Isikan Kata Kunci Untuk Memudahkan Pencarian

Memuat...

Perpustakaan Skripsi Online

Perpustakaan Skripsi Online


Perkembangan pendidikan secara nasional di era reformasi, yang sering disebut-sebut oleh para pakar pendidikan maupun oleh para birokrasi di bidang pendidikan sebagai sebuah harapan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di negeri ini dengan berbagai strategi inovasi, ternyata sampai saat ini masih belum menjadi harapan. Bahkan hampir dikatakan bukan kemajuan yang diperoleh.

Kalimat tersebut mungkin sangat radikal untuk diungkapkan, tapi inilah kenyataan yang terjadi dilapangan, sebagai sebuah ungkapan dari seorang Dosen yang mengkhawatirkan perkembangan pendidikan dewasa ini.

Seperti yang kita ketahui bahwa karya ilmiah, baik yang berupa skripsi, thesis, jurnal, penelitian, dan lainnya kini hanya menumpuk diperpustakaan dan dalam rak-rak buku kampus-kampus. Banyak juga karya ilmiah dari hasil mahasiswa yang sudah lulus menjadi tidak berguna karena hanya disimpan sebagai "kenang-kenangan". Padahal kalau karya tersebut terpublikasikan, besar peluangnya untuk menjadi sumber inspirasi dan media pengembangan bagi masyarakat yang haus dan peduli terhadap ilmu pengetahuan.

Berkembangnya ilmu pengetahuan tak luput dari semua pihak baik pemerintah, guru, dosen, mahasiswa dan seluruh komponen masyarakat mempunyai peranan yang besar, karena semakin kita tak peduli dengan itu, maka dampak yang ditimbulkannya dapat kita rasakan sekarang, budaya konsumerisme bangsa, meningkatnya pengangguran dan kriminalitas, selanjutnya bangsa ini akan tergilas oleh arus globalisasi yang sedemikian kompleks.

Hadirnya media online ini diharapkan dapat membantu teman-teman dalam menyusun karya ilmiah. Walaupun kami sadar terjadinya pro kontra tentang media online seperti ini karena berkaitan dengan karya akademik. Hal ini dikhawatirkan terjadinya plagiat. Plagiat adalah pendapat karya atau hasil penelitian orang lain yang diakui sebagai pendapat, karya, atau hasil penelitian sendiri. Bentuk-bentuk yang dikategorikan kegiatan plagiat adalah:
1. Mengutip pendapat orang lain tanpa menyebut sumbernya.
2. Menjiplak seluruhnya atau sebagian hasil karya orang lain, seperti makalah, skripsi, tesis, disertasi.

Untuk menghindari hal tersebut, kami sediakan forum diskusi bagi member untuk membahas karya ilmiah yang sedang dibuat.

KoleksiSkripsi.com adalah situs perpustakaan skripsi online. Kami berharap dengan adanya situs ini dapat bermanfaat dan dapat membantu dalam menyelesaikan karya ilmiah Anda. Suatu usaha tak akan menjadi sia-sia kalau kita mulai dengan niat baik dan sungguh-sungguh dalam menjalankannya, kami akan selalu terbuka jika ada saran kritik yang membangun dari anda.

Salam sukses, www.KoleksiSkripsi.com

12. Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Penerapan Metode Demonstrasi Pada Siswa Kelas II Semester II SD

ABSTRAK


Kata Kunci : Hasil belajar, Metode Demonstrasi, Energi dan Penggunaannya.

Penelitian tindakan kelas ini secara umum bertujuan     untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa
kelas II Semester I SD Negeri Margorejo Wedarijaksa Kabupaten Pati Tahun Pelajaran 2011/2012 melalui penerapan metode demonstrasi.
Penelitian dilaksanakan di     SD Negeri     Margorejo     Kecamatan Wedarijaksa    . Subjek penelitian adalah siswa
kelas II SD Negeri 2     Margorejo     Kecamatan Wedarijaksa     dengan jumlah siswa24 siswa terdiri dari 14 siswa
perempuan dan 10 siswa laki-laki. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik tes dan nontes. Sesuai dengan materi pelajaran yaitu tentang sumber energi, maka tes yang dilakukan adalah tes tertulis. 
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dua siklus dan setiap siklus
dilakukan tiga pertemuan dengan menggunakan      metode     demonstrasi. Subyek penelitian ini adalah
siswa kelas II SDN Margorejo Wedarijaksa Kabupaten Pati. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pada siklus I dan siklus II dengan instrumen lembar tes dan lembar observasi. Instrumen ini untuk mengumpulkan analisis data dengan menggunakan deskriptif komparatif dengan membandingkan hasil dalam setiap siklus dengan kondisi awal. 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode demonstrasi dengan media  dan
benda nyata dapat meningkatkan hasil belajar IPA     siswa kelas II SD Negeri     Margorejo     Kecamatan
Wedarijaksa pada semester II Tahun Pelajaran 2011/2012. 
File Selengkapnya.....

11. Penggunaan Metode Eksperimen Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipa Tentang Penerapan Konsep Energi Gerak Pada Siswa Kelas III SD

 ABSTRAK


Kata Kunci : Metode eksperimen, Hasil Belajar, 

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA melalui metode Eksperimen tentang energi gerak siswa SD Negeri Sentul.
Jenis Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ). Subyek yang akan di teliti siswa Kelas III SD Negeri Sentul  Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang. Model  PTK  yang  digunakan  adalah  model  Kemmis  dan  metode  Eksperimen  target dengan menggunakan 2 siklus. Tahapan Siklus ada 4 yaitu perecanaan, Implemintasi RRP dan observasi serta refleksi. Teknis Analisis yang diogunakan adalah statistic deskretif yang terdiri dari distribusi frekuensi,skror minimal –maksimal dan presentase.
Hasil penelitian menunjukan bahwa ada peningkatan hasil belajar dari pra siklus ke siklus I dan dari siklus I ke siklus II. pra siklus tidak terjadi ketuntasan hasil  belajar, Hal  ini  disebabkan  adanya  tidakan  di  dalam  proses  pembelajaran  yaitu  dengan penggunaan metode Eksperimen dapat meningkatkan hasil belajar siswa Hal ini terlihat pada ketuntasan hasil belajar pada pra siklus,siklus I, dan siklus II sebab yang tuntas pada pra siklus  yang tuntas 5 siswa dari 11 siswa adalah (45% ) sedangkan pada siklus I yang tuntas 9 siswa dari 11 siswa adalah (82% )  dan pada siklus II seluruh siswa sebanyak 10 tuntas dari siswa 11 adalah ( 91% )yang telah mencapai tustas KKM ( 65 ).
Saran yang dapat diambil dalam pelaksanaan penelitian ini adalah mendapat pengetahuan yang baru tentang pembelajaran IPA dengan metode Eksperimen yang dapat meningkatkan hasil belajar IPA. Bagi guru menggunakan metode ini bisa mengetahui kekurangan  dalam proses KBM dan  siswa dalam menggunakan  metode  Eksperimen aktivitas belajarnya meningkat.Maka bagi sekolah dapat memberikan masukan pada guru tentang upaya peningkatan hasil belajar tentang IPA dengan metode Eksperimen.
File Selengkapnya.....

9. Penggunaan Media Pembelajaran Power Point Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Tentang Pembagian Pecahan Biasa Siswa Kelas V SD

 ABSTRAK


Kata Kunci      : Media Pembelajaran, Power Point, Hasil Belajar .

Rumusan  masalah  yang  dibahas  dalam  penelitian  ini  berbentuk  sebuah pertanyaan “Dapatkah penggunaan media pembelajaran power point untuk meningkatkan hasil belajar Matematika tentang pembagian pecahan biasa siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Ketanggan 03 Kabupaten Batang tahun 2012”.
Tujuan penelitian untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Matematika siswa kelas V melalui penggunaan media pembelajaran power point di Sekolah Dasar Negeri Ketanggan 03 Kabupaten Batang.
Metode yang kami gunakan untuk penulisan skripsi ini adalah Penelitian Tindakan Kelas metode pengumpulan dan analisis  data, metode observasi dan sampling. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui peningkatkan hasil belajar Matematika siswa  kelas V melalui penggunaan media pembelajaran power point di Sekolah Dasar Negeri Ketanggan
03 Kabupaten Batang.     Dari tujuan yang telah diuraikan di atas, maka secara otomatis akan
diperoleh suatu manfaat yang tidak kecil artinya manfaat bagi guru / peneliti yaitu sebagai usaha  untuk  memperbaiki  kinerjanya  dan  sebagai  usaha  untuk  meningkatkan profesionalismenya.  Dan  manfaat  bagi  siswa  yaitu  siswa  mampu  meningkatkan pemahaman, siswa dapat mengembangkan daya nalar, menimbulkan rasa percaya diri. Berdasarkan paparan hasil analisis data di atas, maka dapat diketahui adanya peningkatan hasil belajar siswa kelas V setelah mengikuti proses pembelajaran dengan  media  pembelajaran  berupa  power  point.  Penggunaan  media  pembelajaran  dapat meningkatkan hasil proses belajar. ini terbukti dengan semakin meningkatnya siswa yang tuntas dalam proses pembelajaran. Rata-rata nilai pada pra siklus 63,48, pada siklus 1  77,39,  sedangkan  pada  siklus  2  menjadi  81,30.  Ketuntasan  Belajar  pada  pra  siklus 30,43%, pada siklus 1  78,26%, sedangkan pada siklus 2   86,96%  .

8. Penggunaan Media Gambar Dalam Penerapan Metode Discovery Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Pada Siswa Kelas III SD Semester 1

 ABSTRAK


Kata Kunci: Metode Discovery, Media Gambar, Hasil Belajar, IPA

IPA  berhubungan  dengan  cara  mencari  tahu  tentang  alam  secara  sistimatis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kesimpulan pengetahuan yang berupa fakta– fakta,  konsep-konsep  atau  prinsip-prinsip  saja  tetapi  juga  merupakan    suatu  proses penemuan sehingga sulit dipahami siswa. Siswa tidak berani menjawab pertanyaan dari guru  pada  awal  pelajaran,  siswa  tidak  berani  bertanya,  konsentrasi  siswa  dalam pembelajaran rendah, hanya siswa tertentu saja yang aktif dalam diskusi kelas dan siswa cenderung lupa pada pelajaran yang sudah diberikan. Hal itu disebabkan karena guru kurang kreatif, dalam kegiatan mengajar hanya berceramah saja, media kurang lengkap, metode  kurang  bervariasi  serta  kurang  melibatkan  siswa,  mendominasi  waktu  dalam kegiatan belajar mengajar, membatasi kreatifitas siswa dan belum menggunakan metode yang menarik. Salah satu metode pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa  yaitu  metode  discovery  dengan  memanfaatkan  media  gambar.  Penelitian  ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah  penggunaan  media  gambar  dalam  penerapan  metode  discovery  dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada materi pertumbuhan makhluk hidup siswa kelas III SD Negeri 3 Purwodadi Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan semester 1 tahun pelajaran 2011/2012?. 
Penelitian  tindakan  kelas  ini  dilaksanakan  dalam  dua  siklus,  dengan  subyek penelitian siswa kelas III SD Negeri 3 Purwodadi semester 1 tahun pelajaran 2011/2012
yang  berjumlah  46  siswa.  Setiap  siklus  terdiri  dari  tahapan  perencanaan  (    planning),
implementasi/tindakan (    action), observasi (    observation    ), dan refleksi (    reflection). Siklus I
dilaksanakan pada minggu kedua bulan November 2011. Hasil belajar pada siklus I yang diperoleh dari tes yang dilaksanakan pada akhir pertemuan siklus I dengan ketuntasan klasikal 74% atau 34 siswa. Siklus II dilaksanakan pada minggu ketiga bulan November
2011.      Hasil  belajar  pada  siklus  II  diperoleh  dari  tes  yang  dilaksanakan  pada  akhir pertemuan siklus II  dengan ketuntasan klasikal 89% atau 41 siswa. 
Saran yang dapat diambil dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini adalah: Bagi guru, dengan dilaksanakannya penelitian tindakan kelas ini guru dapat menggunakan media gambar dalam penerapan metode discovery untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa.  Bagi  Siswa,  meningkatkan  aktivitas  belajar  siswa  dalam  melaksanakan pembelajaran  IPA  sehingga  pemahaman  konsep  yang  lebih  baik  sudah  pasti  akan meningkatkan hasil belajar IPA. Bagi Sekolah, memberi masukan kepada guru tentang upaya  peningkatan  hasil  belajar dalam  pembelajaran  IPA  melalui  penggunaan  media gambar dalam penerapan metode discovery.
File Selengkapnya.....

7. Pengaruh Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik Menggunakan Alat Peraga Materi Sifat-Sifat Bangun Ruang Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V Sd Semester II

 ABSTRAK


Kata Kunci : Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik dan Hasil Belajar ,

Pembelajaran yang  terjadi di  sekolah  masih didominasi guru  sehingga pembelajaran yang dilakukan di  sekolah kurang  efektif. Sebagai pendidik  harus mengetahui dan dapat membuat sebuah pembaharuan dalam dunia pendidikan agar dapat mengembangkan proses pembelajaran yang kondusif sehingga dapat diperoleh hasil yang maksimal. Salah satu bentuk pembeharuan pembelajaran adalah dengan mengaitkan kehidupan yang  kongkrit, menggunakan  alat peraga, menarik  dan bermakna  bagi siswa.  Bukan masanya  lagi seorang  guru hanya mengandalkan ceramah dalam  menyampaikan  materi. Guru dituntut  untuk aktif  dan  kreatif membimbing peserta didik mencapai tujuan pembelajaran, maka dari itu peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan pendekatan pembelajaran matematika
realistik.
Jenis penelitian  ini  adalah penelitian  eksperimen. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 2 Geneng dan SDN Gersi Kecamatan Jepon  Kabupaten Blora dengan  jumlah 38 siswa. Analisis  perbedaan menggunakan analisis Independent Sample Test dengan bantuan program statistik
SPSS     16.0     for Windows    ., analisis ini digunakan  untuk  mengetahui  Pengaruh
pendekatan pembelajaran  matematika realistik materi sifat-sifat bangun ruang menggunakan alat peraga terhadap hasil belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. 
Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata     postest hasil belajar siswa
pada kelompok eksperimen sebesar 83,95, lebih besar dari pada nilai rata-rata hasil belajar siswa pada kelompok kontrol sebesar 73,95. Selisih rata-rata antara kelas kontrol dan kelas eksperimen sebesar 10,00. Sedangkan hasil penelitian dengan analisis data yang dilakukan dengan teknik uji t-tes diketahui bahwa nilai t adalah 3,373 dengan probabilitas signifikan sebesar 0,002. Berdasarkan hasil uji T-test dan nilai  signifikansi  0,002<0 ada="" alat="" analisis="" bahwa="" berdasarkan="" br="" dan="" dapat="" dari="" dengan="" disimpulkan="" eksperimen="" hasil="" kelas="" kontrol="" maka="" matematika="" menggunakan="" nbsp="" nilai="" pada="" pembelajaran="" pendekatan="" pengaruh="" peraga="" perbedaan="" postest="" rata-rata="" realistik..="" realistik="" selisih="" serta="" signifikan="" t-test="" teknik="" terdapat="" tidak="" uji="" yang="">materi  sifat-sifat bangun ruang  terhadap hasil belajar  siswa kelas V SDN 2
File Selengkapnya.....

6. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Pada Siswa Kelas III SD Semester II

 BAB I
PENDAHULUAN 


1.1  Latar Belakang Masalah
Matematika adalah suatu alat untuk mengembangkan cara berfikir, sehingga matematika  sangat  dibutuhkan  dalam  menyelesaikan  permasalahan  kehidupan sehari-hari. Oleh karenanya pelajaran matematika harus sudah diberikan sejak dini kepada anak yaitu sejak anak duduk di bangku Sekolah Dasar bahkan Taman Kanak- kanak. Namun jika dilihat perkembangan dunia pendidikan Sekolah Dasar pada saat ini  belumlah menggembirakan, terlebih  pelajaran  matematika  yang  masih  menjadi momok bagi siswa. 
Dalam  pandangan  siswa  SD  secara  umum,  mata  pelajaran  matematika merupakan mata pelajaran yang susah untuk dimengerti. Indikasi yang paling mudah ditemukan adalah hasil belajar siswa yang cenderung kurang memuaskan. Terutama pada  perolehan  nilai  yang  rata-rata  dibawah  mata  pelajaran  lain.  Hal  tersebut dirasakan oleh guru, orang tua dan oleh siswa itu sendiri. 
Sebagian  besar  siswa  dan  orang  tua  siswa  memandang  bahwa  pelajaran matematika  merupakan  pelajaran  yang  sulit  bahkan  menakutkan.  Dan  sebagian orang tua yang lain merasa bangga jika anak mereka pandai dalam hal matematika, sehingga memaksa mereka untuk rajin belajar melalui les privat, bimbingan belajar maupun membimbing sendiri anak mereka tanpa memperhatikan keinginan mereka. Hal itulah yang menyebabkan siswa tidak merasa senang belajar matematika bahkan siswa merasa terpaksa apabila belajar matematika. 
Kenyataan dilapangan menunjukkan bahwa siswa SD kelas III masih banyak melakukan  kesalahan  dalam  menyelesaikan  soal-soal  tentang  masalah  yang berhubungan  dengan  pecahan.  Dari  materi  tersebut  yang  diberikan  oleh  guru kenyataannya, dari 10 soal matematika tentang pecahan, masih ada 20 siswa dari 47 siswa  kelas  III  yang  tidak  dapat  mengerjakan  soal  karena  siswa  tidak  aktif memperhatikan proses pembelajaran yang sedang berlangsung. Disamping banyak anak yang kurang aktif dalam pembelajaran, juga dikarenakan dalam penyampaian materi, guru masih masih menggunakan metode ceramah dan metode tugas saja, sehingga  menyebabkan  siswa  kurang  aktif  dalam  pelajaran  tersebut. Siswa  yang  mempunyai  kesulitan  dalam  memahami  konsep  pelajaran matematika merupakan suatu masalah yang perlu segera ditangani pemecahannya. Dengan  masalah  ini  dikhawatirkan  akan  mengakibatkan  siswa  tersebut  kurang memahami  permasalahan-permasalahan  dalam  kehidupan  sehari-hari  yang berhubungan dengan matematika.
Guru yang bertugas merangsang dan membina perkembangan intelektual dan membina  pertumbuhan  sikap-sikap  dan  nilai-nilai  dalam  diri  anak  mempunyai wewenang  untuk  menentukan  cara  atau  metode  yang  dianggap  tepat  dan  efektif untuk  dapat  menjadi  solusi  bagi  permasalahan  di  atas.  Guru  dapat  menerapkan metode pembelajaran kooperatif dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. 
Model pembelajaran kooperatif ini lebih ditemukan pada sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau membantu diantara sesama dalam struktur kerjasama  yang teratur dalam kelompok. Yang terdiri atas dua orang atau lebih. Keberhasilan model  pembelajaran  ini  sangat  dipengaruhi  oleh  keterlibatan  dari  sikap  anggota kelompok  itu  sendiri.  Jadi  keberhasilan  dalam  pembelajaran  bukan  semata-mata harus diperoleh oleh guru, melainkan bisa juga dari pihak lain yang terlibat dalam pembelajaran  ini  yaitu  teman  sejawat  dan  dilakukan  bersama-sama  dalam kelompokm  kecil  yang  berstruktur  dengan  baik.  Pembelajaran  kooperatif  diduga mampu meningkatkan hasil belajar Matematika pada siswa kelas III SD Negeri 2 Kedungrejo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan.
File Selengkapnya.....

5. Penerapan Metode Inkuiri Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Pada Siswa Kelas IV Semester 2 SD N

 ABSTRAK


Kata Kunci: Metode Inkuiri, IPA, Hasil Belajar.

 Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah (1) rendahnya perolehan hasil belajar mata pelajaran IPA di SD Negeri 3 Tunggak  Kecamatan Toroh (2) rendahnya kinerja  belajar  siswa  dan  kemampuan  guru  dalam  mengelola  pembelajaran  yang berkualitas. Untuk memecahkan masalah tersebut maka alternatif tindakan yang diambil adalah  dengan  menerapkan  metode  inkuiri  dalam  pembelajaran  IPA.  Dengan  metode inkuiri siswa diarahkan untuk menemukan jawaban suatu permasalahan melalui beberapa langkah penyelidikan dengan bimbingan guru. 
Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar siswa dengan menerapkan metode inkuiri pada mata pelajaran IPA. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan yaitu bulan Februari sampai dengan April 2012. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri  3  Tunggak,  Kecamatan  Toroh,  Kabupaten  Grobogan  pada  Semester  2  Tahun Pelajaran 2011 / 2012, yang berjumlah 20 siswa, yang terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Penelitian ini berhasil jika  80% siswa tuntas dengan rata-rata kelas diatas 75.
Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari dua siklus, masing-masing siklus terdiri atas
4   tahap  yaitu  perencanaan    (planning), pelaksanaan  tindakan     (acting),  pengamatan
(observing), dan refleksi     (reflecting). Dalam pelaksanaan  penelitian, peneliti melibatkan
teman  sejawat  sebagai  pengamat.  Sumber  data  diperoleh  melalui  teknik  tes  dan observasi.  Analisis  data  dilakukan  dengan  menggunakan  analisis  deskripsi  komparatif yaitu membandingkan hasil belajar prasiklus, siklus 1 dan siklus 2.
Hasil  penelitian  menunjukan  bahwa  hasil  belajar  siswa  mengalami  peningkatan. Pada prasiklus nilai rata-rata kelas 58.5 dengan ketuntasan belajar 40 %, pada siklus 1 meningkat menjadi 72 dan 70 % dan pada siklus 2 menjadi 82 dengan ketuntasan 90%. Dari  hasil  observasi  dapat  disimpulkan  bahwa  proses  pembelajaran  IPA  berlangsung dengan aktif, siswa sudah saling berinteraksi lebih aktif dalam pembelajaran. Kemampuan guru dalam mengelola proses pembelajaran mengalami perubahan positif. Pengelolaan pembelajaran guru pada siklus 1 berada pada kategori baik dan pada siklus 2 berada pada kategori sangat baik. 
File Selengkapnya.....

4. Pembelajaran Yang Menyenangkan Melalui Penerapan Brin Gym Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD Pada Mata Pelajran IPA Semester II

ABSTRAK

Kata kunci: Pembelajaran yang Menyenangkan, Brain Gym, Hasil Belajar, IPA

Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah kondisi pembelajaran yang kurang menyenangkan dan tidak membiasakan siswa untuk mengembangkan potensi  berpikirnya  mengakibatkan  siswa  cenderung  menjadi  malas  berpikir secara mandiri sehingga hasil belajar mata pelajaran IPA siswa sebagian besar rendah (di bawah KKM yaitu 60), sehingga perlu ditunjang adanya pemilihan metode  yang  tepat  dan  strategi  dalam  menciptakan  pembelajaran  yang menyenangkan, khususnya pada mata pelajaran IPA. Salah satau strategi untuk menciptakan Pembelajaran yang Menyenangkan (   Joyful Learning ), salah satunya adalah dengan menerapkan metode Brain Gym. Rumusan  permasalahan  dalam  penelitian  ini  adalah  ÒApakah  dengan Pembelajaran yang Menyenangkan (Joyful Learning) melalui penerapan  Brain Gym dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran IPA di SD Negeri 1 Rojoimo?Ó. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui pembelajaran yang menyenangkan dengan penerapan metode Brain Gym. Penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas tipe kolaborasi yang dilakukan dalam dua siklus. Pada siklus I direncanakan 3 kali pertemuan, dan siklus  II  direncanakan  2  kali  pertemuan.  Instrumen  pengumpulan  data  yang digunakan yaitu berupa lembar observasi dan butir soal tes. Hasil  yang  diperoleh  dalam  penelitian  ini  adalah  terjadi  peningkatan pemahaman  yang  ditandai  dengan  ketuntasan  hasil  belajar.  Peningkatan pemahaman belajar siswa tersebut terjadi secara bertahap, dimana pada Pra Siklus hanya terdapat 16 siswa (45,7%) yang telah tuntas dalam belajarnya, pada Siklus I melalui  3  pertemuan  ketuntasan  belajar  siswa  meningkat  menjadi  31  siswa (88,6%) yang telah tuntas, dan pada Siklus II ketuntasan belajar siswa 100%. Bagi siswa yang belum dapat memahami materi dengan metode ceramah dapat menggunakan pembelajaran menyenangkan melalui penerapan Brain Gym          karena meningkatkan kemampuan belajar, menumbuhkan rasa percaya diri dan membangun rasa kebersamaan dengan menggunakan keseluruhan otak.
File Selengkapnya.....

3. Metode Kooperatif Tipe Group Investigation (TGT)- Kewirausahaan- Keaktifan Siswa dan Hasil Belajar -S

ABSTRAK

 
Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah apakah dengan penggunaan  metode  pembelajaran  kooperatif  tipe  Group  Investigation  dapat meningkatkan keaktifan siswa dan hasil belajar siswa dalam Mata Pelajaran Kewirausahaan dengan Pokok Bahasan Menganalisis Peluang Usaha kelas XI.6 pada Program Keahlian Multi Media Semester 1 Tahun Pelajaran 2011 / 2012 SMK Kristen Salatiga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keaktifan siswa  dan  hasil  belajar  siswa  pada  mata  pelajaran  kewirausahaan,  pokok bahasan Menganalisis Peluang Usaha dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation di kelas XI.6 Program Keahlian Multi Media, semester  1  Tahun  Pelajaran  2011/2012  SMK  Kristen  Salatiga.  Keberhasilan proses  yang  dinyatakan berhasil  bila  rata-rata  aktivitas belajar  siswa  sudah mencapai skor lebih dari atau sama dengan 80 % dan nilai Keaktifan siswa sudah mencapai skor lebih dari atau sama dengan empat atau kategori baik. Ketuntasan hasil belajar siswa minimal 80 % dari keseluruhan siswa yang telah mendapat nilai minimal 70.
Penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan kelas. PTK adalah penelitian  yang  dilakukan  secara  bertahap  yang  sebelumnya  diadakan  studi pendahuluan. Studi pendahuluan itu bertujuan untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi siswa dalam pembelajaran. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI.6 Program Keahlian Multi Media. Penelitian ini terdiri dari dua siklus, tiap  siklus  terdiri  dari  perencanaan,  tindakan,  observasi  dan  refleksi.  Data  penelitian ini diperoleh dari instrumen tes berupa soal kuis akhir siklus I dan siklus II. Sementara itu, instrumen nontes berupa lembar observasi, wawancara dan angket. Analisis data tes dilakukan dengan menggunakan teknik kuantitatif, sedangkan analisis data nontes menggunakan teknik kualitatif.
Hasil  keberhasikan proses  pada penelitian  ini  adalah  keaktifan  siswa pada siklus I menunjukkan nilai empat atau kategori baik dan pada siklus II menunjukkan nilai lima atau kategori sangat baik. Sebelum tindakan rata-rata hasil belajar yang disapai siswa sebesar 63,08 dan ketuntasan belajar sebesar 36,00  %  .  Rata-rata  hasil  belajar  siswa  pada  siklus  I  sebesar  87,88  dan ketuntasan belajar sebesar 96,00 %. Rata-rata hasil belajar siswa pada siklus II sebesar 94,92 dan ketuntasan belajar  sebesar 100 %.
Berdasarkan  hasil  penelitian  dapat  disimpulkan  bahwa  penggunaan metode pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dapat  meningkatkan keaktifan siswa dan hasil belajar siswa pada Mata Pelajaran kewirausahaan pokok bahasan Menganalisis Peluang Usaha  kelas XI.6 Program Keahlian Multi Media Semester 1 Tahun Pelajaran 2011/2012 SMK Kristen Salatiga.

Kata kunci : Group Investigation, Keaktifan siswa, hasil belajar.
File Selengkapnya.....

Teman KoleksiSkripsi.com

Label

Administrasi Administrasi Negara Administrasi Niaga-Bisnis Administrasi Publik Agama Islam Akhwal Syahsiah Akuntansi Akuntansi-Auditing-Pasar Modal-Keuangan Bahasa Arab Bahasa dan Sastra Inggris Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Bimbingan Konseling Bimbingan Penyuluhan Islam Biologi Dakwah Ekonomi Ekonomi Akuntansi Ekonomi Dan Studi pembangunan Ekonomi Manajemen Farmasi Filsafat Fisika Fisipol Free Download Skripsi Hukum Hukum Perdata Hukum Pidana Hukum Tata Negara Ilmu Hukum Ilmu Komputer Ilmu Komunikasi IPS Kebidanan Kedokteran Kedokteran - Ilmu Keperawatan - Farmasi - Kesehatan – Gigi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Keperawatan Keperawatan dan Kesehatan Kesehatan Masyarakat Kimia Komputer Akuntansi Manajemen SDM Matematika MIPA Muamalah Olahraga Pendidikan Agama Isalam (PAI) Pendidikan Bahasa Arab Pendidikan Bahasa Indonesia Pendidikan Bahasa Inggris Pendidikan Biologi Pendidikan Ekonomi Pendidikan Fisika Pendidikan Geografi Pendidikan Kimia Pendidikan Matematika Pendidikan Olah Raga Pengembangan Masyarakat Pengembangan SDM Perbandingan Agama Perbandingan Hukum Perhotelan Perpajakan Perpustakaan Pertambangan Pertanian Peternakan PGMI PGSD PPKn Psikologi PTK PTK - Pendidikan Agama Islam Sastra dan Kebudayaan Sejarah Sejarah Islam Sistem Informasi Skripsi Lainnya Sosiologi Statistika Syari'ah Tafsir Hadist Tarbiyah Tata Boga Tata Busana Teknik Arsitektur Teknik Elektro Teknik Industri Teknik Industri-mesin-elektro-Sipil-Arsitektur Teknik Informatika Teknik Komputer Teknik Lingkungan Teknik Mesin Teknik Sipil Teknologi informasi-ilmu komputer-Sistem Informasi Tesis Farmasi Tesis Kedokteran Tips Skripsi