Isikan Kata Kunci Untuk Memudahkan Pencarian

Perpustakaan Skripsi Online

Perpustakaan Skripsi Online


Perkembangan pendidikan secara nasional di era reformasi, yang sering disebut-sebut oleh para pakar pendidikan maupun oleh para birokrasi di bidang pendidikan sebagai sebuah harapan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di negeri ini dengan berbagai strategi inovasi, ternyata sampai saat ini masih belum menjadi harapan. Bahkan hampir dikatakan bukan kemajuan yang diperoleh.

Kalimat tersebut mungkin sangat radikal untuk diungkapkan, tapi inilah kenyataan yang terjadi dilapangan, sebagai sebuah ungkapan dari seorang Dosen yang mengkhawatirkan perkembangan pendidikan dewasa ini.

Seperti yang kita ketahui bahwa karya ilmiah, baik yang berupa skripsi, thesis, jurnal, penelitian, dan lainnya kini hanya menumpuk diperpustakaan dan dalam rak-rak buku kampus-kampus. Banyak juga karya ilmiah dari hasil mahasiswa yang sudah lulus menjadi tidak berguna karena hanya disimpan sebagai "kenang-kenangan". Padahal kalau karya tersebut terpublikasikan, besar peluangnya untuk menjadi sumber inspirasi dan media pengembangan bagi masyarakat yang haus dan peduli terhadap ilmu pengetahuan.

Berkembangnya ilmu pengetahuan tak luput dari semua pihak baik pemerintah, guru, dosen, mahasiswa dan seluruh komponen masyarakat mempunyai peranan yang besar, karena semakin kita tak peduli dengan itu, maka dampak yang ditimbulkannya dapat kita rasakan sekarang, budaya konsumerisme bangsa, meningkatnya pengangguran dan kriminalitas, selanjutnya bangsa ini akan tergilas oleh arus globalisasi yang sedemikian kompleks.

Hadirnya media online ini diharapkan dapat membantu teman-teman dalam menyusun karya ilmiah. Walaupun kami sadar terjadinya pro kontra tentang media online seperti ini karena berkaitan dengan karya akademik. Hal ini dikhawatirkan terjadinya plagiat. Plagiat adalah pendapat karya atau hasil penelitian orang lain yang diakui sebagai pendapat, karya, atau hasil penelitian sendiri. Bentuk-bentuk yang dikategorikan kegiatan plagiat adalah:

1. Mengutip pendapat orang lain tanpa menyebut sumbernya.

2. Menjiplak seluruhnya atau sebagian hasil karya orang lain, seperti makalah, skripsi, tesis, disertasi.

Untuk menghindari hal tersebut, kami sediakan forum diskusi bagi member untuk membahas karya ilmiah yang sedang dibuat.

KoleksiSkripsi.com adalah situs perpustakaan skripsi online. Kami berharap dengan adanya situs ini dapat bermanfaat dan dapat membantu dalam menyelesaikan karya ilmiah Anda. Suatu usaha tak akan menjadi sia-sia kalau kita mulai dengan niat baik dan sungguh-sungguh dalam menjalankannya, kami akan selalu terbuka jika ada saran kritik yang membangun dari anda.

Salam sukses,
www.KoleksiSkripsi.com

366. Aktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kemampuan Auditor Dalam Mendeteksi Kecurangan

ABSTRAK

Salah satu fungsi auditor internal adalah untuk mewujudkan tata kelola yang baik. Namun, dalam laporan yang diterbitkan oleh Association of Certified Fraud Examiners, perusahaan mengalami kerugian setiap tahun sebesar 5% dari pendapatan karena kecurangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan auditor internal dalam mendeteksi kecurangan. Faktor-faktor tersebut meliputi kompetensi, kemampuan dalam memahami  efektivitas  pengendalian  internal,  dan  kemampuan  untuk  menilai risiko kecurangan.
Populasi dalam penelitian ini adalah auditor internal pada perguruan tinggi BLU dan BH di Jawa Tengah dan Daerah Istemewa Yogyakarta sebanyak 141 orang. Sampel penelitian sebanyak 43. Teknik sampel yang digunakan adalah cluster proportional random sampling. Data yang diolah menggunakan software SmartPLS 3.0.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi tidak berpengaruh terhadap kemampuan dalam  memahami  efektivitas  pengendalian  internal,  kemampuan untuk menilai risiko kecurangan, dan kemampuan dalam mendeteksi kecurangan. Selain itu, variabel kemampuan untuk menilai risiko kecurangan juga tidak berpengaruh terhadap kemampuan auditor internal dalam mendeteksi kecurangan. Disisi lain, variabel kemampuan dalam memahami efektivitas pengendalian internal berpengaruh  secara  signifikan  terhadap  variabel  kemampuan  untuk menilai risiko kecurangan dan variabel kemampuan auditor internal dalam mendeteksi kecurangan. Nilai R square sebesar 17,1%.
Saran dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) auditor internal dalam mendeteksi kecurangan disarankan agar dapat lebih memahami efektivitas pengendalian internal, khususnya pada aspek aktivitas pengendalian karena aspek ini memiliki nilai terendah (2) peneliti selanjutnya diharapkan menggunakan instrumen yang lebih cocok pada sektor publik.

Kata Kunci: Kemampuan Mendeteksi Kecurangan, Auditor Internal, Pengendalian Internal, Kompetensi, Penilaian Risiko Kecurangan.
File Selengkapnya.....

85. Upaya Rumah Pintar Bang Jo Pkbi Jawa Tengah Dalam Penanaman Kemandirian Anak Di

ABSTRAK

Anak merupakan asset bangsa dalam hal ini ada golongan anak yang kurang beruntung secara finansial maupun spiritual misalnya anak-anak jalanan. Untuk itu diperlukan wadah untuk memenuhi kebutuhan mereka yang tidak didapatkan dalam keluarganya. Pokok   permasalahan   yang   dibahas dalam   penelitian   ini   adalah   (1) bagaimana upaya Rumah Pintar Bang Jo PKBI Jawa Tengah dalam penanaman kemandirian terhadap anak jalanan di Kauman Semarang (2) faktor-faktor apa sajakah  yang menghambat  Rumah Pintar Bang  Jo PKBI Jawa Tengah  dalam penanaman kemandirian anak jalanan di Kauman Semarang. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengungkap bagaimana upaya Rumah Pintar Bang Jo PKBI Jawa Tengah dalam penanaman kemandirian terhadap anak jalanan di Kauman Semarang (2) mengetahui faktor-faktor yang menghambat Rumah Pintar Bang Jo PKBI Jawa Tengah dalam penanaman kemandirian anak jalanan di Kauman Semarang.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian di Kampung Pungkuran No. 403 Kauman, Kota Semarang. Subjek penelitian ini adalah penggagas Rumah Pintar, relawan Rumah Pintar, warga sekitar Rumah Pintar dan anak jalanan dampingan Rumah Pintar. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data dengan metode triangulasi. Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan secara bersamaan dengan proses pengumpulan data.
Berdasarkan penelitian menunjukkan upaya yang dilakukan Rumah Pintar Bang Jo PKBI Jawa Tengah adalah (1) melatih kemandirian melalui kemampuan usaha dan mengembangkan bakat dan minat; (2) memberikan pendidikan seperti pendidikan untuk anak usia 4-6 tahun yang disebut PAUD, pendidikan anak usia 7-12 tahun yang disebut kelompok belajar dan pengembangan perpustakaan; (3) kemampuan memecahkan masalah. Faktor-faktor penghambat Rumah Pintar Bang Jo  PKBI  Jawa  Tengah  dalam  penanaman  kemandirian  adalah  keterbatasan relawan, kebiasaan hidup bebas anak dampingan Rumah Pintar dan tidak adanya jadwal dan perencanaan dalam mengajar di Rumah Pintar Bang Jo PKBI Jawa Tengah.
Saran yang disampaikan (1) Kepada Direktur PKBI Jateng penanaman kemandirian di Rumah Pintar hendaknya jumlah relawan ditambah (2) Kepada relawan pembelajaran di Rumah Pintar hendaknya memakai jadwal dan perencanaan  supaya  kegiatan  pembelajaran  lebih  terjadwal sehingga  relawan maupun anak dampingan dapat mengetahui materi yang akan disampaikan.

Kata kunci: Upaya, Penanaman kemandirian, Anak Jalanan
File Selengkapnya.....

84. Upaya Pemda Dalam Alih Fungsi Tanah Pertanian Menjadi Tanah Non Pertanian Untuk Pembangunan PLTU

ABSTRAK

Pada dasarnya pembangunan PLTU Batang di Kecamatan Kandeman termasuk kedalam katagori pengadaan tanah untuk kepentingan umum yang diatur dalam Perda Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Batang Tahun  2011  – 2031. Pengadaan tanah untuk pembangunan PLTU Batang masih terkendala mengenai ganti rugi tanah. Maka perlu diadakan penelitian oleh penulis untuk mengkaji tentang pelaksanaan ganti rugi pengadaan tanah untuk pembangunan PLTU Batang di desa Karanggeneng dan Ujungnegoro Kandeman. Gunan mengungkap hal-hal yang berkaitan dengan upaya Pemda dalam alih fungsi tanah pertanian menjadi non pertanian untuk pembangunan PLTU Batang.
Penelitian mengenai upaya Pemda dalam alih fungsi tanah pertanian menjadi non pertanian untuk pembangunan PLTU Batang, dikaji dengan teori- teori dan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku yang dapat dijadikan sebagai landasan teori.  Hal ini dilakukan agar dalam pengelolahan data tidak bertentangan dengan konsep pemikiran peneliti. Teori yang digunakan dalam penelitian menggunakan teori pendekatan yuridis empiris dimana penelitian dilakukan dengan metode kualitatif. Sementara data diperoleh melalui studi pustaka. Analisis data menggunakan metode analisis kualitatif melalui kegiatan pengumpulan data, reduksi data, dan kesimpulan atau verifikasi data.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan penulis mengenai upaya Pemda dalam alih fungsi tanah  pertanian menjadi non pertanian untuk pembangunan PLTU Batang, pelaksanaan penetapan harga ganti rugi tanah yang dilakukan pengembang terhadap warga pemilik tanah kurang memperhatikan dari segi fisik tanah dan nilai ekonomisnya. Harga ganti rugi tanah yang ditetapkan dari pihak pengembang hanya berpatokan pada pagu anggaran yang ditetapkan oleh pengembang dan harga tanah disamaratakan, hal inilah yang membuat warga yang mempunyai tanah di pinggir jalan dan tanah pertanian produktif merasa dirugikan sehingga membuat warga melakukan demo meminta harga ganti tidak disamaratakan. Pemerintah mengupayakan memberikan pemahaman dengan melakukan pendekatan, penyuluhan dan sosialisasi agar warga pemilik tanah memahami  fungsi tanah  sebagai  milik  sosial  dan  melakukan  musyawarah mufakat, mediasi antara pemilik tanah dengan pengembang agar mencapai kesepakatan antara pemilik tanah dan pihak pengembang.

Kata Kunci: Upaya Pemda, Alih Fungsi Tanah, PLTU Batang.
File Selengkapnya.....

83. Perilaku Kriminal Pada Pemuda Di Kecamatan Kajen Kabupaten

ABSTRAK

Permasalahan dalam penelitian ini adalah  penyimpangan perilaku pada pemuda di Kecamatan Kajen yang menjurus kepada tindakan kriminalitas, tingginya angka putus sekolah, dan minimnya lapangan pekerjaan bagi para pemuda  yang  tidak  melanjutkan  pendidikannya  kejenjang yang  lebih  tinggi, sangat mempengaruhi terjadinya tindakan kriminalitas. Perlu adanya kerjasama yang baik antara pemerintah, dan masyarakat untuk menanggulangi masalah tersebut dengan peningkatan kualitas pendidikan, dan sarana prasarananya demi meningkatkan kualitas generasi muda, dan juga dengan membuka lapangan pekerjaan bagi para pemuda yang putus sekolah. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk,intensitas,dan frekuensi tindak kriminalitas pemuda di kecamatan Kajen?,apa faktor - faktor penyebab pemuda melakukan tindak kriminalitas di kecamatan Kajen?,dan bagaimana upaya pembinaan Polsek Kajen terhadap pemuda yang melakukan tindak kriminalitas?. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu dengan melakukan pengumpulan data melalui metode observasi, wawancara dengan informan dari Polsek Kajen dan pelaku pelanggaran, pengumpulan data dokumen dari instansi terkait, serta dengan metode dokumentasi, dan untuk metode analisis data menggunakan analisis interaktif fungsional yang berpangkal dari empat kegiatan, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data yang peneliti peroleh. Berdasarkan penelitian yang dilakukan penulis, perilaku kriminal pada pemuda di kecamatan Kajen ada tiga bentuk kasus yaitu pencurian, penganiyaan, dan pencurian dengan kekerasan. Intensitas tindak kriminal yang terjadi  berfariasi, sesuai  dengan  ancaman  hukuman  pidana  yang  diberikan terhadap tersangka atas kejahatannnya, tingkat keseringan tindak krimininal yang dilakukan pemuda rata-rata masih baru pertama kali melakukannya, dengan berbagai faktor penyebab, seperti faktor pedidikan yang rendah, kebutuhan ekonomi, dan lingkungan yang kurang baik, yang sangat mempengaruhi perilaku pada pemuda di kecamatan Kajen. Upaya yang dilakukan oleh Polsek Kajen untuk menangulangi masalah tersebut, adalah dengan menekankan pada upaya preventif, dan represif sesuai dengan hukum yang berlaku. Saran yang peneliti sampaikan terhadap fenomena perilaku kriminal pada pemuda, yaitu perlu adanya upaya yang sistematis, dan berkelanjutan, dari pihak pemerintah dengan meningkatkan kesejahteraan rakyat, pendidikan yang merata, dan membuka lapangan pekerjaan dengan bekerjasama dengan masyarakat. 

Kata Kunci : Perilaku Kriminal, Pemuda
File Selengkapnya.....

82. Peran Ibu ‘Single Parent’ Dalam Menumbuhkan Kemandirian Anak Di

ABSTRAK

Penelitian ini dilatarbelakangi karena peran ibu single parent dalam memberikan pola asuh kepada anaknya dan upaya dari ibu single parent tersebut dalam  menumbuhkan  kemandirian  anak. Pengasuhan  dari  ibu  single  parent kepada anaknya yang memiliki perbedaan dari keluarga yang masih utuh pastinya akan berpengaruh pada perkembangan kemandirian anak. Perkembangan kemandirian anak yang normal seharusnya sesuai dengan tugas perkembangan yang diemban oleh anak pada tiap – tiap fase perkembangannya. Dengan pola asuh yang diterapkan oleh dua orang tua yang masih lengkap terkadang anak masih  memiliki  masalah  dengan  perkembangan kemandiriannya  terlebih  anak yang berada dalam pola asuh keluarga dengan hanya ibu single parent sebagai sumber dari pola asuh mereka. Berdasarkan latar belakang diatas permasalahan yang diambil adalah 1)  Bagaimana pola asuh  yang diberikan  oleh ibu  single parent pada anak dalam menumbuhkan kemandirian anak, 2) Bagaimana dampak dari pola asuh tersebut terhadap kemandirian anak.
Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengetahui pola asuh yang diberikan oleh ibu single parent pada anak dalam menumbuhkan kemandirian anak, 2) mengetahui dampak dari pola asuh tersebut terhadap kemandirian anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Lokasi penelitian ini adalah Desa Bojong Timur, Kelurahan Jurangombo Selatan, Kecamatan Magelang Selatan, Magelang.  Fokus  penelitian  ini  adalah  pola asuh  yang diberikan  ibu single parent pada anak dan dampak dari pola asuh yang diberikan oleh ibu single parent pada kemandirian anak. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah sumber data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentas. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Analisis data kualitatif menggunakan teknik analisis data dari Miles dan Huberman.
Hasil dari penelitian ini adalah Pola asuh yang diberikan oleh ibu single parent pada anak dalam menumbuhkan kemandirian anak di desa bojong timur yaitu : satu ibu single parent menerapkan pola asuh otoritarian, satu ibu single parent menerapkan pola asuh permisif, satu ibu single parent menerapkan pola asuh  demokratis  dan  satu  ibu  single  parent  menerapkan  pola asuh campuran antara pola asuh permisif dan pola asuh demokratis. Pola asuh yang diterapkan secara berbeda pada anak menimbulkan perilaku yang berbeda – beda pula pada anak. Anak yang diasuh dengan pola asuh otoritarian bersikap lebih tertutup, suka memberontak dan bersikap penakut. Anak yang diasuh dengan pola asuh permisif bersikap kurang bertanggung jawab pada barang – barang dan dirinya sendiri serta memiliki prestasi yang rendah di sekolah. Kemudian untuk anak yang diasuh dengan pola asuh demokratis bersikap lebih tanggung jawab, bersikap hangat dan lebih berprestasi. Dampak dari pola asuh tersebut terhadap kemandirian anak. Dengan diterapkan pola asuh yang berbeda – beda pada anak maka berdampak pada tingkat kemandirian yang juga berbeda – beda pada anak. Anak yang diasuh dengan pola asuh otoritarian tidak memiliki sikap kemandirian. Anak yang diasuh dengan pola asuh permisif juga tidak memiliki sikap kemandirian dan anak yang diasuh dengan pola asuh demokratis memiliki sikap kemandirian yang tinggi.
Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah 1) Orangtua harus memperhatikan pola asuh yang diberikan pada anak dan dampaknya pada kehidupan anak di masa mendatang. Orangtua yang bersikap terlalu memperbolehkan anak melakukan apapun yang diinginkan diharapkan lebih tegas dan memperingatkan anak ketika berbuat tidak baik. Dan untuk orangtua yang bersikap sangat otoriter diharapkan lebih melonggarkan aturannya yang ketat dan lebih mengetahui apa yang diinginkan oleh anak. Agar anak menjadi sosok yang mandiri dan tidak mengantungkan hidupnya pada orang lain terlebih anak menjadi lebih berguna untuk orang – orang disekitarnya. 2) Anak diharapkan memahami pola asuh yang diberikan oleh orangtua, melaksanakan apa yang diperintahkan oleh orangtua dengan patuh namun juga memberikan masukan pada orangtua jika dirasakan apa yang dilakukan oleh orangtua tidak benar.Anak harus memahami bahwa apa yang dilakukan oleh orangtua adalah untuk kebaikan sang anak itu sendiri. Dan anak diharapkan untuk mencoba bersikap lebih mandiri karena hal itu untuk kebaikan anak.

Kata Kunci : Peran, Ibu Single Parent, Kemandirian
File Selengkapnya.....

81. Peran Guru PPKN Dalam Mengatasi Berbagai Tipologi Pelanggaran Tata Tertib Di Smk Muhammadiyah

ABSTRAK

Peran guru sebagai pendidik merupakan peran yang sangat berkaitan dengan tugas memberikan bantuan dan dorongan (support), tugas pengawasan dan pembinaan (supervisor) serta tugas yang berkaitan dengan mendisiplinkan peserta didik agar patuh terhadap aturan-aturan sekolah dan norma hidup dalam keluarga dan masyarakat. Guru juga sangat berperan dalam mengatasi tipologi pelanggaran. Topologi pelanggaran merupakan perilaku yang menyimpang untuk melakukan tindakan menurut kehendak sendiri tanpa memperhatikan peraturan yang telah dibuat,  bentuk penyimpangan-penyimpangan  tersebut  diklasifikasikan berdasarkan tingkat perilaku manusia. Oleh karena itu, guru harus bisa berperan dalam mengatasi berbagai tipologi pelanggaran yang dilakukan peserta didik supaya mereka dapat mematuhi norma-norma dan peraturan baik di sekolah, lingkungan keluarga, da lingkungan masyarakat.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) bagaimana peran guru PPKn dalam menanggulangi berbagai tipologi pelanggaran tata tertib siswa di SMK Muhammadiyah 1 Banjarnegara, (2) hambatan apa saja yang muncul dalam upaya guru PPKn menanggulangi berbagai tipologi pelanggaran tata tertib di SMK Muhammadiyah 1 Banjarnegara.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan   data   dalam penelitian   ini   menggunakan   teknik   observasi, wawancara dan dokumentasi. Lokasi Penelitian adalah di SMK Muhammadiyah 1 Banjarnegara,  yang terletak di Jalan Let.Jend Suprapto No. 177C, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Dalam penelitian ini, untuk menjamin validitas data yang telah diperoleh, peneliti menggunakan teknik trianggulasi. Analisis data menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman.
Hasil penelitian menunjukan bahwa peran yang dilakukan guru PPKn dalam mengatasi berbagai tipologi pelanggaran tata tertib  yaitu melalui peran sebagai  pembimbing,  peran  sebagai agen  moral,  peran  sebagai  model/suri tauladan, peran sebagai komunikator. Upaya guru untuk mengatasi tipologi pelanggaran tata tertib yang pertama melalui upaya secara umum yaitu dengan mengetahui kesulitan-kesulitan dan penyebab secara umum  yang dialami oleh siswa, usaha pembinaan terhadap siswa. Sedangkan upaya yang kedua yaitu upaya secara khusus melalui orientasi diri dan penyesuaian diri. Dalam mengatasi pelanggaran tata tertib siswa, terdapat hambatan-hambatan seperti alokasi waktu yang terbatas di dalam sekolahan, pergaulan teman sebaya yang sangat berpengaruh terhadap  perkembangan siswa,  sikap masa bodoh siswa terhadap nasihat guru.
Saran  yang  diajukan  dalam  penelitian  ini  adalah  sebagai  berikut:  (1) dengan masih banyaknya tipologi pelanggaran tata tertib di SMK Muhammadiyah Banjarnegara diharapkan guru PPKn mampu meningkatkan kualitas pelayanan bimbingan dan pembinaan dalam mengatasi tipologi pelanggaran tata tertib siswa dapat  tercapaidan  berhasil  secara  optimal.  Karena  peran  Guru PPKn sangat penting dalam membentuk moral dan kepribadian siswa supaya patuh terhadap peraturan (2) sekolah diharapkan mampu meningkatkan pelayanan bimbingan dan konseling dalam mengatasi tipologi pelanggaran siswa di sekolah. Karena bimbingan dan konseling merupakan peran utama dalam mengatasi tipologi pelanggaran tata tertib. Sehingga dengan adanya peningkatan peran bimbingan dan konseling, pelanggaran tata tertib siswa dapat terkurangi dan teratasi.

Kata Kunci: Peran Guru, Tipologi Pelanggaran
File Selengkapnya.....

80. Peran Gabungan Organisasi Wanita (Gow) Dalam Meningkatkan Keterampilan Anggota Di Kota

ABSTRAK

Kemajuan zaman telah banyak mengubah pandangan terhadap perempuan, keikutsertaan kaum perempuan dalam semua aspek semakin terlihat. Setiap organisasi apapun pasti memiliki tujuan utama dalam meningkatkan   kapasitas perempuan, khususnya perempuan dan kelompok lemah yang memiliki ketidakberdayaan, baik karena kondisi internal maupun karena kondisi eksternal. Gabungan Organisasi   Wanita   (GOW)   Kota   Semarang   merupakan   wadah organisasi perempuan Kota Semarang sebagai organisasi kemasyarakatan perempuan yang mandiri, memperjuangkan terwujudnya pendidikan, ekonomi dan kesejahteraan sejalan dengan peningkatan kualitas anggota. Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana peran Gabungan Organisasi Wanita dalam meningkatkan keterampilan anggota, (2) Apa kendala yang dihadapi Gabungan Organisasi Wanita dalam meningkatkan keterampilan anggota.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian ini berada di Sekretariat GOW, Jalan Dr. Sutomo No. 19 A Semarang.  Informan dalam penelitian ini adalah pengurus GOW, serta perwakilan tiap organisasi perempuan  yang tergabung. Teknik pengumpulan  data yang digunakan  adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Tekhnik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model interaksi Miles dan Huberman meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Peran GOW dalam meningkatkan keterampilan anggota yaitu sebagai komunikator dan koordinator, melalui bidang- bidang yang telah dibuat GOW pada bidang organisasi, pendidikan, ekonomi, kesejahteraan, kebudayaan dan lingkungan hidup, setiap bidang diberikan sosialisasi, pelatihan pengetahuan maupun keterampilan secara berkelanjutan kepada perwakilan tiap-tiap organisasi yang tergabung yang kemudian dilakukan monitoring dan evaluasi, (2) Kendala yang dihadapi yaitu kurang adanya penyediaan sarana penunjang untuk dapat menunjang pengembangan organisasi, pengurus  sering  memiliki  kesibukan  masing-masing sehingga  rapat   sering diundur, setiap perwakilan organisasi yang tergabung hanya sedikit yang datang pada saat mengikuti kegiatan.
Simpulan dalam penelitan ini menunjukkan peran pengurus GOW sebagai komunikator dan koordinator. Dalam meningkatkan keterampilan GOW telah berhasil melakukan kegiatan yang merupakan program berkelanjutan diantaranya adalah pelatihan pengenalan komputer, peningkatan standard mutu rias pengantin paes  ageng  modifikasi,  pelatihan     pembuatan  tas  anyaman  pita, pelatihan

Kata Kunci: Peran, GOW, Keterampilan
File Selengkapnya.....

79. Pembinaan Anak Didik Pemasyarakatan Di Lembaga Pemasyarakatan Anak

ABSTRAK

Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil observasi awal mengenai pembinaan Anak Didik pemasyarakatan. Anak merupakan makhluk sosial yang mempunyai hak setara dengan makhluk lainnya, oleh karena itu tidak ada setiap manusia atau pihak lain yang boleh merampas hak atas hidup dan merdeka tersebut.   Peneliti   tertarik   untuk   meneliti   tentang   bagaimana   pembinaan diLembaga Pemasyarakatan Anak Kutoarjo. Pokok permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah: Bagaimana pembinaan Anak Didik Pemasyarakatan diLembaga  Pemasyarakatan  Anak Kutoarjo,  Kendala  apa  saja  yang  terdapat dalam pembinaan Anak Didik Pemasyarakatan diLembaga Pemasyarakatan Anak Kutoarjo,  Bagaimana upaya-upaya  yang dilakukan  untuk menghadapi  kendala tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana pembinaan Anak Didik Pemasyarakatan diLembaga Pemasyarakatan Anak Kutoarjo.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Lokasi penelitian di Jl. P. Diponegoro No 36 A, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo. Fokus penelitian adalah pembinaan Anak Didik Pemasyarakatan diLembaga Pemasyarakatan  Anak  Kutoarjo.  Alat  dan  pengumpulan  data  yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis kualitatif dengan model analisis interaktif.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: Pelaksanaan pembinaan Anak  Didik Pemasyarakatan diLembaga Pemasyarakatan  Anak  Kutoarjo  telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan, Sarana dan prasarana diLembaga Pemasyarakatan Anak Kutoarjo cukup baik dan dapat menunjang proses pembinaan Anak Didik Pemasyarakatan walaupun belum maksimal, dan tetap ada kendala, upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala dalam proses pembinaan Anak Didik Pemasyarakatan, yaitu Lembaga Pemasyarakatan Anak Kutoarjo meningkatkan kerja sama dengan instansi-instansi atau lembaga-lembaga sosial untuk  mengadakan  kegiatan,  selain bekerjasama  dengan  instansi  pemerintah terkait Lembaga Pemasyarakatan Anak juga bekerjasama dengan perseorangan dan  badan  kemasyarakatan  yang  kegiatannya  seiring  dengan penyelengaraan sistem pemasyarakatan.
Berdasarkan   hasil   penelitian   agar   Lembaga   Pemasyarakatan   Anak Kutoarjo dalam pembinaan Anak Didik Pemasyarakatan dapat berjalan lebih baik lagi, penulis memberikan saran-saran sebagai berikut: Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana, Meningkatkan kualitas dan profesionalitas petugas pembina

Kata    Kunci:    Pembinaan,    Anak    Didik    Pemasyarakatan,    Lembaga Pemasyarakatan
File Selengkapnya.....

78. Pelaksanaanmodel Pembelajaran Berbasis Masalah Pada Mata Pelajaran Ppkn Kelas Xi Di Sma

ABSTRAK

Permasalahan di SMA Negeri 1 Balapulang pada mata pelajaran PPKn peserta didik kurang aktif dalam berfikir kritis dan kurang aktif dalam mengemukakan pendapat. Keberhasilan dalam pembelajaran PPKn terletak pada penggunaan model pembelajaran. Model Pembelajaran Berbasis Masalah memiliki spesifikasi dapat melatih peserta didik untuk aktif berfikir kritis dalam memecahkan masalah, dan berani   untuk   mengemukakan   pendapat.   Tujuan   penelitian   ini adalah   untuk mengetahui pelaksanaan model Pembelajaran Berbasis Masalah pada mata pelajaran PPKn  kelas XI di SMA Negeri 1 Balapulang dan mengetahui hambatan-hambatan dalam pelaksanaan  model  Pembelajaran  Berbasis  Masalah  pada  mata  pelajaran PPKn kelas XI di SMA Negeri 1 Balapulang.
Penelitian  ini  menggunakan  metode kualitatif deskriptif.  Lokasi  penelitian  di SMA Negeri 1 Balapulang. Tekhnik pengumpulan data dengan oservasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model analisis data interaktif yang ditempuh melalui proses reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan Pelaksanaan model Pembelajaran Berbasis Masalahpada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di kelas XI IPS 3 SMA Negeri 1 Balapulang sudah dilaksanakan sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Pelaksanaan model Pembelajaran Berbasis Masalah pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di kelas XI IPS 3 SMA Negeri  1  Balapulang meningkatkan  kemampuan  berfikir  kritis,  meningkatkan aktivitas belajar siswa, dan meningkatkan sikap tanggung jawab. Hambatan dalam pelaksanaan model Pembelajaran Berbasis Masalah adalah kurangnya waktu pembelajaran, pendidik kurang menjadi fasilitator yang baik pada tahapan bimbingan kelompok, dan terdapat peserta didik yang kurang aktif dalam  diskusi kelompok.
Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dapat penulis berikan adalah pihak sekolah perlu melakukan sosialisasi agar lebih maksimal pelaksanaan model Pembelajaran Berbasis Masalah, bagi guru agar lebih dapat meningkatkan kreativitas dalam penggunaan model pembelajaran, lebih dapat mengefisiensikan waktu yang ada selama proses kegiatan belajar mengajar, serta selama proses pembelajaran berlangsung diharapkan pendidik aktif membimbing peserta didik dalam diskusi kelompok.

Kata Kunci: Model Pembelajaran Berbasis Masalah. PPKn
File Selengkapnya.....

77. Partisipasi Politik Pemilih Pemula Di Desa Karangsari Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas Pada Pemilihan Presiden 2014.

ABSTRAK

Pemilihan Umum merupakan salah satu bentuk partisipasi politik sebagai perwujudan dari kedaulatan rakyat. Saat pemilihan umum, rakyat menjadi pihak yang paling menentukan bagi proses politik di suatu wilayah dengan memberikan suara  secara     langsung.  Pemilih  pemula  memiliki banyak  peranan  dalam pemilihan Presiden 2014 tetapi layaknya sebagai pemilih pemula, mereka selalu dianggap tidak memiliki pengalaman votting pada Pemilu sebelumnya.Desa Karangsari termasuk desa terpencil dimana pemilih pemula di desa ini sangat minim  sekali  mendapat pendidikan  politik  dari  aktivis-aktivis  partai  politik maupun  pemerintah.  Hal  ini  menyebabkan kurangnya  kesadaran  berpolitik pemilih pemula yang ditunjukan dengan ketidakhadiran dalam pemungutan suara.
Permasalahan  yang  dikaji  dalam  penelitian  ini  yaitu;  (1)  bagaimana bentuk-bentuk partisipasi politik pemilih pemula di Desa Karangsari Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas pada pemilihan Presiden 2014, (2) faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik pemilih pemula di Desa Karangsari Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas pada pemilihan Presiden 2014. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk partisipasi politik pemilih pemula di Desa Karangsari Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas pada Pemilihan Presiden 2014 dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik pemilih pemula di Desa Karangsari Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas pada Pemilihan Presiden 2014.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptifkualitatif. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk-bentuk partisipasi politik pemilih  pemula  di  Desa  Karangsari  pada  saat  sebelum pemilihan  adalah;  (1) diskusi politik, (2) kegiatan kampanye, (3) memahami berbagai persoalan politik dan sosial dengan cara mengikuti berita-berita politik baik internal maupun eksternal melalui media massa, (4) mengajukan kritik dan perbaikan untuk meluruskan   kebijakan.   Partisipasi pemilih pemula   pada   saat   pelaksanaan pemilihan yaitu; (1) pemungutuan suara, (2) memahami berbagai persoalan politik dan sosial dengan cara mengikuti berita-berita politik baik internal maupun eksternal melalui media massa. Setelah pemilihan, pemilih pemula masih melaksanakan partisipasi politik yaitu; (1) menaati pemerintah, menerima, dan melaksanakan  keputusan  pemerintah.  Faktor penghambat  partisipasi  politik pemilih pemula adalah berdomisili di luar Desa Karangsari, kesibukan pekerjaan, kesibukan sebagai pelajar, kepercayaan kepada pemerintah rendah, kurangnya pendidikan politik, tidak mendapat uang untuk memilih, kesibukan mengurus rumah tangga, perasaan tidak mampu, kurangnya sosialisasi pemilihan Presiden 2014 serta kelemahan dalam penyusunan Daftar Pemilih Tetap sedangkan faktor pendorong partisipasi politik pemilih pemula adalah penerimaan terhadap perangsang politik, karakteristik pribadi, karakteristik sosial, dan lingkungan politik yang kondusif.
Simpulan dari penelitian ini yaitu pemilih pemula di desa Karangsari melaksanakan partisipasi politik dalam bentuk berikut; (1) pemberian suara, (2)kegiatan  kampanye,  (3)  diskusi politik,  (4)memahami  berbagai  persoalan politik dan sosial dengan cara mengikuti berita-berita politik baik internal maupun eksternal melalui media massa, (5) menaati pemerintah, menerima, dan melaksanakankeputusan pemerintah, (6)memberikan kritik dan perbaikan untuk meluruskan kebijakan. Terdapat faktor pendorong dan faktor penghambat dalam melaaksanakan partisipasi politik pemilih pemula Desa Karangsari pada Peilihan Presiden 2014.
Saran   yang   dapat   disampaikan   oleh   peneliti   untuk   meningkatkan partisipasi politik pemilih pemula di Desa Karangsari, adalah sebagai berikut; (a) dukungan dari keluarga dan lingkungan tempat tinggal serta tokoh masyarakat dengan memperkenalkan sejak dini pentingnya berpartisipasi politik untuk kemajuan bangsa dan negara, dengan cara membiasakan pengambilan keputusan dengan cara demokratis baik dalam keluarga atau lingkungan masyarakat, (b) partai politik yang mempunyai fungsi dan tujuan yang telah diamanatkan oleh UU Nomor 2 Tahun 2011 tentang partai politik memaksimalkan peranya untuk meningkatkan partisipasi politik anggota dan masyarakat dalam rangka penyelenggaraan kegiatan politik dan pemerintahan khususnya pada pemilih pemula  melalui  kegiatan-kegiatan  pendidikan  politik  untuk  pemilih  pemula sampai pada tingkat desa (c) KPUD Kabupaten Banyumas dan pemerintah desa memberikan sosialisasi pemilihan Presiden yang dikhususkan untuk pemilih pemula.

Kata kunci: Partisipasi Politik, Pemilih Pemula, Pemilihan Presiden 2014
File Selengkapnya.....

Teman KoleksiSkripsi.com

Label

Administrasi Administrasi Negara Administrasi Niaga-Bisnis Administrasi Publik Agama Islam Akhwal Syahsiah Akuntansi Akuntansi-Auditing-Pasar Modal-Keuangan Bahasa Arab Bahasa dan Sastra Inggris Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Bimbingan Konseling Bimbingan Penyuluhan Islam Biologi Dakwah Ekonomi Ekonomi Akuntansi Ekonomi Dan Studi pembangunan Ekonomi Manajemen Farmasi Filsafat Fisika Fisipol Free Download Skripsi Hukum Hukum Perdata Hukum Pidana Hukum Tata Negara Ilmu Hukum Ilmu Komputer Ilmu Komunikasi IPS Kebidanan Kedokteran Kedokteran - Ilmu Keperawatan - Farmasi - Kesehatan – Gigi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Keperawatan Keperawatan dan Kesehatan Kesehatan Masyarakat Kimia Komputer Akuntansi Manajemen SDM Matematika MIPA Muamalah Olahraga Pendidikan Agama Isalam (PAI) Pendidikan Bahasa Arab Pendidikan Bahasa Indonesia Pendidikan Bahasa Inggris Pendidikan Biologi Pendidikan Ekonomi Pendidikan Fisika Pendidikan Geografi Pendidikan Kimia Pendidikan Matematika Pendidikan Olah Raga Pengembangan Masyarakat Pengembangan SDM Perbandingan Agama Perbandingan Hukum Perhotelan Perpajakan Perpustakaan Pertambangan Pertanian Peternakan PGMI PGSD PPKn Psikologi PTK PTK - Pendidikan Agama Islam Sastra dan Kebudayaan Sejarah Sejarah Islam Sistem Informasi Skripsi Lainnya Sosiologi Statistika Syari'ah Tafsir Hadist Tarbiyah Tata Boga Tata Busana Teknik Arsitektur Teknik Elektro Teknik Industri Teknik Industri-mesin-elektro-Sipil-Arsitektur Teknik Informatika Teknik Komputer Teknik Lingkungan Teknik Mesin Teknik Sipil Teknologi informasi-ilmu komputer-Sistem Informasi Tesis Farmasi Tesis Kedokteran Tips Skripsi