Isikan Kata Kunci Untuk Memudahkan Pencarian

210. Makna Hidup Pada Pasangan Yang Belum Memiliki Keturunan


ABSTRAK

Keinginan untuk hidup bermakna merupakan motivasi utama dan mendasar pada manusia. Hasrat inilah yang mendorong setiap orang untuk melakukan berbagai kegiatan, seperti kegiatan bekerja dan berkarya, agar hidupnya dirasakan berarti dan berharga (dalam Barnes, 2000). Makna hidup itu ada dalam kehidupan itu sendiri dan dapat ditemukan dalam keadaan yang menyenangkan maupun tidak menyenangkan, keadaan bahagia maupun penderitaan (dalam Bastaman, 2007). Keadaan belum memiliki keturunan adalah salah satu keadaan yang tidak menyenangkan dalam kehidupan pernikahan. Karena Patmonodewo, dkk (2001) menyatakan salah satu tujuan pernikahan yaitu mendapatkan keturunan. Selain itum ajaran agama dan suku-suku di Indonesia menyatakan tujuan pernikahan adalah untuk mendapatkan keturunan. Hal inilah yang mendorong peneliti untuk meneliti bagaimana makna hidup pada pasangan yang belum memiliki keturunan. Untuk menjawab masalah ini, secara umum digunakan teori makna hidup yang dikemukakan oleh Frankl.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, karena dengan metode ini dapat dipahami gejala sebagaimana responden mengalaminya, sehingga dapat diperoleh gambaran yang sesuai dengan diri responden. Selain itu makna hidup bersifat unik dan personal, sehingga dengan pendekatan kualitatif akan lebih diperoleh gambaran yang menyeluruh. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara dan observasi selama wawancara berlangsung. Responden dalam penelitian ini adalah pasangan yang belum memiliki keturunan sebanyak 3 pasangan. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah prosedur pengambilan bola salju/berantai (snowball/chain sampling).

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasangan 2 dan 3, serta istri pada Kasus 1 memiliki penghayatan hidup bermakna. Sedagkan suami pada Kasus 1 merasa hidupnya tidak bermakna yang dipicu oleh keadaan fisiknya. Saran dari penelitian ini bagi pasangan yang belum memiliki keturunan adalah perlunya saling keterbukaan dengan pasangan sehingga dapat memahami perasaan masing-masing dan menghadapi masalah mereka dengan baik. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk mempertimbangkan latar belakang agama, suku, dan usia pernikahan pasangan.
File Selengkapnya.....

Teman KoleksiSkripsi.com

Label

Administrasi Administrasi Negara Administrasi Niaga-Bisnis Administrasi Publik Agama Islam Akhwal Syahsiah Akuntansi Akuntansi-Auditing-Pasar Modal-Keuangan Bahasa Arab Bahasa dan Sastra Inggris Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Bimbingan Konseling Bimbingan Penyuluhan Islam Biologi Dakwah Ekonomi Ekonomi Akuntansi Ekonomi Dan Studi pembangunan Ekonomi Manajemen Farmasi Filsafat Fisika Fisipol Free Download Skripsi Hukum Hukum Perdata Hukum Pidana Hukum Tata Negara Ilmu Hukum Ilmu Komputer Ilmu Komunikasi IPS Kebidanan Kedokteran Kedokteran - Ilmu Keperawatan - Farmasi - Kesehatan – Gigi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Keperawatan Keperawatan dan Kesehatan Kesehatan Masyarakat Kimia Komputer Akuntansi Manajemen SDM Matematika MIPA Muamalah Olahraga Pendidikan Agama Isalam (PAI) Pendidikan Bahasa Arab Pendidikan Bahasa Indonesia Pendidikan Bahasa Inggris Pendidikan Biologi Pendidikan Ekonomi Pendidikan Fisika Pendidikan Geografi Pendidikan Kimia Pendidikan Matematika Pendidikan Olah Raga Pengembangan Masyarakat Pengembangan SDM Perbandingan Agama Perbandingan Hukum Perhotelan Perpajakan Perpustakaan Pertambangan Pertanian Peternakan PGMI PGSD PPKn Psikologi PTK PTK - Pendidikan Agama Islam Sastra dan Kebudayaan Sejarah Sejarah Islam Sistem Informasi Skripsi Lainnya Sosiologi Statistika Syari'ah Tafsir Hadist Tarbiyah Tata Boga Tata Busana Teknik Arsitektur Teknik Elektro Teknik Industri Teknik Industri-mesin-elektro-Sipil-Arsitektur Teknik Informatika Teknik Komputer Teknik Lingkungan Teknik Mesin Teknik Sipil Teknologi informasi-ilmu komputer-Sistem Informasi Tesis Farmasi Tesis Kedokteran Tips Skripsi