidupan peserta didik disekolah/madrasah
untuk menuju kehidupan yang lebih baik tergambar dari kurikulum yang ada
disekolah/madrasah.
Sebagai implikasinya, kesadaran tentang peran guru meningkat. Sebagai
tenaga profesional, guru merupakan pintu gerbang inovasi, sekaligus
gerbang menuju kepembangunan yang terintegrasi. Tanpa manusia yang
cakap, berpengetahuan, trampil, cerdas, kreatif dan bertanggung jawab,
pembangunan yang terintegrasi tidak dapat terselenggara dan berhasil
dengan baik. Oleh karena itu, guru dan tenaga kependidikan lainnya perlu
dan harus memahami kurikulum sekolah tempat mereka bertugas dengan
sebaik-baiknya, sesuai dengan ketentuan yang telah digariskan dalam
kurikulum.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang
ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa,
aktivitas sosial, sikap, persepsi, pemikiran orang secara individual
atau kelompok. Kehadiran peneliti adalah sebagai seorang pengamat secara
penuh. Adapun prosedur pengumpulan data yaitu dengan menggunakan metode
observasi, dokumentasi dan wawancara. Untuk menganalisis data peneliti
menggunakan tiga tahapan yakni, identifikasi, klasifikasi, dan
interpretasi. Kemudian pengecekan keabsahan data menggunakan
perpanjangan keikutsertakan, pemeriksaaan sejawat melalui diskusi,
ketekunan pengamatan dan triangulasi.
Dari hasil analisis data dilapangan dapat diperoleh temuan bahwa MTs Al-
Ittihad Belung Poncokusumo Malang belum maksimal dalam pelaksanaan
KTSP. Untuk saat ini MTs Al-Ittihad masih menggunakan model KTSP dari
Depag. Disamping itu, latar belakang akademik para guru yang masih
rendah dan belum memahami KTSP berdampak terhadap pengembangan silabus
dan RPP yang dikebutuhan lembaga setempat. Dan evaluasi dilakukan setiap
akhir tahun. Adapun faktor pendukung dalam pelaksanaan KTSP adalah
adanya semangat dari para guru dan berada dalam lingkungan pesantren.
Sedangkan faktor penghambatnya adalah tidak adanya work shop, seminar,
pelatihan dan sebagainya terkait dengan penyusunan dan pengembangan
KTSP, dan belum adanya kesiapan guru dalam pemberlakuan KTSP di Madrasah
Al-Ittihad Belung Poncokusumo Malang.