339.Hubungan Skore Cognitive Test For Delirium

ABSTRAK  

Latar belakang : Delirium sering dijumpai setelah kejadian koma yang  disebabkan oleh trauma kapitis, yang terutama muncul saat pemulihan kesadaran  setelah trauma kapitis akut. Delirium berhubungan dengan peningkatan mortalitas,  penambahan lamanya masa rawat inap di rumah sakit (lengths of hospital stay),  peningkatan penggunaan fasilitas rumah sakit, dan semakin memperburuk  outcome fungsional dan kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  hubungan antara skore Cognitive Test for Delirium (CTD) dengan lamanya masa  rawat inap penderita trauma kapitis sedang-berat di rumah sakit.  
Metode : Studi ini merupakan studi potong lintang dengan pengambilan sampel  secara non random dengan metode konsekutif pada penderita trauma kapitis  sedang-berat yang dirawat di ruang rawat inap RSUP H. Adam Malik Medan  periode Februari sampai Juli 2007. Dilakukan perhitungan skore SKG dan  dilakukan pemeriksaan CT scan kepala, selanjutnya dilakukan identifikasi delirium  dengan menggunakan instrumen Cognitive Test for Delirium (CTD) dan dicatat  lamanya masa rawat inap penderita di rumah sakit. Untuk melihat hubungan  antara skore CTD dengan rerata lamanya masa rawat inap penderita di rumah  sakit digunakan uji t-independent. Nilai kemaknaan p < 0,05.  
Hasil : Didapati 34 sampel penderita trauma kapitis sedang-berat, yang terdiri dari  30 orang pria (88,2%) dan 4 orang wanita (11,8%). Dijumpai penderita trauma  kapitis yang mengalami delirium (CTD < 19) sebanyak 20 orang (58,8%). Nilai  rerata skore CTD pada penderita trauma kapitis sebesar 16,79 ± 5,17. Nilai rerata  skore CTD pada kelompok SKG 3 – 8 (10,29 ± 6,26) lebih rendah dibanding pada  kelompok SKG 9 – 12 (18,48 ± 3,25) meskipun rerata skore CTD pada kedua  kelompok SKG sama-sama menunjukkan adanya gejala delirium (p = 0,013).  Secara keseluruhan dijumpai rerata lamanya masa rawat inap penderita di rumah  sakit yaitu selama 17,50 ± 5,83 hari dengan masa rawat inap paling singkat yaitu  10 hari dan paling lama yaitu 30 hari. Rerata lamanya masa rawat inap penderita  di rumah sakit pada penderita trauma kapitis yang mengalami delirium dijumpai  lebih panjang dibanding pada penderita tauma kapitis yang tanpa mengalami  delirium (21,05 ± 4,61 hari vs 12,43 ± 2,85 hari; p = 0,000).  
Kesimpulan : Rerata lamanya masa rawat inap penderita di rumah sakit pada  penderita trauma kapitis yang mengalami delirium secara signifikan dijumpai lebih  panjang dibanding pada penderita trauma kapitis yang tanpa mengalami delirium.  

Kata kunci : Trauma kapitis, skore CTD (Cognitive Test for Delirium),  lamanya masa rawat inap penderita di rumah sakit.
File Selengkapnya.....