Isikan Kata Kunci Untuk Memudahkan Pencarian

Perpustakaan Skripsi Online

Perpustakaan Skripsi Online


Perkembangan pendidikan secara nasional di era reformasi, yang sering disebut-sebut oleh para pakar pendidikan maupun oleh para birokrasi di bidang pendidikan sebagai sebuah harapan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di negeri ini dengan berbagai strategi inovasi, ternyata sampai saat ini masih belum menjadi harapan. Bahkan hampir dikatakan bukan kemajuan yang diperoleh.

Kalimat tersebut mungkin sangat radikal untuk diungkapkan, tapi inilah kenyataan yang terjadi dilapangan, sebagai sebuah ungkapan dari seorang Dosen yang mengkhawatirkan perkembangan pendidikan dewasa ini.

Seperti yang kita ketahui bahwa karya ilmiah, baik yang berupa skripsi, thesis, jurnal, penelitian, dan lainnya kini hanya menumpuk diperpustakaan dan dalam rak-rak buku kampus-kampus. Banyak juga karya ilmiah dari hasil mahasiswa yang sudah lulus menjadi tidak berguna karena hanya disimpan sebagai "kenang-kenangan". Padahal kalau karya tersebut terpublikasikan, besar peluangnya untuk menjadi sumber inspirasi dan media pengembangan bagi masyarakat yang haus dan peduli terhadap ilmu pengetahuan.

Berkembangnya ilmu pengetahuan tak luput dari semua pihak baik pemerintah, guru, dosen, mahasiswa dan seluruh komponen masyarakat mempunyai peranan yang besar, karena semakin kita tak peduli dengan itu, maka dampak yang ditimbulkannya dapat kita rasakan sekarang, budaya konsumerisme bangsa, meningkatnya pengangguran dan kriminalitas, selanjutnya bangsa ini akan tergilas oleh arus globalisasi yang sedemikian kompleks.

Hadirnya media online ini diharapkan dapat membantu teman-teman dalam menyusun karya ilmiah. Walaupun kami sadar terjadinya pro kontra tentang media online seperti ini karena berkaitan dengan karya akademik. Hal ini dikhawatirkan terjadinya plagiat. Plagiat adalah pendapat karya atau hasil penelitian orang lain yang diakui sebagai pendapat, karya, atau hasil penelitian sendiri. Bentuk-bentuk yang dikategorikan kegiatan plagiat adalah:

1. Mengutip pendapat orang lain tanpa menyebut sumbernya.

2. Menjiplak seluruhnya atau sebagian hasil karya orang lain, seperti makalah, skripsi, tesis, disertasi.

Untuk menghindari hal tersebut, kami sediakan forum diskusi bagi member untuk membahas karya ilmiah yang sedang dibuat.

KoleksiSkripsi.com adalah situs perpustakaan skripsi online. Kami berharap dengan adanya situs ini dapat bermanfaat dan dapat membantu dalam menyelesaikan karya ilmiah Anda. Suatu usaha tak akan menjadi sia-sia kalau kita mulai dengan niat baik dan sungguh-sungguh dalam menjalankannya, kami akan selalu terbuka jika ada saran kritik yang membangun dari anda.

Salam sukses,
www.KoleksiSkripsi.com

script iklan melayang








.:[Close][Klik 2x]:.






49. Pengungkapan Laporan Keuangan

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Berubahnya kondisi lingkungan ekonomi banyak berpengaruh pada dunia usaha. Untuk dapat lebih bersaing, perusahaan dihadapkan pada kondisi untuk dapat lebih  transparan  dalam mengungkapkan  informasi  perusahaannya,  sehingga  akan lebih membantu para pengambil keputusan dalam mengantisipasi kondisi yang semakin berubah.
Untuk mengikuti perkembangan bisnis yang semakin komplek, diperlukan keseimbangan informasi yang sesuai dan memadai. Menurut FASB di dalam SFAC No. 5 (1984, paragraf 13) dikatakan sesuai bila seperangkat laporan keuangan selama suatu periode harus menunjukkan financial position at the end of the period, earning for the period, comprehensive income for the period, cash flow during the period, investment by end distributions to owners during the period. Sedangkan memadai menunjukkan  bahwa  secara  individual  laporan  keuangan  akan  mencakup  balace sheet atau statements of financial position, income statement, statement of retain earnings, statement of change in financial position (statement of sources and application of funds) (SFAC No. 1. 1978, paragraf 6). Karena itu pihak perusahaan harus bisa menentukan sistem dan prosedur akuntansi bisnisnya yang semakin berkembang dengan mempertimbangkan kepentingan “stakeholder”. 
Profesi akuntansi sebagai penyedia informasi bisnis tidak dapat melepaskan diri  dari  perkembangan  perekonomian  ini.  Semakin  besar  suatu  usaha  bisnis, semakin dirasakan perlunya informasi akuntansi, baik untuk pertanggung jawaban maupun untuk dasar pengambilan keputusan ekonomi. Dalam hubungannya dengan pengujian informasi keuangan untuk pihak luar, profesi akuntansi perlu mengatur cara-cara pengujian informasi keuangan suatu badan usahan dan memberi jasa audit untuk menentukan kewajaran laporan keuangan yang disusun oleh manajemen.
Menurut Statement of Financial Accounting Concept (SFAC) No. 1, tujuan pelaporan adalah untuk memberikan informasi yang berguna bagi investor, calon investor,  kreditur,  calon  kreditur  dan  para  pemakai  lainnya  dalam  membuat keputusan investasi, kredit, dan keputusan lainnya secara rasional. Menurut Susanto (1992) dalam Subroto (2003), informasi yang terkandung dalam laporan keuangan sangat  penting  sebagai  dasar  untuk  mengalokasikan  dana-dana  investasi  secara efisien dan produktif. Daarough (1993) dalam Subroto (2003) menunjukkan arti pentingnya informasi laporan keuangan dengan menyatakan bahwa, perusahaan- perusahaan memberikan laporan keuangan kepada berbagai stakeholder, dengan tujuan untuk memberikan informasi yang relevan dan tepat waktu agar berguna dalam pengambilan keputusan investasi, monitoring, penghargaan kinerja dan pembuatan  kontrak-kontrak.  Susanto  (1992)  dalam  Subroto  (2003)  menyatakan bahwa kualitas keputusan investasi dipengaruhi oleh kualitas pengungkapan perusahaan yang diberikan melalui laporan tahunan. Agar informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dapat dipahami dan tidak menimbulkan salah interprestasi, maka penyajian laporan keuangan harus disertai dengan pengungkapan yang cukup (adequate disclosure). Selanjutnya, informasi-informasi apa sajakah yang harus diungkapkan dalam laporan keuangan masih menjadi perdebatan di kalangan ahli akuntansi,  karena  pihak-pihak  yang  berkepentingan  terhadap  laporan  keuangan sangat bervariasi dan masing-masing mempunyai kebutuhan informasi yang berbeda.
Suatu laporan keuangan bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna apabila informasi yang disajikan dalam laporan keuangan tersebut dalam dipahami, relevan, andal, dan dapat diperbandingkan. Namun demikian, perlu disadari bahwa laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomi. Secara umum, laporan keuangan menggambarkan pengaruh dari kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi non keuangan.Agar laporan keuangan yang sudah diperiksa oleh akuntan publik dapat menjadi dasar yang berguna bagi pengambilan keputusan, salah satu cara yang dapat ditempuh adalah dengan membuat kriteria perlunya disclosure (pengungkapan) tertentu  yang  dapat mencakup  semua  perusahaan  publik  (Baridwan,  1992:  1-6) dalam Subiyantoro (1996).
Laporan tahunan pada dasarnya merupakan sumber informasi bagi investor sebagai salah satu dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi pasar modal dan juga sebagai sarana pertanggung jawaban manajemen atas sumber daya yang   dipercayakan   kepadanya.   Tujuan   pelaporan   keuangan   adalah   untuk memberikan informasi guna pengambilan keputusan, informasi diungkapkan pada dasarnya  diarahkan  kepada  para  pemegang  saham,  para  investor  lainnya  dan kreditur. Tetapi para karyawan, instansi pemerintah dan masyarakat luas juga merupakan penerima laporan tahunan dan bentuk pengungkapan lainnya.
Keputusan  yang  dibuat  oleh  para  investor  pada  dasarnya  merupakan keputusan beli-jual-simpan dan keputusan para kreditur pada dasarnya berkaitan dengan pemberian kredit untuk perusahaan. Tujuan penyajian informasi kepada karyawan, pelanggan dan masyarakat luas belum diformulasikan dengan baik, tetapi pada dasarnya diasumsikan bahwa informasi yang bermanfaat bagi para investor dan kreditur juga bermanfaat bagi pihak lainnya.
Dalam mekanisme pasar modal, pengungkapan badan usaha merupakan suatu cara  untuk  menyalurkan  pertanggung  jawaban  perusahaan  kepada  para  investor untuk memudahkan alokasi sumber daya. Hal ini menunjukkan bahwa laporan tahunan merupakan media yang penting untuk menyapaikan corporate disclosure (pengungkapan pada laporan tahunan) oleh manajemen suatu badan usaha dan merupakan sumber informasi yang penting dalam pengambilan keputusan investasi oleh para investor.
Penelitian ini merupakan replikasi dari jurnal penelitian Binsar H. Simanjutak dan Lusy Widiastuti (2004) dengan judul “Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kelengkapan Pengungkapan Laporan Keuangan pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta.”

1.2 Rumusan Masalah
Permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini adalah “apakah terdapat pengaruh antara leverage, likuiditas, profitabilitas, porsi saham publik, ukuran perusahaan, umur perusahaan, operating profit margin, net profit margin, status perusahaan dan return on equity terhadap kelengkapan pengungkapan laporan keuangan”.

1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji ulang pengaruh leverage, likuiditas, profitabilitas, porsi saham publik, ukuran perusahaan, umur perusahaan, operating profit margin, net profit margin, status perusahaan dan return on equity terhadap kelengkapan pengungkapan laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta.
Manfaat penelitian yang diharapkan dari penelitian adalah :
1.   Untuk menguji ulang penelitian sebelumnya berkenaan dengan ada tidaknya pengaruh  antara  leverage,  likuiditas,  profitabilitas,  porsi  saham  publik, ukuran perusahaan, umur perusahaan, operating profit margin, net profit margin, status perusahaan dan return on equity terhadap kelengkapan pengungkapan laporan keuangan. 
2.   Memberikan sumbangan terhadap ilmu pengetahuan.
3.   Memberi     kesempatan     kepada     para     peneliti     berikutnya     untuk menyempurnakan dan memperluas penelitian.

1.4 Sistematika Pembahasan
Pembahasan dalam bab ini terdiri dari 5 bab, dengan sistematika sebagai berikut :
BAB I  : PENDAHULUAN
Pada bab ini akan diuraikan latar belakang masalah, pokok permasalahan, tujuan penelitian dan manfaat penelitian.

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini berisi tinjauan pustaka yang digunakan untuk membahas masalah yang diangkat dalam penelitian ini. Mencakup teori-teori dan konsep yang relevan dan mendukung analisis pemecahan masalah dalam penelitian ini.

BAB III : METODOLOGI PENELITIAN
Bab ini berisikan tentang variabel yang dipakai dalam penelitian, pemilihan sampel, data yang diperlukan, sumber pengumpulan data, metode analisis, pengolahan data dan pengujian hipotesis. Bab ini akan merupakan landasan dalam menganalisis data. 

BAB IV : ANALISIS DATA
Bab ini akan membahas deskripsi penelitian berdasarkan data-data yang telah dikumpulkan dan pembahasan hasil penelitian, serta pengujian dan analisis hipotesis.

BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini akan menjelaskan kesimpulan dari hasil analisis yang telah dilakukan dan saran-saran yang mungkin dapat diajukan dan dilaksanakan untuk penelitian selanjutnya

FREE DOWNLOAD Klik Disini 

48. Pengumuman Dividen terhadap Saham

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pasar modal adalah pertemuan antara pihak yang memiliki dana dengan pihak yang membutuhkan dana dengan cara memperjualbelikan sekuritas. Pasar modal juga bisa diartikan sebagai pasar untuk memperjualbelikan sekuritas yang umumnya memiliki umur lebih dari satu tahun, seperti saham dan obligasi. Sedangkan tempat dimana terjadinya jual beli sekuritas disebut bursa efek. Bursa efek merupakan arti dari pasar modal secara fisik. Di Indonesia, terdapat dua bursa efek, yaitu Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES). (Tandelilin, 2001).
Investor sebagai penanam modal, menginvestasikan dananya bertujuan untuk mendapatkan imbalan atau pendapatan dari dana yang diinvestasikan. Bagi investor yang menginvestasikan dananya pada suatu saham perusahaan akan memperoleh pendapatan yang berupa deviden atau capital gains.
Dividen adalah pendapatan yang diperoleh setiap periode selama saham masih  dimiliki,  sedangkan  capital  gains  adalah  pendapatan  yang  diperoleh karena harga jual saham lebih tinggi daripada harga belinya. Pendapatan ini baru diperoleh jika saham dijual. Capital gains banyak dimanfaatkan oleh para spekulator karena lebih bersifat harian sesuai dengan perubahan harga saham yang terjadi pada setiap hari perdagangan saham. Spekulator harus mempunyai informasi mengenai faktor pemicu perubahan harga saham. Kemungkinan salah satu faktor pemicu adalah besarnya dividen yang dibayarkan perusahaan.
Jika   adanya   reaksi   harga   saham   yang   diakibatkan   dari   suatu pengumuman, maka bisa diartikan bahwa pengumuman itu mengandung informasi. Reaksi harga saham dapat   diukur dengan menggunakan abnormal return saham sebagai nilai perubahan harga. Pengumuman pembayaran dividen dikatakan mengandung informasi apabila memberikan return yang signifikan kepada pasar. Hal sebaliknya juga bila pengumuman pembayaran dividen tidak memberikan abnormal return yang tidak signifikan maka itu tidak mengandung informasi.
Beberapa penelitian yang dilakukan baik di Indonesia maupun di luar negeri masih memberikan hasil yang beragam, seperti hasil penelitian yang dilakukan Indah Patmawati(1999), Kartini (2001) dan Sudjoko (1999). Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa pengumuman dividen mengandung informasi. Penelitian yang dilakukan Amsari(1993) Soetjipto (1997) dan Sugeng (2000) tidak menemukan bukti adanya kandungan informasi dividen.
Penelitian yang dilakukan di luar negeri pun sama, seperti dalam Jogianto(2000)  bahwa  hasil  kesimpulan  dari  penelitian  yang  dilakukan  Watts(1973,1976), Ang(1975) dan Gonedes(1978) tidak menemukan bukti jika dividen mengandung informasi. Namun hasil lain mengungkapkan bahwa pengumuman dividen   mengandung   informasi,   seperti   hasil   Mande   (1994),   Eddy   dan Seifert(1992) Chang dan Chen(1991), Laub (1976) Woolridge (1982).
Motivasi peneliti untuk melakukan penelitian mengenai topik ini karena penelitian mengenai kandungan informasi dividen yang dilakukan di Indonesia masih berlainan. Maka peneliti ingin melakukan penelitian lebih lanjut. Ditambahkan  pula  mengenai  kandungan  informasi  perubahan  pembayaran dividen yang dilakukan perusahaan. Skripsi ini berjudul “Pengaruh Pengumuman Dividen terhadap Return Saham”.

1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan pada latar belakang permasalahan di atas, maka rumusan permasalahan yang diajukan adalah: Apakah pengumuman deviden berpengaruh terhadap return saham?

1.3 Batasan Masalah
Dalam penelitian ini batasan masalah hanya pada perusahaan-go public yang melakukan pengumuman deviden tunai pada tahun 2000-2003, dan mengalami kenaikan atau penurunan jumlah dividen tunai yang akan dibayar dari periode sebelumnya.

1.4   Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.4.1    Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang ingin dicapai oleh penulis dalam penelitian ini adalah ingin mengetahui apakah pengumuman pembayaran dividen mengandung   informasi   bagi   investor   .dan   apakah   kenaikan   ataupun penurunan pembayaran dividen tunai berpengaruh terhadap return saham.
1.4.2 Manfaat Penelitian
a.  Menerapkan  ilmu  yang  didapat  selama  mengikuti  kuliah  dan  sebagai prasyarat untuk menyelesaikan studi strata satu pada Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia.
b.   Menambah   wawasan   bagi   penulis   mengenai   pengaruh   perubahan pembayaran dividen tunai terhadap return saham
c.   Sebagai referensi bagi pihak-pihak yang membutuhkan. d.   Memberikan sumbangan terhadap ilmu pengetahuan.

1.5   Organisasi Penelitian
1.   Bab I , Pendahuluan
Bab ini memuat latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, hipotesis, serta sistematika penulisan. 
2.   Bab II, Kajian Pustaka
Berisi bahasan yang menjadi orientasi atau dasar teori bagi penelitian yang akan dilakukan dengan cara studi pustaka.
3.   Bab III, Metode Penelitian
Dalam bab ini melaporkan tentang pengambilan dan teknik populasi dan sampel. Pelaksanaan pengumpulan data. Pengolahan data antara lain mengenai cara pengolahan data, rumus yang dipakai, kriteria dalam menarik kesimpulan.
4.   BabIV, Analisis dan Pembahasan
Dalam bab ini disajikan pengklarifikasian, penafsiran atau pengolahan data dengan cara yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya. Hasilnya disajikan dalam bentuk secara verbal dengan kata-kata dan secara matematis dalam bentuk angka-angka.
5.   Bab V, Penutup
Berisi kesimpulan umum dari keseluruhan umum dari keseluruhan penelitian serta kesimpulan khusus dari penelitian, implikasi atau kegunaan hasil penelitian serta saran-saran terhadap kemungkinan manfaat dari penelitian ini serta tindak lanjutnya.

FREE DOWNLOAD Klik Disini 

45. Pengembangan Prototipe Sistem Pengadaan Barang

BAB I
PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang
Pengadaan barang/ jasa atau lebih dikenal dengan pelelangan merupakan salah satu proses pada proyek tertentu, seperti proyek pemerintah yang berskala besar.  Pengadaan  barang/  jasa  yang  dilakukan  bersifat  umum dari  pengadaan barang seperti pengadaan mobil pada suatu instansi hingga pengadaan jasa seperti jasa konsultan.
Selama ini pengadaan barang/ jasa dilakukan dengan langsung mempertemukan pihak-pihak yang terkait seperti penyedia barang/ jasa dan pengguna barang/ jasa, proses yang dilakukan secara fisik ini memiliki beberapa kelebihan dan kelemahan. Kelebihan yang didapat yaitu para pengguna dan penyedia barang/ jasa bertemu secara langsung dan melakukan tahap-tahap pengadaan barang/ jasa bersama-sama. Tetapi kelemahan dari tahap-tahap pelaksanaan pengadaan barang/ jasa konvensional ini dinilai banyak merugikan seperti mudahnya Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) berkembang, waktu yang dilakukan lama hingga bila para penyedia barang/ jasa banyak menimbulkan antrian yang dipandang menyia-nyiakan waktu.
Di era reformasi ini, kebutuhan masyarakat akan desentralisasi serta transparansi pelayanan pemerintah sangatlah penting diperhatikan. Perkembangan teknologi informasi menghasilkan titik cerah bagi masyarakat dalam memperoleh informasi, selain itu juga membantu pemerintah dalam memperoleh masukan dari masyarakat. Penggunaan teknologi informasi dalam pengadaan barang/ jasa ini membangun suatu sistem antara masyarakat dengan pemerintahan yang dikenal dengan sebutan e-procurement (Electronic Procurement). E-procurement adalah suatu bentuk sistem baru dalam pengadaan barang/ jasa yang mampu membantu pemerintah dalam hal transparansi informasi serta layanan masyarakat berbasis web. 
Untuk menerapkan e-procurement, suatu institusi pemerintah dapat membuat sebuah situs (web site) yang berisi informasi lengkap dan akurat mengenai institusi mereka, baik yang bersifat interaktif maupun pasif yang isinya harus dapat melayani seluruh lapisan masyarakat pengguna. Dengan e- procurement diharapkan masyarakat dapat menyampaikan pendapatnya mengenai pengadaan  barang/jasa  pada  pemerintahan,  dalam  hal  ini  situs  e-procurement harus bersifat interaktif (minimal ada alamat e-mail yang secara teratur dibaca dan dibalas oleh administrator) agar masyarakat bisa menyampaikan usulan, teguran, atau hal lainnya mengenai institusi yang bersangkutan. Masyarakat juga bisa mengawasi jalannya institusi terkait dengan melihat berbagai kegiatan institusi tersebut.
Membuat  e-procurement  bukanlah  suatu  investasi  yang  murah  untuk jangka pendek. Namun untuk jangka panjang sistem ini mampu meningkatkan efisiensi dan efektifitas suatu institusi pemerintah. Pembuatan situs e-procurement harus melalui beberapa tahapan. Tahapan pertama adalah penelitian mengenai masalah yang hendak dipecahkan, kemudian segala informasi mengenai masalah tersebut dikumpulkan. Setelah informasi tersebut telah lengkap dan dapat dipastikan   akurat,   barulah   dipertimbangkan   kebijakan   politiknya,   aturan- aturannya dan bagaimana nantinya masyarakat serta pemerintah menggunakan situs  tersebut.  Setelah  segalanya  lengkap,  barulah  dibuat  situs e-procurement. Pemerintah harus memperhatikan layanan mana yang dimaksimalkan dan layanan mana yang tidak perlu, dengan demikian, situs tersebut menjadi lebih efisien.
Komputer  telah  memegang  peranan  yang  penting  di  masyarakat.  Dari mulai pengaturan lalu lintas, pengendalian penerbangan, pengadaan barang/ jasa secara elektronik atau pelelangan secara elektronik, maupun pencarian  informasi sampai kepada permainan video yang sangat digemari. Banyak produk teknologi lain yang amat meningkat mutunya setelah memanfaatkan komputer serbagai komponennya. Sejalan dengan keuntungan yang ditimbulkan komputer, timbul permasalahan sosial yang cukup memerlukan perhatian. Banyaknya penggunaan komputer di berbagai bidang seperti, robot dalam industri, otomasi perkantoran, sistem uang elektronik/   Automatic Teller Machine (ATM), komputer pribadi, sistem informasi perumahan, dan perkembangannya aplikasi dari kecerdasan buatan menimbulkan permasalah tersendiri di masyarakat.
Mulai menjamurnya penggunaan e-procurement di tubuh pemerintah dan swasta untuk proses pengadaan barang/ jasa, seperti PLN (www. eproc.pln.co.id), Depatemen Pekerjaan Umum (DPU) (www.eproc.pu.go.id), hingga pada swasta pesawat terbang GARUDA (www.eproc.garuda-indonesia.com) juga tidak ketinggalan untuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) berlomba-lomba dalam pembuatan e-procurement ini seperti di Kalimantan Barat (www.eproc.kalbar.go.id), Surabaya (www.surabaya-eproc.or.id) serta daerah- daerah lainnya yang dalam pemprosesan pembuatan situs e-procurement. Juga di dunia Internasional e-procurement bukan menjadi hal yang baru lagi seperti yang tertera pada World Bank (web.worldbank.org) yang banyak membahas pada prosedur secara global serta dari India (www.c1india.com). Trend yang terjadi di dunia hingga september 2005 sangat tinggi kemajuan tentang e-procurement ini, perbandingan jumlah pemakaian dengan tender dengan e-procurement sangat jauh berbeda, dengan nilai puluhan juta tiap tahun trend yang terjadi semakin tinggi, seperti pada Gambar 1.1 yang dapat terlihat pada grafik di bawah ini:
Dari pengadaan barang/ jasa yang kini beredar, masih bersifat umum yaitu jenis pengadaan barang/ jasa dalam segala hal, seperti pengadaan barang/ jasa kendaraan, komputer, hingga material-material.
Konsentrasi manajemen konstruksi yang diambil, mendapatkan pemikiran dari pengadaan barang/ jasa yang umum untuk di khususkan hanya proyek konstruksi dan juga hasil yang didapat nantinya dapat digunakan oleh semua pihak terutama perusahaan-perusahaan  yang  terkait  dengan  proyek  konstruksi.  Dengan mengambil menyatukan dari teori yang ada serta situs-situs e-procurement yang telah banyak berkembang. Contohnya pada situs e-procurement Pemprov Surabaya, statistik yang didapat komposisi pekerjaan yang terjadi jasa pemborong non struktur 3%, jasa pemborong barang 34%, jasa konsultasi 10%, dan jasa lainnya 14%, serta 39% diduduki oleh jasa pemborong konstruksi seperti yang tergambar pada Gambar 1.2.
1.2       Rumusan Masalah
Latar belakang yang telah diuraikan di atas telah mengarahkan pada permasalahan-permasalahan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah untuk mengembangkan prototipe sistem pengadaan barang/ jasa secara elektronik (e- procurement) yang lebih khusus kepada proyek konstruksi. 
Beberapa hal yang ingin diketahui secara spesifik dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Bagaimana skema proses pengadaan barang/ jasa dengan menggunakan cara konvensional,
b. Bagaimana skema proses pengadaan barang/ jasa dengan menggunakan situs- situs e-procurement,

1.3       Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk memperkaya teori mengenai manajemen konstruksi, khususnya dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin maju hingga manajemen kontruksi dapat mengimbangi perkembangan zaman. Secara rinci, tujuan penelitian ini adalah:
a. Untuk mendeskripsikan skematiskan proses-proses ataupun tahapan-tahapan bagi penyedia dan pengguna barang/  jasa proyek kontruksi dalam mengikuti pelelangan pada sistem konvensional yaitu pertemuan langsung antara penyedia dan pengguna barang/  jasa,
b.   Untuk mendeskripsikan skematiskan proses-proses ataupun tahapan-tahapan bagi penyedia dan pengguna barang/ jasa kontruksi dalam mengikuti pelelangan pada sistem e-procurement.
1.4       Batasan Penelitian
Isi dan bahasan pada tulisan ini mempunyai lingkup yang terbatas pada:
1.4.1    Lingkup Materi Penelitian
Lingkup   materi   penelitian   merupakan   bahasan   pokok   yang   secara langsung  berperan  untuk  mencapai  tujuan  penelitian,  yang  akan  mencakup sebagai berikut:
a.   Proses penggunaan cara konvensional, b.   Proses penggunaan cara e-procurement,
c.   Sikap para ahli dalam forum Delphi (forum yang menghadirkan staf ahli untuk menilai hasil dari penelitian, forum ini dilakukan secara berulang hingga hasil penelitian tersebut dapat diterima), 

1.4.2    Batasan Studi Kasus
Studi kasus yang dipilih pada penelitian ini berupa situs pemerintahan tentang pengadaan barang/ jasa yaitu pada Departemen Pekerjaan Umum yang terdapat pada situs: eproc.pu.go.id. dan Pemerintah Kota Surabaya yang terdapat pada situs: www.surabaya-eproc.or.id

1.5       Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan akan memberikan sumbangan terhadap khasanah pengetahuan dalam   bidang manajemen konstruksi, khususnya dalam hal kemajuan teknologi tentang pengadaan barang/ jasa dalam e-procurement. Adapun pihak-pihak yang dapat memanfaatkan hasil penelitian ini diantaranya:
a.   Akademisi dari disiplin ilmu Teknik Sipil, khususnya Manajemen Konstruksi b.   Kalangan swasta, khususnya pengguna dan penyedia jasa
c.   Unsur pemerintah dan instansi swasta lainnya baik dalam hal memahami proses pengadaan barang/ jasa dalam e-procurement maupun dalam menciptakan e-procurement baru untuk instansinya masing-masing.
d.   Masyarakat umum yang mempunyai minat pada ilmu Manajemen Konstruksi.

1.6       Keaslian Penelitian
Penelitian ini dilakukan bedasarkan perkembangan kemajuan dunia teknologi di bidang proyek konstruksi. Penelitian lain yang terkait dengan penelitian ini adalah Tugas Akhir mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) oleh  Daniel  Panem  beserta    Nova  Sano  S.  Subakti  pada  tahun  2001  yang berjudul Perencangan Sistem Pengadaan Barang/ Jasa Proyek Konstruksi Berbasis Web  yang difokuskan pada pembuatan web untuk pengadaan barang/ jasa yang hanya mengambil bahan dari teori-teori yang telah ada. Penelitian yang dilakukan oleh Widyo Aji Sasongko pada tahun 2005 yang berjudul Rancang Bangun   Aplikasi   Elektronik   Lelang   yang   berfokus   pada   perancangan pelelangan barang melalui situs.
Pada penelitian lain seperti Tesis mahasiswa ITB oleh Rahmi Maulidya tentang    Perancangan  dan  Pembuatan  Sistem  Kolaborasi  Desain  Produk Berbasis Web pada tahun 2005, penelitian ini hanya berhubungan pada perancangan sistem yang berbasis web tetapi tidak menyangkut dengan pengadaan barang/ jasa proyek konstruksi.
Supaya tidak terjadi duplikasi maka pada bab tinjauan pustaka diuraikan secara jelas persamaan dan perbedaan dengan penelitian terdahulu.

FREE DOWNLOAD Klik Disini 

24. Informasi Arus Kas terhadap Harga Saham

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Dalam beberapa tahun belakangan ini, pasar modal Indonesia merupakan satu  bentuk  pasar  dalam  pasar  keuangan.  Pasar  ini  telah  menjadi  perhatian banyak pihak khususnya masyarakat bisnis. Hal ini terutama dikarenakan oleh kegiatan pasar modal yang semakin berkembang dan efisien disatu pihak dan dilain pihak meningkatkan keinginan masyarakat untuk mencari alternatif pembiayaan usaha selain bank dan lembaga keuangan bukan bank. Pasar modal sebagai media yang sangat efektif untuk dapat menyalurkan dan menginvestasikan dana yang berdampak produktif dan menguntungkan bagi investor. Oleh yang demikian diperlukan perencanaan dan penelitian yang sungguh-sungguh serta dilandasi pemikiran yang matang.
Syarat utama yang diinginkan oleh para investor untuk bersedia menyalurkan dananya melalui pasar modal adalah perasaan aman akan investasi dan tingkat return yang akan diperoleh dari investasi tersebut. Perasaan aman ini diantaranya diperoleh karena para investor memperoleh informasi yang jelas, wajar,   dan   tepat   waktu   sebagai   dasar   dalam   pengambilan keputusan investasinya. 
Salah satu informasi yang dianggap informatif jika informasi tersebut mampu  mengubah  kepercayaan  (belief)  para  pengambil  keputusan.  Adanya suatu informasi yang baru akan membentuk suatu kepercayaan baru dikalangan para investor. Kepercayaan baru ini akan mengubah harga melalui demand dan supply surat-surat berharga.
Seseorang atau perusahaan sebelum melakukan investasi dalam saham diperlukan studi analisis, apakah investasi tersebut layak atau tidak layak dilaksanakan,   apakah   mendatangkan   keuntungan   atau   sebaliknya.   Dalam praktek, transaksi suatu saham berfluktuasi dari hari ke hari. Perubahan transaksi selalu dipengaruhi oleh factor-faktor internal maupun eksternal perusahaan. Faktor internal meliputi ketersediaan informasi (Availability of Information) khususnya informasi akuntansi secara keseluruhan dan nama baik perusahaan. Faktor eksternal perusahaan berhubungan dengan likuiditas pada pasar modal (jumlah order pembelian/penjualan banyak), kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal, tingkat bunga deposito bank, kondisi perekonomian lain secara makro, informasi fluktuasi harga saham, kebijakan pemerintah dan lain-lain.
Laporan keuangan sebagai hasil akhir dari proses akuntansi mempunyai tujuan utama adalah untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi calon investor, kreditur dan para pemakai eksternal, untuk pengambilan keputusan investasi dan keputusan   lainnya.   Tujuan   kedua   berkaitan   dengan   keharusan   pelaporan keuangan menyediakan informasi mengenai arus kas untuk membantu investor dan kreditur dalam mengukur prospek arus kas bersih perusahaan bersangkutan. Laporan keuangan terbagi dalam 2 kategori yaitu: Sumber-sumber yang ada pada suatu saat tertentu yaitu neraca dan hasil dari aliran sumber-sumber yang melebihi satu periode dan termasuk didalamnya laporan laba-rugi, laporan laba ditahan dan laporan arus kas.
Untuk mengurangi ketidakpastian investasi para investor memerlukan informasi akuntansi, untuk menilai risiko yang melekat pada investasinya tersebut. Penyajian laporan arus kas akan memungkinkan para investor untuk memprediksi jumlah kas yang mungkin didistribusikan sebagai dividen pada masa yang akan dating serta menilai risiko potensial atas investasi yang ditanamkan. Untuk itu para investor tetap harus berusaha mengikuti perkembangan pasar dan sebanyak mungkin informasi karena dasar dari keberhasilan investasi adalah melakukan keputusan berdasarkan informasi (MakingWell  Informed  Decisions).  Informasi  akan  menjadi  bermanfaat  jika dapat  membantu  seseorang/investor  dalam  memprediksi  hasil-hasil  dimasa dating dari berbagai alternative tindakan.
Pada mulanya laporan arus kas belum merupakan bagian dari laporan keuangan, karena sebelum 1971 pelaporan keuangan yang direkomendasikan oleh Generally Accepted Accounting Principles (GAAP) hanya neraca dan laporan rugi/laba. Dalam perkembangan berikutnya yang dilator belakangi oleh keinginan investor, kreditor dan pemakai lainnya muncul laporan dana (fund statement) sebagai bagian dari laporan keuangan. Pada saat itu laporan dana bersifat   sukarela   dan   posisinya   dalam   laporan   keuangan   masih   sebagai suplemen.
Laporan  arus  kas  baru  diwajibkan  pada  tahun  1987  dengan dikeluarkannya Statement of Financial Accounting Standar (SFAS) No. 95 oleh FASB tentang Statement of Cash Flow yang kemudian menjadi efektif sebagai bagian dari laporan keuangan tahunan setelah tanggal 15 Juli 1988. Merekomendasikan untuk memasukkan laporan arus kas untuk menaksir likuiditas perusahaan, fleksibilitas perusahaan dan keuangan, profitabilitas dan risiko.
Di   Indonesia,   usaha   untuk   meningkatkan   pengungkapan   laporan keuangan ditandai dengan dikeluarkannya Standar Akuntansi Keuangan (SAK) pada tanggal 7 September 1994 oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) yang mulai berlaku tanggal 1 Januari 1995. Dalam pernyataan SAK No.2 dinyatakan bahwa perusahaan harus menyusun laporan arus kas dan harus menyajikan laporan tersebut   sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan untuk setiap periode penyajian pelaporan keuangan. Tujuan utama dari laporan arus kas adalah memberikan informasi yang relevan tentang penerimaan dan pengeluaran kas suatu unit usaha selama periode tertentu. Beberapa bukti empiris tentang informasi arus kas menunjukkan adanya ketidak  konsistenan  hasil  yang  diperoleh.  Hasil  penelitian  Health  dan  Lee (1978), Bernard dan Stober (1989), Baridwan (1997), Hastutu (1997), Suadi (1998) dan Triyono (2000) menemukan adanya kandungan informasi dalam laporan  arus  kas.  Sementara  hasil  penelitian  Clubb  (1995),  Board  dan  Day (19890 menyatakan bahwa kandungan informasi laporan arus kas memberikan dukungan yang lemah bagi investor.
Penelitian  ini  diilhami  penelitian  yang  telah  dilakukan  oleh  Lena  tan Chooi Yen (1999) tentang pengaruh informasi arus kas terhadap volume perdagangan saham di BEJ. Penelitian tersebut menyatakan bahwa publikasi laporan arus kas khususnya informasi arus kas dari aktivitas operasi mempunyai pengaruh terhadap volume perdagangan saham, sedangkan arus kas dari aktivitas investasi  dan  pendanaan  tidak  ada  pengaruh  terhadap  volume  perdagangan saham di BEJ.
1.2             Pokok Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan sebelumnya pokok masalah pada penelitian ini adalah apakah ada pengaruh antara arus kas dari aktivitas operasi, arus kas dari aktivitas investasi dan arus kas dari aktivitas pendanaan terhadap volume perdagangan saham di Bursa efek Jakarta. 
1.3             Batasan Masalah
Dengan mempertimbangkan keterbatasan yang ada pada penulis, maka penelitian tentang pengaruh informasi arus kas terhadap volume perdagangan saham perusahaan dibatasi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta periode tahun 2003-2006.
Penelitian ini hanya mengamati reaksi pasar modal, berupa volume perdagangan saham dengan dipublikasikannya laporan arus kas.
1.4             Tujuan Penelitian
Berdasarkan  latar  belakang  yang  telah  dijelaskan  sebelumnya  maka tujuan  yang  hendak  dicapai  dalam  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui apakah ada pengaruh antara arus kas operasi, investasi, dan pendanaan terhadap volume perdagangan saham diseputar tanggal publikasi laporan keuangan.
1.5             Manfaat Penelitian 
Penelitian ini mempunyai manfaat bagi penulis dan pihak lain adalah sebagai berikut ;
1.         Bagi Penulis
Penelitian ini merupakan kesempatan yang baik untuk menerapkan disiplin ilmu yang telah diperoleh selama mengikuti kuliah. Dan tambahan pengetahuan tentang pengaruh informasi arus kas terhadap volume perdagangan saham.
2.               Bagi Pihak Lain
Hasil penelitian ini dapat dipakai sebagai bahan masukan untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan arus kas dan volume perdagangan saham. Dan dapat sekiranya digunakan sebagai tambahan informasi bagi pengembangan penelitian lebih lanjut.
1.6                   Sistematika Penulisan
Penulisan skripsi ini disusun secara tertur dalam bab per bab yang masing-masing bab dibagi menjadi sub bab, dengan tujuan mempermudah pembahasan serta untuk mempermudah pembaca memahami garis besar penelitian ini. Isi dan bahasan ini disajikan dalam bentuk sistematika sebagai berikut : 
BAB I      PENDAHULUAN
Dalam bab ini penulis menjelaskan tentang latar belakang masalah, pokok permasalahan, batasan penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian.

BAB II     LANDASAN TEORI
Dalam bab ini diuraikan kerangka teori yang digunakan sebagai landasan untuk memecahkan masalah yang dibahas dan perumusan hipotesis dalam penyusunan skripsi ini.

BAB III    METODE PENELITIAN
Dalam bab ini merupakan landasan metodologi penelitian, yang merupakan acuan analisis ilmiah dalam mewujudkan hasil penelitian yang mencakup pemilihan sample, sumber data, variable penelitian, metode analisis data dan pengujian hipotesis. 

BAB IV   HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Dalam bab ini penulis mencoba menganalisa dan membahas pengaruh arus kas dari aktivitas operasi, aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan  terhadap  volume  perdagangan  saham berdasarkan  data- data yang telah dikumpulkan dan pembahasan hasil penelitian.

BAB V     KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini akan mencoba memberikan kesimpulan dari seluruh bahasan penulisan dan juga saran yang mungkin dapat diajukan dan dilaksanakan untuk penelitian selanjutnya.

FREE DOWNLOAD Klik Disini 

21. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kelengkapan Pengungkapan Laporan Keuangan pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Berubahnya kondisi lingkungan ekonomi banyak berpengaruh pada dunia usaha. Untuk dapat lebih bersaing, perusahaan dihadapkan pada kondisi untuk dapat lebih  transparan  dalam mengungkapkan  informasi  perusahaannya,  sehingga  akan lebih membantu para pengambil keputusan dalam mengantisipasi kondisi yang semakin berubah.
Untuk mengikuti perkembangan bisnis yang semakin komplek, diperlukan keseimbangan informasi yang sesuai dan memadai. Menurut FASB di dalam SFAC No. 5 (1984, paragraf 13) dikatakan sesuai bila seperangkat laporan keuangan selama suatu periode harus menunjukkan financial position at the end of the period, earning for the period, comprehensive income for the period, cash flow during the period, investment by end distributions to owners during the period. Sedangkan memadai menunjukkan  bahwa  secara  individual  laporan  keuangan  akan  mencakup  balace sheet atau statements of financial position, income statement, statement of retain earnings, statement of change in financial position (statement of sources and application of funds) (SFAC No. 1. 1978, paragraf 6). Karena itu pihak perusahaan harus bisa menentukan sistem dan prosedur akuntansi bisnisnya yang semakin berkembang dengan mempertimbangkan kepentingan “stakeholder”. 
Profesi akuntansi sebagai penyedia informasi bisnis tidak dapat melepaskan diri  dari  perkembangan  perekonomian  ini.  Semakin  besar  suatu  usaha  bisnis, semakin dirasakan perlunya informasi akuntansi, baik untuk pertanggung jawaban maupun untuk dasar pengambilan keputusan ekonomi. Dalam hubungannya dengan pengujian informasi keuangan untuk pihak luar, profesi akuntansi perlu mengatur cara-cara pengujian informasi keuangan suatu badan usahan dan memberi jasa audit untuk menentukan kewajaran laporan keuangan yang disusun oleh manajemen.
Menurut Statement of Financial Accounting Concept (SFAC) No. 1, tujuan pelaporan adalah untuk memberikan informasi yang berguna bagi investor, calon investor,  kreditur,  calon  kreditur  dan  para  pemakai  lainnya  dalam  membuat keputusan investasi, kredit, dan keputusan lainnya secara rasional. Menurut Susanto (1992) dalam Subroto (2003), informasi yang terkandung dalam laporan keuangan sangat  penting  sebagai  dasar  untuk  mengalokasikan  dana-dana  investasi  secara efisien dan produktif. Daarough (1993) dalam Subroto (2003) menunjukkan arti pentingnya informasi laporan keuangan dengan menyatakan bahwa, perusahaan- perusahaan memberikan laporan keuangan kepada berbagai stakeholder, dengan tujuan untuk memberikan informasi yang relevan dan tepat waktu agar berguna dalam pengambilan keputusan investasi, monitoring, penghargaan kinerja dan pembuatan  kontrak-kontrak.  Susanto  (1992)  dalam  Subroto  (2003)  menyatakan bahwa kualitas keputusan investasi dipengaruhi oleh kualitas pengungkapan perusahaan yang diberikan melalui laporan tahunan. Agar informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dapat dipahami dan tidak menimbulkan salah interprestasi, maka penyajian laporan keuangan harus disertai dengan pengungkapan yang cukup (adequate disclosure). Selanjutnya, informasi-informasi apa sajakah yang harus diungkapkan dalam laporan keuangan masih menjadi perdebatan di kalangan ahli akuntansi,  karena  pihak-pihak  yang  berkepentingan  terhadap  laporan  keuangan sangat bervariasi dan masing-masing mempunyai kebutuhan informasi yang berbeda.
Suatu laporan keuangan bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna apabila informasi yang disajikan dalam laporan keuangan tersebut dalam dipahami, relevan, andal, dan dapat diperbandingkan. Namun demikian, perlu disadari bahwa laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomi. Secara umum, laporan keuangan menggambarkan pengaruh dari kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi non keuangan.
Agar laporan keuangan yang sudah diperiksa oleh akuntan publik dapat menjadi dasar yang berguna bagi pengambilan keputusan, salah satu cara yang dapat ditempuh adalah dengan membuat kriteria perlunya disclosure (pengungkapan) tertentu  yang  dapat  mencakup  semua  perusahaan  publik  (Baridwan,  1992:  1-6) dalam Subiyantoro (1996).
Laporan tahunan pada dasarnya merupakan sumber informasi bagi investor sebagai salah satu dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi pasar modal dan juga sebagai sarana pertanggung jawaban manajemen atas sumber daya yang   dipercayakan   kepadanya.   Tujuan   pelaporan   keuangan   adalah   untuk memberikan informasi guna pengambilan keputusan, informasi diungkapkan pada dasarnya  diarahkan  kepada  para  pemegang  saham,  para  investor  lainnya  dan kreditur. Tetapi para karyawan, instansi pemerintah dan masyarakat luas juga merupakan penerima laporan tahunan dan bentuk pengungkapan lainnya.
Keputusan  yang  dibuat  oleh  para  investor  pada  dasarnya  merupakan keputusan beli-jual-simpan dan keputusan para kreditur pada dasarnya berkaitan dengan pemberian kredit untuk perusahaan. Tujuan penyajian informasi kepada karyawan, pelanggan dan masyarakat luas belum diformulasikan dengan baik, tetapi pada dasarnya diasumsikan bahwa informasi yang bermanfaat bagi para investor dan kreditur juga bermanfaat bagi pihak lainnya.
Dalam mekanisme pasar modal, pengungkapan badan usaha merupakan suatu cara  untuk  menyalurkan  pertanggung  jawaban  perusahaan  kepada  para  investor untuk memudahkan alokasi sumber daya. Hal ini menunjukkan bahwa laporan tahunan merupakan media yang penting untuk menyapaikan corporate disclosure (pengungkapan pada laporan tahunan) oleh manajemen suatu badan usaha dan merupakan sumber informasi yang penting dalam pengambilan keputusan investasi oleh para investor.
Penelitian ini merupakan replikasi dari jurnal penelitian Binsar H. Simanjutak dan Lusy Widiastuti (2004) dengan judul “Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kelengkapan Pengungkapan Laporan Keuangan pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta.”
1.2 Rumusan Masalah

Permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini adalah “apakah terdapat pengaruh antara leverage, likuiditas, profitabilitas, porsi saham publik, ukuran perusahaan, umur perusahaan, operating profit margin, net profit margin, status perusahaan dan return on equity terhadap kelengkapan pengungkapan laporan keuangan”.
1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji ulang pengaruh leverage, likuiditas, profitabilitas, porsi saham publik, ukuran perusahaan, umur perusahaan, operating profit margin, net profit margin, status perusahaan dan return on equity terhadap kelengkapan pengungkapan laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta.
Manfaat penelitian yang diharapkan dari penelitian adalah :

1.   Untuk menguji ulang penelitian sebelumnya berkenaan dengan ada tidaknya pengaruh  antara  leverage,  likuiditas,  profitabilitas,  porsi  saham  publik, ukuran perusahaan, umur perusahaan, operating profit margin, net profit margin, status perusahaan dan return on equity terhadap kelengkapan pengungkapan laporan keuangan.
2.   Memberikan sumbangan terhadap ilmu pengetahuan.
3.   Memberi     kesempatan     kepada     para     peneliti     berikutnya     untuk menyempurnakan dan memperluas penelitian.

1.4 Sistematika Pembahasan

Pembahasan dalam bab ini terdiri dari 5 bab, dengan sistematika sebagai berikut :
BAB I  : PENDAHULUAN

Pada bab ini akan diuraikan latar belakang masalah, pokok permasalahan, tujuan penelitian dan manfaat penelitian.
BAB II : TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini berisi tinjauan pustaka yang digunakan untuk membahas masalah yang diangkat dalam penelitian ini. Mencakup teori-teori dan konsep yang relevan dan mendukung analisis pemecahan masalah dalam penelitian ini.
BAB III : METODOLOGI PENELITIAN

Bab ini berisikan tentang variabel yang dipakai dalam penelitian, pemilihan sampel, data yang diperlukan, sumber pengumpulan data, metode analisis, pengolahan data dan pengujian hipotesis. Bab ini akan merupakan landasan dalam menganalisis data. 

BAB IV : ANALISIS DATA

Bab ini akan membahas deskripsi penelitian berdasarkan data-data yang telah dikumpulkan dan pembahasan hasil penelitian, serta pengujian dan analisis hipotesis.

BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini akan menjelaskan kesimpulan dari hasil analisis yang telah dilakukan dan saran-saran yang mungkin dapat diajukan dan dilaksanakan untuk penelitian selanjutnya.

FREE DOWNLOAD Klik Disini 

17. Faktor Yang Mempengaruhi Deviden Per Share Perusahaan Manufaktur Yang Listing Di BEJ

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang.

Manajemen keuangan merupahkan fungsi dan tanggung jawab dari seorang menajer keuangan, Dimana dalam pelaksanaannya tanggung jawab oleh seorang manajer keuangan akan sangat menentukan kelangsungan hidup dari perusahaan.Yang pertama, keputusan pendanaan(financing). Berkat dengan penentuan sumber dana yang akan digunakan, penentuan pertimbangan pembelanjakan yang terbaik, atau penentuan stuktur modal yang optimal. Yang kedua, keputusan investasi(invesment). Keputusan ini sangat menentukan keseluruhan  jumlah  aktiva  yang  ada  pada  perusahaan,  komposisi  dari  aktiva- aktiva tersebut, beserta tingkat resikonya. Yang ketiga, keputusan deviden. Menyangkut   keputusan   dalam   penentuan   cash   devidend,   penentuan   stock devidend dan pembelian kembali saham. Ketiga keputusan ini akan dapat di pisahkan satu sama lainnya. Masing-masing keputusan diintegrasikan untuk memaksimumkan nilai perusahaan, yang dicerminkan dari harga pasar sahamnya.
Sesuai dengan fungsi manajemen keuangan pada umumnya, maka pembagian deviden bertujuan untuk memaksimumkan kemakmuran pemegang saham atau harga saham. Selain itu tujuan pembagian deviden juga untuk menunjukkan likuiditas perusahaan.
Dari  sisi  investor,  deviden  merupakan  salah  satu  penyebab  timbulnya motivasi investor menanamkan dananya di pasar modal. Investor lebih menyukai deviden dari pada capital gain. Alasannya adalah deviden merupakan penerimaan yang lebih pasti dibanding capital gain. Hal ini disebabkan mereka menganggap bahwa deviden sekarang lebih berharga dibandingkan dengan capital gain yang diperoleh di   kemudian   hari.   Sehingga   perusahaan   sering   menggunakan pengumuman deviden untuk menaikkan harga saham. Dimana Capital Gain merupakan kelebihan harga jual diatas harga beli saham.
Karena informasi yang dimiliki investor di pasar modal sangat terbatas, maka perubahan  devidenlah  yang  akan  dijadikan  sebagai  sinyal  untuk  mengetahui kinerja perusahaan.
Pada tanggal 1 April 1976, pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan Paket Ekspor yang memberikan berbagai kemudahan guna meningkatkan kinerja ekspor  manufaktur  Indonesia.  Kemudahaan-kemudahan  tersebut  antara  lain berupa  penurunan  pajak  ekspor  50  persen,  atau  bahkan  100  persen,  untuk sebagian barang ekspor, ditambah lagi dengan penghapusan bea materai dan pungutan cess yang ditujukan untuk menekan biaya produksi, serta dilengkapi pula dengan penambahaan kredit ekspor lengkap dengan lembaga asuransi yang menjaminnya. Dari tahun 1980 hingga 1992, ekspor barang-barang manufaktur tumbuh rata-rata 20 persen sampai 30 persen per tahun. Namun sayangnya resesi yang  berkepanjangaan  mempengaruhi  permintaan  ekspor  sehingga  berkurang pada tahun 1993. Periode tersebut juga bebarengan dengan melambatnya momemtum   reformasi   dan   meluasnya   rintangan   peraturan   dalam   negeri (Hill,2002) 

Berdasarkan dengan masalah diatas dan untuk meneruskan penelitian terdahulu penulis       tertarik       untuk       melakukan       penelitian       dengan       judul “ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DEVIDEN PER   SHARE   PERUSAHAAN   MANUFAKTUR   YANG   LISTING   DI BURSA EFEK JAKARTA
TH 2001 – 2003 “.
1.2 Rumusan Masalah
Dalam melakukan investasi agar seorang investor memperoleh keuntungan yang maksimal mungkin, maka seorang investor harus mengetahui :
1.   Apakah ( CR, DER, DPS tahun sebelumnya, EPS, dan TATO ) merupakan faktor – faktor yang mempengaruhi kebijakan pemberian deviden per share kepada para pemegang saham?
2.  Berapa besar tingkat pengaruh faktor – faktor tersebut dalam penentuan kebijakan pemberian deviden yang akan dilakukan?

1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian

1.3.1 Tujuan penelitian.
Tujuan yang ingin dicapai oleh penulis dalam penelitian ini adalah ingin mengetahui berapa besar tingkat pengaruh faktor – faktor yang ada ( CR, DER, DPS tahun sebelumnya, EPS dan TATO ) terhadap kebijakan pembagian deviden per lembar saham. 

1.3.2  Manfaat penelitian.
1. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberi masukan kepada investor, calon investor dan perusahaan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan deviden sehingga memudahkan perusahaan dalam menentukan kebijakan devidennya dan investor dapat lebih memahami perilaku deviden yang ada serta memudahkan investor dalam pengambilan keputusan.
2.   Bagi   penulis,   penelitian   ini   merupakan   suatu   media   untuk menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh selama ini, dengan demikian penulis dapat mengetahui perbedaan dan membandingkan antara teori yang telah dipelajari, bagaiman menerapkannya dan fakta yang terjadi di lapangan. 

1.4. Sistematika Penulisan
Skripsi ini disusun dengan sistematika sebagai berikut:
BAB I     Pendahuluan.

Bab ini berisi tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, batasan masalah, sistematika pembahasan.
BAB II    Kajian Pustaka.

Bab ini berisi tentang teori-teori yang menjadi dasar pemecahan masalah yang dihadapi antara lain tentang, pengertian dan tujuan pembagian deviden, macam-macam deviden, dan kebijakan-kebijakan teory deviden dan penelitian terdahulu dan hipotesis.
BAB III   Metode Penelitian.

Bab   ini   berisikan   tentang   variabel   yang   dipakai   dalam  penelitian, pemilihan sampel, data-data penelitian, sumber pengumpulan data, metode pegumpulan data dan rancang pengujian hipotesis serta pernyataan hipotesis.
BAB IV   Analisa Data.

Bab ini membahas tentang deskripsi hasil penelitian berdasarkan data-data yang telah dikumpulkan dan pembahasan hasil penelitian yang telah diuraikan, pengujian dan analisis hipotesis.
BAB V     Kesimpulan  Dan Saran.

Dalam Bab ini dipaparkan kesimpulan-kesimpulan dari seluruh bahasan penulisan.

FREE DOWNLOAD  Klik Disini

70. Manajemen kurikulum tahfizul qur’an di Pondok Pesantren al-Ma’ruf

ABSTRAK

Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan keagamaan Islam berbasis masyarakat yang menyelenggarakan pendidikan diniyah atau secara terpadu dengan jenis pendidikan lainnya. Pondok pesantren secara luas mengkaji tentang pendidikan agama Islam. Di dalamnya, kita bisa mendapat  berbagai  ilmu  keislaman  yang  sangat  banyak.  Santri  tidak hanya mengaji di pondok, tetapi juga mengikuti sekolah umum sesuai dengan tingkatnya dan diperlukan sebuah manajemen kurikulum tahfizul Qur’an yang baik pada Pondok pesantren Al-Ma’ruf.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen kurikulum tahfizul  Qur’an  di Pondok pesantren Al-Ma’ruf Candisari Mranggen Demak. Obyek penelitian ini adalah seluruh komponen yang ada di Pondok pesantren Al-Ma’ruf Candisari Mranggen Demak. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang terkumpul terkumpul terkait manajemen pembelajaran tahfizul Qur’an di Pondok pesantren Al-Ma’ruf Candisari Ma’ruf secara kualitatif.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan 1). Perencanaan pembelajaran melalui rencana pelaksanaan dalam pembelajaran. 2). Pelaksanaan  pembelajaran  tahfizul  Qur’an  di  Pondok  pesantren  Al- Ma’ruf menggunakan metode sorogan dan muraja’ah, teknik bimbingan dan setor hafalanya  bergantian  dalam satu ruangan, adapun  waktunya adalah pagi hari setelah shalat subuh, dan malam hari setelah shalat isya’, untuk sore hari digunakan untuk mengaji kitab kuning, sarana yang digunakan adalah Al-Qur’an Mushaf Ustmani 3). Evaluasi pembelajaran tahfizul Qur’an  di pondok pesantren Al-Ma’ruf di bagi menjadi 3 bagian yaitu: a.  Evaluasi  harian,  b.  Evaluasi  mingguan,  c. Evaluasi  bulanan. Adapun  aspek yang dinilai  yaitu  : aspek kelancaran  hafalan,  tahsinul Qur’an, tajwid.
Kata kunci: Manajemen Kurikulum, Tahfizul Qur’an
File Selengkapnya.....

69. Manajemen kurikulum Islam terpadu di SD

ABSTRAK

Skripsi ini  membahas  tentang manajemen  kurikulum Islam Terpadu di SD IT Al-Firdaus Gubug Grobogan. Kajian dalam skripsi ini  dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan anak sejak usia dini untuk menghasilkan peserta didik yang taat beribadah sesuai dengan ajaran agama Islam, dan mampu menerapkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui: (1)  Perencanaan  kurikulum  Islam  Terpadu  di  SD  IT  Al-Firdaus Gubug,  (2)  Pelaksanaan  kurikulum  Islam  Terpadu  di  SD  IT  Al- Firdaus Gubug, (3) Evaluasi kurikulum Islam Terpadu di SD IT Al- Firdaus Gubug.
Jenis penelitian ini kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumen. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dengan cara reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Dalam perencanaan kurikulum Islam Terpadu di SD IT Al-Firdaus Gubug pihak sekolah memilih program pengembangan sesuai dengan kebutuhan  dan  kemampuan  masyarakat.  (2)  Dalam  pelaksanaan kurikulum Islam Terpadu di SD IT Al-Firdaus Gubug dilakukan dengan dua metode pertama memasukkan nilai-nilai keislaman pada setiap kegiatan belajar mengajar dengan pengetahuan umum sesuai dengan ketentuan yang ada, kedua kegiatan pengembangan melalui program sekolah dan pengembangan muatan lokal. (3) Dalam evaluasi kurikulum Islam Terpadu di SD IT Al-Firdaus Gubug dilakukan dengan cara mengadakan rapat koordinasi pada setiap akhir pekan yang didalamnya membahas masalah selama satu minggu yang sudah dilalui dan evaluasi yang akan diberikan selama satu minggu yang akan datang.
Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada : (1) semua pendidik harus  selalu  mencari  pembaharuan  dan  penegtahuan  agar setiap kegiatan belajar mengajar peserta didik sebagai sasarannya bisa mendpatkan sesuai dengan perkembangan jaman (2) Berkaitan dengan sarana dan prasarana maka harus menambah ruang kepala sekolah karena ruang kepala sekolah masih di rumah orang laindan belum punya ruangan sendiri (3) Pihak sekolah diharapkan bisa membuka peserta didik yang lebih banyak yang sebelumnya dua kelas mungkin bisa ditambah lagi (4) Dari yayasan, kepala sekolah dan pendidik diharapkan meningkatkan  sumber daya manusia agar kedepan bisa memajukan sekolah yang didirikan bisa dilirik masyarakat luas sehingga para orang tua senang menyekolahkan anaknya ke SD IT Al- Firdaus Gubug. 
 Kata Kunci : Manajemen Kurikulum, Kurikulum Islam Terpadu
File Selengkapnya.....

68. Manajemen kesenian rebana SMP

 ABSTRAK

Skripsi  ini  membahas  tentang  manajemen  kesenian  rebana  SMP  N  14 Semarang.   Kajiannya    dilatarbelakangi    oleh   ketertarikan   peneliti   tentang pengelolaan  ekstra  kurikuler  kesenian  rebana  di  sekolah  tersebut  yang sering meraih prestasi atau kejuaraan kesenian rebana. Penelitian ini dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan: (1) Bagaimana perencanaan kesenian rebana di SMP N 14 Semarang. (2) Bagaimana pelaksanaan kesenian rebana di SMP N 14 Semarang. (3) Bagaimana evaluasi kesenian rebana di SMP N 14 Semarang. Permasalahan tersebut  dibahas  melalui  studi  lapangan  yang  dilaksanakan  di  SMP  N  14 Semarang. Sekolah tersebut dijadikan sebagai sumber data untuk mendapatkan potret  implementasi  pengelolaan  kegiatan  ekstra  kurikuler  kesenian  rebana. Datanya diperoleh dengan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi.
Hasil  penelitian  ini  menunjukkan  bahwa  (1)  Dalam  perencanaan,  seluruh pengelola  kegiatan  ekstra  kurikuler  kesenian  rebana  di  SMP  N 14  Semaran mampu merencanakan tugasnya dengan baik. Diantaranya memuat visi dan misi, tujuan, rencana  program kegiatan, peraturan  yang berlaku,  jadwal dan  tempat latihan, pedoman atau acuan, target, landasan dasar. (2) Dalam pelaksanaan, memuat struktur organisasi, pembagian tugas baik dalam organisasi maupun pada alat musik, strategi pengelolaan dan menghadapi perlombaan, metode pengelolaan yang terdiri dari pengelolaan latihan, menghadapi perlombaan dan pembelajaran kesenian musik rebana, pembinaan kegiatan; siswa, pelatih, jadwal latihan terdiri dari rutinitas dan pemadatan, kegiatan rutin terbagi menjadi kegiatan rutin perlombaan dan kegiatan rutin sekolah, motivasi, dan pemberian serta pemenuhan sarana dan prasarana, fasilitas dan prestasi. (3) Dalam evaluasi, meliputi pelaksanaan penilaian hasil dan menentukan  tindak lanjut. Evaluasi  dilakukan secara periode satu semester dan setiap selesai latihan untuk evaluasi siswa.
Saran: Untuk dapat  mengembangkan  lebih baik lagi supaya  lebih optimal, khususnya  pada penganggaran  dana untuk kegiatan,  dan  memenuhi  keinginan serta kebutuhan dalam kegiatan ekstra kurikuler kesenian rebana, pembinaan kedisiplinan, penambahan waktu untuk latihan, dan pelaksanaan rekaman studio agar eksistensi kesenian rebana SMP N 14 Semarang meningkat dan tetap terjaga.
Kata Kunci: Manajemen, Kesenian Islam Rebana.
File Selengkapnya.....

Teman KoleksiSkripsi.com

Label

Administrasi Administrasi Negara Administrasi Niaga-Bisnis Administrasi Publik Agama Islam Akhwal Syahsiah Akuntansi Akuntansi-Auditing-Pasar Modal-Keuangan Bahasa Arab Bahasa dan Sastra Inggris Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Bimbingan Konseling Bimbingan Penyuluhan Islam Biologi Dakwah Ekonomi Ekonomi Akuntansi Ekonomi Dan Studi pembangunan Ekonomi Manajemen Farmasi Filsafat Fisika Fisipol Free Download Skripsi Hukum Hukum Perdata Hukum Pidana Hukum Tata Negara Ilmu Hukum Ilmu Komputer Ilmu Komunikasi IPS Kebidanan Kedokteran Kedokteran - Ilmu Keperawatan - Farmasi - Kesehatan – Gigi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Keperawatan Keperawatan dan Kesehatan Kesehatan Masyarakat Kimia Komputer Akuntansi Manajemen SDM Matematika MIPA Muamalah Olahraga Pendidikan Agama Isalam (PAI) Pendidikan Bahasa Arab Pendidikan Bahasa Indonesia Pendidikan Bahasa Inggris Pendidikan Biologi Pendidikan Ekonomi Pendidikan Fisika Pendidikan Geografi Pendidikan Kimia Pendidikan Matematika Pendidikan Olah Raga Pengembangan Masyarakat Pengembangan SDM Perbandingan Agama Perbandingan Hukum Perhotelan Perpajakan Perpustakaan Pertambangan Pertanian Peternakan PGMI PGSD PPKn Psikologi PTK PTK - Pendidikan Agama Islam Sastra dan Kebudayaan Sejarah Sejarah Islam Sistem Informasi Skripsi Lainnya Sosiologi Statistika Syari'ah Tafsir Hadist Tarbiyah Tata Boga Tata Busana Teknik Arsitektur Teknik Elektro Teknik Industri Teknik Industri-mesin-elektro-Sipil-Arsitektur Teknik Informatika Teknik Komputer Teknik Lingkungan Teknik Mesin Teknik Sipil Teknologi informasi-ilmu komputer-Sistem Informasi Tesis Farmasi Tesis Kedokteran Tips Skripsi