Isikan Kata Kunci Untuk Memudahkan Pencarian

Memuat...

Perpustakaan Skripsi Online

Perpustakaan Skripsi Online


Perkembangan pendidikan secara nasional di era reformasi, yang sering disebut-sebut oleh para pakar pendidikan maupun oleh para birokrasi di bidang pendidikan sebagai sebuah harapan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di negeri ini dengan berbagai strategi inovasi, ternyata sampai saat ini masih belum menjadi harapan. Bahkan hampir dikatakan bukan kemajuan yang diperoleh.

Kalimat tersebut mungkin sangat radikal untuk diungkapkan, tapi inilah kenyataan yang terjadi dilapangan, sebagai sebuah ungkapan dari seorang Dosen yang mengkhawatirkan perkembangan pendidikan dewasa ini.

Seperti yang kita ketahui bahwa karya ilmiah, baik yang berupa skripsi, thesis, jurnal, penelitian, dan lainnya kini hanya menumpuk diperpustakaan dan dalam rak-rak buku kampus-kampus. Banyak juga karya ilmiah dari hasil mahasiswa yang sudah lulus menjadi tidak berguna karena hanya disimpan sebagai "kenang-kenangan". Padahal kalau karya tersebut terpublikasikan, besar peluangnya untuk menjadi sumber inspirasi dan media pengembangan bagi masyarakat yang haus dan peduli terhadap ilmu pengetahuan.

Berkembangnya ilmu pengetahuan tak luput dari semua pihak baik pemerintah, guru, dosen, mahasiswa dan seluruh komponen masyarakat mempunyai peranan yang besar, karena semakin kita tak peduli dengan itu, maka dampak yang ditimbulkannya dapat kita rasakan sekarang, budaya konsumerisme bangsa, meningkatnya pengangguran dan kriminalitas, selanjutnya bangsa ini akan tergilas oleh arus globalisasi yang sedemikian kompleks.

Hadirnya media online ini diharapkan dapat membantu teman-teman dalam menyusun karya ilmiah. Walaupun kami sadar terjadinya pro kontra tentang media online seperti ini karena berkaitan dengan karya akademik. Hal ini dikhawatirkan terjadinya plagiat. Plagiat adalah pendapat karya atau hasil penelitian orang lain yang diakui sebagai pendapat, karya, atau hasil penelitian sendiri. Bentuk-bentuk yang dikategorikan kegiatan plagiat adalah:
1. Mengutip pendapat orang lain tanpa menyebut sumbernya.
2. Menjiplak seluruhnya atau sebagian hasil karya orang lain, seperti makalah, skripsi, tesis, disertasi.

Untuk menghindari hal tersebut, kami sediakan forum diskusi bagi member untuk membahas karya ilmiah yang sedang dibuat.

KoleksiSkripsi.com adalah situs perpustakaan skripsi online. Kami berharap dengan adanya situs ini dapat bermanfaat dan dapat membantu dalam menyelesaikan karya ilmiah Anda. Suatu usaha tak akan menjadi sia-sia kalau kita mulai dengan niat baik dan sungguh-sungguh dalam menjalankannya, kami akan selalu terbuka jika ada saran kritik yang membangun dari anda.

Salam sukses, www.KoleksiSkripsi.com

37. Upaya Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Make A Match Pada Siswa Kelas 1 SD

ABSTRAK


BIYONO. 2012. Upaya Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Make a Match Pada Siswa Kelas I SD Madugowongjati 02 Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang Tahun Pelajaran 2011/2012. Program Sarjana (S1) Kependidikan Bagi Guru Dalam Jabatan. Program Studi PGSD-FKIP-Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. Pembimbing: Adi Winanto,S.Pd.M.Pd
Kata Kunci: Hasil Belajar, Matematika , Make A Match
Latar belakang masalah penelitian ini adalah pembelajaran matematika di Kelas I SD Madugowongjati 02 Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang belum mencapai hasil yang diharapkan khususnya untuk materi penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka dimana dari 18 siswa baru 8 siswa yang mencapai tuntas belajar. Untuk mengatasi masalah tersebut penulis merumuskan cara pemecahan masalah yaitu merancang pembelajaran yang mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran matematika, pembelajaran yang menjadikan siswa tidak takut belajar matematika. Model pembelajaran yang dipilih penulis dan diyakini mampu mengatasi masalah pembelajaran matematika tersebut adalah pembelajaran kooperatif Make A Match
Jenis Penelitian ini adalah jenis penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatan hasil belajar Matematika Pada Siswa Kelas I SD Madugowongjati 02 Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang Tahun Pelajaran 2011/2012. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas, yang terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus terdiri atas tahapan perencanaan tindakan (planning), pelaksanaan tindakan (acting) dan pengamatan (observing), dan yang terakhir refleksi (reflecting). Data yang diperoleh meliputi data hasil belajar berupa nilai ulangan siswa, data proses pembelajaran dan aktifitas siswa hasil pengamatan oleh teman sejawat. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskripsi komparatif yaitu membandingkan hasil pra siklus, hasil siklus satu dan hasil siklus dua.
Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan yaitu bulan Pebruari sampai dengan bulan April 2012 , subjek peneltiian adalah siswa Kelas I SD Madugowongjati 02 Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang Tahun Pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 18 siswa, yang terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 5 siswa perempuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara teoritik maupun secara empirik melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Make A Match mampu meningkatkan hasil belajar siswa Kelas I mata pelajaran matematika materi penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka di SD Madugowongjati 02 Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang Tahun Pelajaran 2011/2012. Hasil analisa data menunjukan bahwa telah terjadi peningkatan nilai rata-rata kelas dari 60 pada pra siklus menjadi 88 pada siklus II. Jumlah siswa yang tuntas belajar meningkat dari 8 siswa atau 44 % pada pra siklus menjadi 18 siswa atau 100 % siswa tuntas. Karena indikator keberhasilan penelitian ini adalah 85 % siswa tuntas belajar maka penelitian ini dianggap berhasil.
. Guru disarankan agar selalu berusaha menciptakan suasana pembelajaran matematika sedemikian rupa sehingga siswa senang, siswa aktif dan kreatif dalam belajar.

36. Upaya Peningkatan Hasil Belajar Matematika Dengan Metode Kerja Kelompok Tentang Operasi Hitung Campuran Pada Siswa Kelas IV SD

ABSTRAK

Syuhada Muhammad Ali. 2012. Upaya Peningkatan Hasil Belajar Matematika Dengan Metode Kerja Kelompok Tentang Operasi Hitung Campuran Pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri Purbo 03 Kecamatan Bawang Kabupaten Batang Semester 2 Tahun Pelajaran 2011/2012. Program Sarjana Kependidikan Guru Dalam Jabatan Program Studi S1 PGSD FKIP Universitas Kristen Satya Wacana. Pembimbing : Drs. Susiyanto, M.Pd.
Kata Kunci : Hasil Belajar, Penerapan Metode Kerja Kelompok.
Matematika merupakan salah satu mata pelajaran pokok di sekolah, yang ada di setiap jenjang pendidikan dan menengah. Matematika juga menjadi salah satu dari tiga mata palajaran yang dimasukkan dalam UASBN selain Bahasa Indonesia dan IPA. Namun dalam pembelajaran materi operasi hitung campuran bilangan bulat belum menunjukkan hasil yang optimal.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan metode kerja kelompok dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pengerjaan mencari hasil operasi hitung campuran.
Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan mengacu pada pendapat dari Kurt Lewin yang merancang bahwa penelitian tindakan kelas ini menggunakan 2 siklus yang terdiri dari 4 langkah yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi
Subyek Penelitian adalah siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri Purbo 03 Kecamatan Bawang Kabupaten Batang Semester II Tahun 2011/2012, yang berjumlah 14 siswa dengan pendistribusian siswa laki – laki 7 siswa dan perempuan 7 siswa.
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar siswa untuk mata pelajaran matematika pada materi operasi hitung campuran yang dibuktikan dengan hasil yang diperoleh ada peningkatan dari Pra Siklus hanya 5 siswa atau 36% yang telah mencapai ketuntasan nilai ≥ 7,0 dan pada Siklus I menjadi 8 siswa atau 57 % telah memenuhi kriteria ketuntasan nilai. Sedangkan hasil tes siklus II setelah pelaksanaan tindakan perbaikan, data siswa yang mendapat nilai ≥ 7,0 sebanyak 11 siswa. Jadi telah mencapai ketuntasan hasil belajar 79% “ Ada 3 siswa yang belum mencapai ketuntasan karena termasuk anak berkebutuhan khusus ( ABK )”
Dengan melihat hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penelitian ini mampu menjawab tujuan penelitian yaitu dengan penerapan metode kerja kelompok dapat meningkatkan hasil belajar matematika dalam mencari hasil operasi hitung campuran pada siswa Kelas IV SD Negeri Purbo 03 Kecamatan Bawang Kabupaten Batang Semester II Tahun Pelajaran 2011 / 2012.
Akhirnya penulis menyarankan agar guru untuk selalu kreatif dalam menyajikan pembelajaran dengan menggunakan metode – metode yang dapat menarik minat siswa, sehingga matematika yang selama ini menjadi momok bagi siswa akan berubah menjadi pelajaran yang sangat menyenangkan bagi mereka. Penerapan metode pemecahan masalah melalui kerja kelompok dapat membawa siswa aktif, kreatif, menyenangkan dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.



35. Upaya Peningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran Matematika Tentang Penjumlahan Dengan Menggunakan Metode Diskusi Pemecahan Masalah Dalam Kelompok Pada Siswa Kelas 1 Semester I SD

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang Masalah
Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern mempunyai peran penting dengan berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia.
Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dilandasi oleh perkembangan metematika di bidang teori bilangan, aljabar, analisis, teori peluang, dan matematika diskrit.
Untuk menguasai dan menciptakan teknologi dimasa depan diperlukan penguasaan matematuka yang kuat sejak dini.
Mata pelajaran matematika perlu diberikan kepada siswa mulai dari sekolah dasar untuk membekali para siswa dengan kemampuan berfikir logis, analisis, kritis, sistematis, dan kreatif,serta kemampuan kerjasama.
Kompetensi tersebut diperlukan agar siswa dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengolah dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah.
Pembelajaran matematika di sekolah dasar merupakan salah satu mata pelajaran yang mendasar karena akan terus berkesinambungan ke jenjang yang lebih tinggi. Belajar matematika amatlah erat dengan rumus-rumus serta konsep-konsep yang saling terkait.
Mungkin, karena hal inilah yang telah mengakibatkan orang beranggapan jika pelajaran matematika itu sulit dan menjadi pelajaran momok bagi siswa. Untuk menghapus kesan tersebut, tugas bagi guru adalah harus dapat menentukan strategi pembelajaran yang tepat sehingga proses pembelajaran dapat berhasil sesuai yang diharapkan.
Strategi pembelajaran yang dimaksud meliputi pemilihan metode, teknik penggunannya, langkah-langkah pembelajaran yang disusun, serta media atau alat peraga pembelajaran yang akan digunakan.
Seperti kenyataan yang terjadi di Sekolah Dasar Negeri 3 Wirosari,Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, menganggap mata pelajaran matematika sebagai pelajaran yang sulit dan ditakuti sehingga sebagian besar siswa kurang tertarik dan enggan pada mata pelajaran matematika. Hal ini yang menyebabkan nilai yang dicapai siswa rata-rata kurang.
Ini terbukti dengan penetapan KKM khusus mata pelajaran matematika paling rendah dibanding untuk mata pelajaran lainnya. Dari hasil evaluasi sebelum perbaikan pembelajaran diperoleh hasil kurang maksimal karena anak merasa takut mengemukakan pendapat sehingga banyak yang dibawah KKM (6,5) yang diperoleh dari 30 siswa yang mencapai nilai ketuntasan minimal hanya 7 siswa atau sama dengan 23,3%,
sedang 23 siswa (76,6%) lainnya belu m mencapai prestasi yang mengembirakan. Rata-rata hanya 52,03 dengan nilai terendah 40 dan nilai tertinggi 80. Untuk mengatasi permasalahan siswa yang berprestasi rendah penggunaan media merupakan suatu alternatif yang sangat tepat.

File Selengkapnya.....

34. Upaya Peningkatan Hasil Belajar Ipa Melalui Pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL) Dengan Menemukan Sendiri Siswa Kelas IV SD Semester Ii

 ABSTRAK


Kata Kunci: hasil belajar, pendekatan Contextual Teaching Learning (menemukan sendiri).

Latar  belakang  masalah  dalam  penelitian  ini    di  dasarkan  adanya  tujuan pembelajaran IPA yang menuntut keterlibatan siswa untuk aktif dan mengaktualisasikan konsep materi yang sudah dipelajari. Salah satu cara untuk mengaktifkan siswa yakni dengan  menggunakan  pendekatan  contextual  teaching  learning  (CTL)  dengan menemukan sendiri konsep yang telah dipelajari.
Rumusan  permasalahan  dalam  penelitian  ini  adalah:  “Apakah  penggunaan
pendekatan     contextual  teaching  learning     (CTL)     dengan  menemukan  sendiri  dapat
meningkatkan  hasil  belajar  IPA  siswa  kelas  IV  SD  Negeri  Salatiga  12  kecamatan Sidorejo Kota Salatiga semester 2 tahun ajaran 2011/2012”.
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Model PTK yang digunakan adalah model spiral dari C. Kemmis dan Mc Taggart, R dengan menggunakan
2  siklus, masing-masing siklus terdiri dari 3 tahap yakni 1) perencanaan tindakan, 2) pelaksanaan tindakan dan observasi, dan 3) refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri Salatiga 12 sebanyak 37 siswa. Teknik pengumpulan data dengan teknik tes dan teknik non tes (observasi). Adapun instrumen penelitiannya dengan menggunakan butir-butir soal dan lembar observasi. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif komparatif yang membandingkan antar siklus. meliputi mean, skor minimal-maksimal, persentase.
Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar IPA dengan kompetensi  gaya  yang  dapat  mengubah  gerak  suatu  benda  melalui  penggunaan pendekatan CTL dengan menemukan sendiri. Hal ini nampak pada peningkatan hasil perbandingan antara siklus. Skor rata-rata yang diperoleh di kondisi pra siklus sebesar 74,51 naik menjadi 92,42 pada siklus 1 dan pada siklus 2 naik lagi menjadi 94,76. Adapun ketuntasan belajar klasikal pada kondisi pra siklus 67,57 %, siklus I naik menjadi 78,38%  dan pada siklus 2 naik menjadi 100%. Sedangkan skor minimal pada kondisi prasiklus sebesar 46, pada siklus 1 naik menjadi 75,33 dan pada siklus 2 tetap 90,17. Sedangkan skor maksimal pada kondisi prasiklus 96 dan siklus 1 sebesar 99,42 dan siklus
2  naik menjadi 99,75.
Hasil penelitian ini disarankan untuk diterapkan dalam pembelajaran IPA SD dengan  menyesuaikan  kompetensi  yang  akan  dicapai dan  hasil  penelitian  ini  dapat dikembangkan  dalam  penelitian  yang  terkait  dengan  pendekatan  pembelajaran  dan penilaian hasil belajar siswa.
 File Selengkapnya.....

33. Upaya Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran IPS Dengan Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Siswa Kelas IV SD Semester II

 ABSTRAK 


Kata Kunci:Motivasi,  Hasil Belajar, Pembelajaran  Kooperatif  Tipe Make  a Match.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi dan  hasil
belajar siswa dengan menerapkan pembelajaran kooperatif tipe     make a match   
pada mata pelajaran IPS siswa kelas IV Semester II SD Negeri Karanganyar 03 Kecamatan Geyer  Kabupaten Grobogan Tahun Pelajaran 2011/2012.  Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus  terdiri dari tahap-tahap,  yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan  tindakan, observasi dan refleksi.  Pada siklus I  terdiri  dari tigapertemuan, sedangkan  siklus II juga terdiri dari tiga pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri  Karanganyar 03  Kecamatan Geyer  Kabupaten Grobogan sejumlah 23 orang siswa.
Teknik  pengumpulan data  yang dilakukan yaitu dengan menggunakan lembar observasi. Data yang telah diperoleh ditabulasi kemudian diolah dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, sedangkan untuk menganalisis data observasi,  angket dan  tes  yang  sudah diolah dengan  menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Kriteria keberhasilan dalam penelitian ini yaitu 80 % dari seluruh siswa kelas IV  telah  mencapai atau  melebihi Kriteria  Ketuntasan Minimum (KKM) yaitu 60(≥60). Hasil penelitian  menunjukkan  pada  kondisi awal siswa  yang  nilainya memenuhi  KKM terdapat 10 siswa (43,47%). Siklus I  menerapkan  metode pembelajaran kooperatif tipe     make a match terjadi peningkatan cukup signifikan yaitu terdapat 16 siswa memenuhi KKM (69.56%).Pada siklus II terdapat 20 siswa memenuhi KKM (86,95%).Sedangkan peningkatan motivasi belajar siswa pada pembelajaran motivasi siswa pada kondisi awal yang sangat tinggi dan tinggi ada 10 siswa (43,47%), siklus I ada 18 siswa ( 78,26%), pada siklus yang ke II ada 20 siswa (86,95%), motivasi belajar sedang dan rendah pada kondisi awal ada 13 siswa (56,52%), pada siklus I ada 5 siswa (21,73%), pada siklus II ada 3 siswa (13,04%),  sedangkan  motivasi siswa yang sangat rendah  tidak  ada. Jadi peningkatan motivasi belajar siswa dari yang sangat tinggi dan tinggi dari kondisi awal 43,47% menjadi 78,26% pada siklus I, sedangkan oada siklus II motivasi belajar meningkat lagi menjadi 86,95%.Disimpulkan bahwa metode pembelajaran
kooperatif tipe     make a match     pada  mata pelajaran IPS  dapat  meningkatkan
motivasi dan hasil belajar siswa kelas IV Semester II SD Negeri Karanganyar 03 Kecamatan Geyer Kabupaten Grobogan.
 File Selengkapnya.....

32. Upaya Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar IPA Melalui Reward Dan Punisment Pada Siswa Kelas IV SD

BAB I
PENDAHULUAN 


1.1     Latar Belakang Permasalahan
Tujuan  dari  pendidikan  di  Indonesia  yaitu  mencerdaskan  kehidupan bangsa. Kecerdasan  yang dimaksud  adalah pengembangan  manusia  Indonesia seutuhnya dan seluruhnya. Dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, guru memegang peran penting sebagai tenaga pengajar dan pendidik. 
Pengajaran di dalam kelas tidak dapat dilepaskan dari bagaimana cara dan kualitas guru dalam mengajar. Menurut Winarno Surachmad (1980) metode yang dipakai di sekolah kita pada umumnya adalah metode otoriter, metode membatasi kreativitas  pelajar  untuk  tumbuh  sebagai  pribadi-pribadi  yang  gembira menghadapi  pembelajaran.  Oleh  karena  itu  diperlukan  kegiatan  belajar  yang mampu meningkatkan motivasi siswa. Dengan motivasi belajar yang maksimal maka prestasi belajar dapat meningkat juga. Selain itu strategi pengajar sangatlah penting  untuk  menuntaskan  permasalahan  yang  ada  pada  setiap  kegiatan pembelajaran. 
Dalam  melakukan  pembelajaran  siswa  tidak  hanya  dibekali  dengan banyaknya jumlah buku yang beredar dipasaran, tetapi juga bagaimana cara guru untuk membentuk siswa yang kreatif dan inovatif serta memiliki motivasi belajar yang tinggi. Kreatifitas guru sangatlah dituntut untuk menciptakan siswa yang berprestasi.  Berbagai  macam  metode  dan  cara  harus  digunakan  guru  untuk mendapatkan formula yang tepat dalam setiap kegiatan belajar mengajar. Pembelajaran di kelas IV SD Negeri Penawangan 02 menuntut guru agar kreatif sehingga dapat menciptakan pembelajaran yang aktif, menarik, efektif dan menyenangkan.  Hal ini dapat diketahui setelah peneliti melakukan observasi, ternyata  suasana  pembelajaran  di  SD  tersebut  kurang  kondusif.    Banyak ditemukan siswa yang tidak mengikuti pelajaran sebagaimana mestinya sehingga apa yang telah diajarkan guru tidak mampu mereka pahami dengan baik yang berakibat pada hasil belajar yang kurang optimal. Hal ini terlihat dari nilai hasil ulangan  harian  yang  rendah  dan  tidak  memenuhi  standar  KKM.  Sedangkan mayoritas pembelajaran yang diberikan oleh guru pada kelas IV  umumnya masih menerapkan  model  pembelajaran  yang  klasikal  dan  metode  ceramah  dan pemberian tugas seperti mencatat. Akibatnya siswa ramai sendiri dalam proses pembelajaran,  mudah  bosan,  serta  guru  mengalami  kesulitan  dalam mengkondisikan kelas sehingga hasil belajar siswa khususnya nilai ulangan harian rata rata rendah masih rendah yakni rata rata 64.
Selain permasalahan yang telah dikemukakan di atas, siswa kelas IV SDN Penawangan 02 juga memiliki semangat belajar yang rendah. Hal ini dapat terlihat dari sikap siswa  yang tidak antusias dalam proses pembelajaran maupun saat mengerjakan tugas. Siswa juga terkesan menyepelekan proses pembelajaran yang difasilitasi  oleh  guru,  terbukti  dengan  sikap  siswa  yang  seenaknya  dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh guru untuk membangkitkan keaktifan siswa. Siswa juga ramai sendiri jika diberi tugas oleh guru. Motivasi belajar siswa yang rendah ini tentu berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Dan perlu dicari solusi untuk memecahkan masalah tersebut.
Salah satu cara yang dapat diupayakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menerapkan reward dan punishment dalam proses pembelajaran. Pemberian reward dan punishment dalam pembelajaran akan memberikan efek positif pada peningkatan motivasi belajar siswa sehingga hasil belajar siswa juga akan  meningkat.  Hal  ini  disebabkan  karena  pemberian  reward  dapat mengasosiasikan perbuatan dan kelakuan siswa dengan perasaan senang, bahagia, dan biasanya akan membuat mereka melakukan suatu perbuatan yang baik secara berulang-ulang. Sementara punishment yang diartikan sebagai hukuman atau saksi yang merupakan penguatan negatif namun jika diberikan secara tepat dan bijak bisa menjadi alat pembangkit motivasi yang tepat. Tentu hukuman yang diberikan yang diberikan bersifat pedagogik sehingga dapat mendidik  dan memperbaiki siswa kearah yang lebih baik. Maka pemberian reward dan punishment dengan kombinasi yang tepat akan dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Masalah-masalah yang muncul dalam penelitian ini seperti yang telah di
uraikan  sebelumnya,  maka  peneliti  menganggap  penting  untuk  melakukan penelitian di SDN Penawangan 02 dengan menerapkan Reward and Punishment dalam pembelajaran untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Penawangan 02  Kabupaten Semarang.
 1.2     Identifikasi Masalah
Berdasarkan informasi dari Guru kelas IV SD N Penawangan 02, dalam kenyataannya menunjukkan bahwa di kelas IV SD Penawangan 02 masih banyak permasalahan antara lain : 
a. Kegiatan pembelajaran masih didominasi oleh guru.
b. Guru sulit mengkondisikan siswa yang ramai saat pembelajaran.
c. Siswa tidak antusias dalam mengikuti pembelajaran.
d. Siswa cepat bosan dalam kelas.
e. Siswa tidak bisa menyerap pelajaran dengan baik sehingga nilai rata-
rata ulangan harian mata pelajaran IPA 64
f. Penggunakan  metode  yang  kurang  menarik  dalam  pembelajaran
sehingga  berdampak  pada  hasil,  daya  serap,  dan  tingkat  kejenuhan  siswa dalam mengikuti pembelajaran.
 1.3     Batasan Masalah
Masalah-masalah yang terjadi di SD Negeri Penawangan 02 Kabupaten Semarang tersebut perlu mendapat perhatian yang serius, khususnya dalam hal cara mengajar guru. Dengan cara mengajar yang tepat siswa akan lebih mudah memahami apa yang diajarkan oleh guru, yaitu guru menerapkan reward and punishment dalam proses pembelajaran.
 1.4     Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka peneliti merumuskan masalah sebagai  berikut  :  ”Apakah  penggunaan  Reward  and  Punishment  dalam pembelajaran  IPA materi macam-macam bentuk energi dapat meningkatkan hasil belajar  siswa  kelas  IV  di  SD  Penawangan  02  Kec.Pringapus    Kabupaten Semarang”? 
1.5     Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah penerapan reward and  punishment  dapat  meningkatkan  hasil  belajar  IPA  siswa  kelas  IV  SD Penawangan 02 Kabupaten Semarang.
 1.6     Manfaat Penelitian
Berdasarkan  tujuan  penelitian  maka  manfaat  yang  diharapkan  dari penulisan skripsi ini sebagai berikut :
a.     Bagi siswa dapat terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran dan meningkatkan hasil siswa.
b.     Bagi pendidik pendidik diharapkan mampu menerapkan reward dan punishment dalam pembelajaran
c.     Bagi sekolah memberi referensi bagi penelitian di lingkungan pendidikan.
File Selengkapnya.....

31. Upaya Meningkatkan Minat Dan Hasil Belajar Menggunakan Metode Pembelajaran Mind Mapping Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Di Kelas IV Sekolah Dasar

 ABSTRAK 


Kata Kunci: Minat  Belajar, Hasil  Belajar, Metode Mind  Mapping, Pembelajaran IPS .

Penelitian ini berangkat dari masalah bahwa minat dan hasil belajar IPS sangat rendah. Hal ini disebabkan karena siswa menganggap bahwa mata pelajaran ini susah karena bersifat hafalan, dan siswa kurang memperhatikannya. Pelajaran IPS dipandang kurang penting, karena selama ini metode pembelajaran masih bersifat konvensional dimana guru masih dominan dan siswa dikondisikan untuk menghafal mata pelajaran. Padahal mata pelajaran IPS memerlukan metode pembelajaran yang kreatif dan variatif yang dapat memicu motivasi dan prestasi belajar siswa.  Berdasar pada kenyataan tersebut, maka peneliti menawarkan metode pembelajaran yang berbeda, dimana harapannya adalah dengan metode ini dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS. Karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan
metode     mind mapping     dapat meningkatkan minat belajar dan hasil belajar pada
siswa kelas  IV  SDN  Kutowinangun  09 Salatiga  Tahun Pelajaran 2011/2012 sehingga mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM).
Penelitian dilaksanakan pada bulan  Maret-April 2012 di  SDN Kutowinangun 09 Salatiga di kelas  IV sebagai subjek penelitian. Pendekatan yang digunakan ialah metode penelitian tindakan kelas (PTK), berlangsung 2 siklus yang setiap siklusnya melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi, metode observasi, dan metode tes. Metode analisis data penelitian menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan
metode     mind mapping    , ternyata dapat meningkatkan  minat  dan  hasil  belajar
siswa. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian tindakan yang menunjukkan bahwa terdapat peningkatan di setiap tindakan. Pada tindakan sebelum siklus terdapat 37,5% atau 9 anak yang tuntas, setelah dilakukan tindakan siklus I terjadi peningkatan sebanyak 50% atau 12 anak. Peningkatan ini belum mencapai yang diharapkan yaitu 70% dari jumlah siswa harus tuntas. Maka dilakukan tindakan siklus II dan hasilnya terjadi peningkatan hasil belajar 100% atau 24 siswa.
Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa metode     mind
mapping yang menekankan pada pemaksimalan otak kiri dan otak kanan, terbukti
dapat meningkatkan  minat  dan  hasil  belajar  IPS siswa kelas  IV SDN Kutowinangun 09 Salatiga. Dengan demikian, dapat disarankan bahwa metode ini dapat digunakan sebagai metode pembelajaran yang dapat membantu menggali informasi siwa dan menunjang keberhasilan belajar siswa.
 File Selengkapnya.....

30. Upaya Meningkatkan Minat Dan Hasil Belajar IPS Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Pada Siswa Kelas IV SD

 ABSTRAK


Kata Kunci  : Minat, hasil belajar, model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw

Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya minat dan hasil  belajar  siswa  pada  mata  pelajaran  IPS  dengan  kompetensi  dasar  kegiatan ekonomi dalam memanfaatkan sumber daya alam. Rendahnya minat dan hasil belajar siswa disebabkan pembelajaran masih terpusat pada guru, guru masih menggunakan model pembelajaran konvensional (ceramah) sehingga perlu menggunakan model pembelajaran yang menarik minat siswa.
Rumusan  permasalahan  dalam  penelitian  ini  adalah:  Apakah  penerapan
model  pembelajaran  kooperatif  tipe Jigsaw dapat  meningkatkan  minat  dan  hasil
belajar IPS materi kegiatan ekonomi dan pemanfaatan sumber daya alam siswa kelas IV SD Negeri 01 Sugihan  Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan Tahun Pelajaran
2011.     2012?. Tujuan yang akan dicapai adalah untuk mengetahui minat dan hasil
belajar siswa setelah menggunakan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw.
Penelitian  ini  merupakan  Penelitian  Tindakan  Kelas  yang  dilaksanakan dengan dua siklus dengan masing siklus 3 kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD N 01 Sugihan Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan sejumlah 35 siswa. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan lembar angket minat dan lembar hasil evaluasi setiap siklus.
Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah terjadi peningkatan minat dan  hasil  belajar  siswa  terhadap  pemahaman  dengan  kompetensi  dasar  kegiatan ekonomi dalam memanfaatkan sumber daya alam. Peningkatan minat belajar siswa pada pra siklus hingga siklus 2 yaitu pada pra siklus minat belajar siswa pada kategori kurang berminat, pada siklus 1 berada pada kategori cukup berminat dan pada siklus 2   berada  pada  kategori  berminat.  Sedangkan  untuk  peningkatan  ketuntasan  hasil belajar siswa tersebut terjadi secara bertahap. Pada kondisi awal terdapat 17 siswa (49%) yang telah tuntas dalam belajarnya, siklus 1 terdapat 26 siswa (74%) yang telah tuntas, dan pada siklus 2 terdapat 30 siswa (86%) yang telah tuntas. Dengan demikian  disimpulkan  bahwa  penggunaan  model  pembelajaran  kooperatif    tipe
Jigsaw dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa kelas IV SDN 01 Sugihan
Kecamatan  Toroh  Kabupaten  Grobogan  Semester  Genap  Tahun  Pelajaran  2011/ 2012.
File Selengkapnya.....

29. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Perkalian Cara Susun Pelajaran Matematika Dengan Model Think Pair And Share (TPS) Pada Siswa Kelas IV SD Semester 1

 ABSTRAK 


Kata kunci: Hasil belajar, Model     think pair and share (TPS).

Latar belakang masalah adalah rendahnya mutu sekolah berkaitan dengan rendahnya kualitas pembelajaran. Hal ini nampak pada pembelajaran dilaksanakan secara konvensional, seperti ceramah sehingga kurang mampu merangsang siswa untuk terlibat aktif dalam proses belajar mengajar. Sementara Departemen Pendidikan Nasional. (2006), menyatakan bahwa penyelenggaraan pendidikan di sekolah dasar bertujuan: (1) mendidik siswa agar menjadi manusia  Indonesia  seutuhnya  berdasarkan  Pancasila  yang  mampu  membangun  dirinya sendiri serta ikut bertanggung jawab terhadap pembangunan bangsa; (2) memberi bekal kemampuan yang diperlukan bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ketingkat yang lebih tinggi;  dan  (3)  memberi  bekal  kemampuan  dasar  untuk  hidup  di  masyarakat  dan mengembangkan diri sesuai dengan bakat, minat, kemampuan dan lingkungannya. Untuk mewujudkannya pelaksanaan pembelajaran secara kontekstual. Salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat dikembangkan untuk memenuhi tuntutan tersebut adalah model pembelajaran TPS. 
Permasalahan yang dapat dirumuskan adalah apakah model     TPS     dapat meningkatkan
kemampuan memahami perkalian cara susun pada siswa kelas IV SDN Plumbungan Gabus Kabupaten Pati pada semester I tahun 2011/2012. 
Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau (classroom action research).  Model  PTK  yang  digunakan  adalah  model  spiral  dari  Kemmis,  S.  dan  Mc
Taggart, R dengan menggunakan 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 3 tahap yakni 1)
perencanaan  tindakan  (planning),  2)  pelaksanaan  tindakan  (action)  dan  pengamatan
(observation), dan 3) refleksi (reflection). Subyek penelitian adalah siswa kelas IV SDN
Plumbungan Gabus Kabupaten Pati sebanyak 24 siswa. Teknik pengumpulan data dengan teknik tes dan teknik observasi. Adapun instrumen penelitiannya dengan menggunakan butir- butir soal dan lembar observasi. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif komparatif yang  meliputi  jumlah,  mean,  skor  minimal-maksimal,  persentase,  membandingkan  dan grafik/diagram
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran TPS dapat meningkatkan hasil belajar matematika tentang perkalian cara susun pada siswa kelas IV SDN Plumbungan Gabus Kabupaten Pati semester I  tahun 2011/2012. Hal ini terlihat pada skor rata-rata pada siklus I sebesar 56,67  yang menunjukkan bahwa ada kenaikan hasil belajar siswa, namun belum terlihat signifikan dibandingkan dengan keadaan rata-rata pada kondisi prasiklus sebesar 50,42. Sedangkan pada Siklus II ada peningkatan  hasil belajar signifikan yakni skor rata-rata mencapai 82,08. Di samping itu, juga terlihat dari kenaikan skor minimal pada kondisi pra siklus, siklus 1 dan siklus 2 yakni  30, 50, dan 70 serta skor maksimal 80, 80, dan 90. Persentase ketuntasan belajar juga mengalami peningkatan yakni dari 8,33 %, meningkat menjadi 12,5 %, dan 100 % pada siklus 2. Dengan menggunakan model pembelajaran TPS, hasil belajar dapat tuntas secara optimal
Berdasarkan  hasil  penelitian  disarankan  bahwa  dalam  pembelajaran  matematika hendaknya guru menggunakan model TPS yang direncanakan dengan cermat agar waktu pembelajaran efektif, siswa berpikir sendiri dan diskusi berpasangan hasil belajar optimal.
File Selengkapnya.....

28. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Membaca Dan Menulis Dengan Menggunakan Media Kartu Huruf Dalam Metode SAS Pada Siswa Kelas 1 SD

 BAB I
PENDAHULUAN

1.1     Latar Belakang Masalah 
Pendidikan nasional yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mengemban fungsi tersebut pemerintah menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu dan relevansi serta efisiensi manajemen pendidikan. Pemerataan kesempatan pendidikan diwujudkan dalam program wajib belajar 9 tahun. Peningkatan mutu pendidikan diarahkan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia seutuhnya melalui olahhati, olahpikir, olahrasa  dan olahraga agar memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan global. Peningkatan relevansi pendidikan dimaksudkan untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan berbasis potensi sumber daya alam Indonesia. Peningkatan efisiensi manajemen pendidikan  dilakukan melalui penerapan manajemen berbasis sekolah dan pembaharuan pengelolaan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan.
Implementasi Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dijabarkan ke dalam sejumlah peraturan antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Peraturan Pemerintah ini memberikan arahan tentang perlunya disusun dan dilaksanakan delapan standar nasional pendidikan, yaitu: standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan.
 Dalam dokumen ini dibahas standar isi  sebagaimana dimaksud oleh Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, yang secara keseluruhan mencakup:
  1. Kerangka dasar dan struktur kurikulum yang merupakan pedoman dalam penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan.
  2. Beban belajar bagi peserta didik pada satuan pendidikan dasar dan menengah.
  3. Kurikulum tingkat satuan pendidikan yang akan dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan panduan penyusunan kurikulum sebagai bagian tidak terpisahkan dari standar isi.
  4. Kalender pendidikan untuk penyelenggaraan pendidikan pada  satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah. 
Standar Isi dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005.
Latar Belakang Masalah Pengajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar memiliki arti penting bagi siswa, karena melalui pembelajaran bahasa Indonesia inilah pertama kali diletakkan kemampuan dasar berbahasa indonesia. Keadaan ini menjadi bertambah penting karena sebagian anak didik yang memasuki sekolah dasar hampir tidak memiliki latar belakang berbahasa Indonesia khususnya anak-anak di desa atau di daerah terpencil. Salah satu aspek atau bidang  dari pengajaran Bahasa Indonesia yang memegang peranan penting adalah pengajaran membaca dan menulis, tanpa memiliki kemampuan membaca dan menulis sejak dini, anak akan mengalami kesulitan belajar di
kemudian hari atau di kelas tinggi.
Kemampuan membaca dan menulis menjadi dasar utama dan pertama bagi siswa yang baru memasuki Sekolah Dasar, baik untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia sendiri untuk mata pelajaran yang lain. Mengingat pentingnya peranan membaca dan menulis tersebut maka guru bisa mengajar dengan benar. 
File Selengkapnya.....

Teman KoleksiSkripsi.com

Label

Administrasi Administrasi Negara Administrasi Niaga-Bisnis Administrasi Publik Agama Islam Akhwal Syahsiah Akuntansi Akuntansi-Auditing-Pasar Modal-Keuangan Bahasa Arab Bahasa dan Sastra Inggris Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Bimbingan Konseling Bimbingan Penyuluhan Islam Biologi Dakwah Ekonomi Ekonomi Akuntansi Ekonomi Dan Studi pembangunan Ekonomi Manajemen Farmasi Filsafat Fisika Fisipol Free Download Skripsi Hukum Hukum Perdata Hukum Pidana Hukum Tata Negara Ilmu Hukum Ilmu Komputer Ilmu Komunikasi IPS Kebidanan Kedokteran Kedokteran - Ilmu Keperawatan - Farmasi - Kesehatan – Gigi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Keperawatan Keperawatan dan Kesehatan Kesehatan Masyarakat Kimia Komputer Akuntansi Manajemen SDM Matematika MIPA Muamalah Olahraga Pendidikan Agama Isalam (PAI) Pendidikan Bahasa Arab Pendidikan Bahasa Indonesia Pendidikan Bahasa Inggris Pendidikan Biologi Pendidikan Ekonomi Pendidikan Fisika Pendidikan Geografi Pendidikan Kimia Pendidikan Matematika Pendidikan Olah Raga Pengembangan Masyarakat Pengembangan SDM Perbandingan Agama Perbandingan Hukum Perhotelan Perpajakan Perpustakaan Pertambangan Pertanian Peternakan PGMI PGSD PPKn Psikologi PTK PTK - Pendidikan Agama Islam Sastra dan Kebudayaan Sejarah Sejarah Islam Sistem Informasi Skripsi Lainnya Sosiologi Statistika Syari'ah Tafsir Hadist Tarbiyah Tata Boga Tata Busana Teknik Arsitektur Teknik Elektro Teknik Industri Teknik Industri-mesin-elektro-Sipil-Arsitektur Teknik Informatika Teknik Komputer Teknik Lingkungan Teknik Mesin Teknik Sipil Teknologi informasi-ilmu komputer-Sistem Informasi Tesis Farmasi Tesis Kedokteran Tips Skripsi