Isikan Kata Kunci Untuk Memudahkan Pencarian

Perpustakaan Skripsi Online

Perpustakaan Skripsi Online


Perkembangan pendidikan secara nasional di era reformasi, yang sering disebut-sebut oleh para pakar pendidikan maupun oleh para birokrasi di bidang pendidikan sebagai sebuah harapan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di negeri ini dengan berbagai strategi inovasi, ternyata sampai saat ini masih belum menjadi harapan. Bahkan hampir dikatakan bukan kemajuan yang diperoleh.

Kalimat tersebut mungkin sangat radikal untuk diungkapkan, tapi inilah kenyataan yang terjadi dilapangan, sebagai sebuah ungkapan dari seorang Dosen yang mengkhawatirkan perkembangan pendidikan dewasa ini.

Seperti yang kita ketahui bahwa karya ilmiah, baik yang berupa skripsi, thesis, jurnal, penelitian, dan lainnya kini hanya menumpuk diperpustakaan dan dalam rak-rak buku kampus-kampus. Banyak juga karya ilmiah dari hasil mahasiswa yang sudah lulus menjadi tidak berguna karena hanya disimpan sebagai "kenang-kenangan". Padahal kalau karya tersebut terpublikasikan, besar peluangnya untuk menjadi sumber inspirasi dan media pengembangan bagi masyarakat yang haus dan peduli terhadap ilmu pengetahuan.

Berkembangnya ilmu pengetahuan tak luput dari semua pihak baik pemerintah, guru, dosen, mahasiswa dan seluruh komponen masyarakat mempunyai peranan yang besar, karena semakin kita tak peduli dengan itu, maka dampak yang ditimbulkannya dapat kita rasakan sekarang, budaya konsumerisme bangsa, meningkatnya pengangguran dan kriminalitas, selanjutnya bangsa ini akan tergilas oleh arus globalisasi yang sedemikian kompleks.

Hadirnya media online ini diharapkan dapat membantu teman-teman dalam menyusun karya ilmiah. Walaupun kami sadar terjadinya pro kontra tentang media online seperti ini karena berkaitan dengan karya akademik. Hal ini dikhawatirkan terjadinya plagiat. Plagiat adalah pendapat karya atau hasil penelitian orang lain yang diakui sebagai pendapat, karya, atau hasil penelitian sendiri. Bentuk-bentuk yang dikategorikan kegiatan plagiat adalah:

1. Mengutip pendapat orang lain tanpa menyebut sumbernya.

2. Menjiplak seluruhnya atau sebagian hasil karya orang lain, seperti makalah, skripsi, tesis, disertasi.

Untuk menghindari hal tersebut, kami sediakan forum diskusi bagi member untuk membahas karya ilmiah yang sedang dibuat.

KoleksiSkripsi.com adalah situs perpustakaan skripsi online. Kami berharap dengan adanya situs ini dapat bermanfaat dan dapat membantu dalam menyelesaikan karya ilmiah Anda. Suatu usaha tak akan menjadi sia-sia kalau kita mulai dengan niat baik dan sungguh-sungguh dalam menjalankannya, kami akan selalu terbuka jika ada saran kritik yang membangun dari anda.

Salam sukses,
www.KoleksiSkripsi.com

16. Studi Penyebaran Gas Dan Temperatur Di Dalam Terowongan Tambang Pada Simulasi Kebakaran Tambang Melalui Percobaan Model Sederhana

ABSTRAK

Kebakaran tambang merupakan suatu kecelakaan tambang yang berbahaya dan sedapat mungkin untuk dihindari. Kebakaran beberapa bahan yang dapat terbakar di tambang bawah tanah seperti penyangga kayu, belt conveyor, batubara, oli, atau material mudah terbakar lainnya dapat menimbulkan bahaya yaitu panas dan produk-produk hasil pembakaran, salah satunya adalah gas diantaranya CO dan CO2 yang pada konsentrasi tertentu dapat menyebabkan kehilangan kesadaran bahkan kematian
Metode penelitian ini berupa simulasi kebakaran tambang skala kecil di laboratorium berupa pipa saluran dengan panjang 10 m dan diameter 10 cm. Material yang dibakar yaitu ban, kayu, dan arang. Percobaan dilakukan pada kemiringan ramp-up (+14 %), ramp-down (-14 %), dan kemiringan horisontal (0 %). Percobaan yang dilakukan adalah pengambilan sampel gas pada titik pengukuran l/d= 39; 59; 79; 99 dari sumber kebakaran dengan menggunakan pompa kemudian disimpan di dalam botol sampel 500 mL, serta pengukuran temperatur pada sumber kebakaran dengan termometer infrared dan pada ujung saluran dengan menggunakan thermocouple. Sampel gas kemudian diukur konsetrasi CO nya dengan menggunakan CO detector dan konsentrasi CO2 dengan auto-emission analyzer.
Proses transportasi gas CO pada saluran udara berlangsung secara adveksi difusi yang disertai adanya akumulasi konsentrasi pada setiap waktunya karena adanya pembakaran yang terus menerus selama proses kebakaran tambang. Nilai koefisien difusi gas CO dan CO2 dihitung dengan menggunakan persamaan Taylor (1953) untuk aliran laminar.
Hasil perhitungan menunjukkan bahwa volume gas release hasil pembakaran tiap gram material per waktu dan kecepatan aliran udara adalah parameter utama yang berpengaruh pada penyebaran konsentrasi konsentrasi gas. Pada ventilasi alami, kecepatan aliran udara akan semakin besar apabila perbedaan temperatur besar. Kemiringan terowongan juga mempengaruhi besarnya sirkulasi udara. Dilihat dari kurva konsentrasi gas terhadap waktu dapat ditarik kesimpulan bahwa teori adveksi-difusi dapat digunakan untuk memodelkan aliran gas pada aliran laminar.

File Selengkapnya.....

15. Studi Pengaruh Temperatur Terhadap Uji Triaksial Konvensional Dan Multitahap Pada Batu Andesit Dan Batu Gamping

ABSTRAK

Kekuatan dan perilaku batuan merupakan parameter yang sangat penting dalam perancangan suatu tambang, baik tambang terbuka maupun tambang bawah tanah. Kekuatan dan perilaku batuan terhadap gaya atau beban yang diterima sangat tergantung pada kondisi dari batuan tersebut. Batuan di dalam kerak bumi akan mengalami tekanan pemampatan dan temperatur yang semakin meningkat seiring bertambahnya kedalaman. Uji triaksial merupakan uji laboratorium yang dapat memprediksi kekuatan dan perilaku batuan dengan mempresentasikan kondisi lapangan sebenarnya. Peningkatan temperatur akan menurunkan kekuatan batuan dan mempengaruhi proses deformasi yang dialami contoh batuan pada uji triaksial.
Peningkatan tekanan pemampatan dan temperatur dapat menyebabkan transisi perilaku batuan dari brittle fracture menjadi ductile failure. Pada penelitian ini, uji triaksial dilakukan secara konvensional dan multitahap pada batu andesit dan batu gamping yang temperaturnya telah ditingkatkan hingga 80˚C. Uji triaksial juga dilakukan bersamaan dengan uji cepat rambat gelombang ultrasonik, dimana data cepat rambat gelombang digunakan sebagai penentu titik terminasi. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa peningkatan temperatur batuan hingga 80˚C telah menurunkan kekuatan dan meningkatkan ductility yang dialami contoh batu andesit dan batu gamping pada uji triaksial. Namun, pengaruh kombinasi peningkatan tekanan pemampatan hingga 7 MPa dan temperatur hingga 80˚C belum menyebabkan adanya transisi perilaku dari brittle fracture menjadi ductile failure untuk batu andesit dan batu gamping.

Kata kunci: triaksial, temperatur, brittle fracture, ductile failure

File Selengkapnya.....

14. Studi Pengaruh Front Rake Angle Dan Back Clearance Angle Pada Karakteristik Keterpotongan Batupasir Dan Batugamping Dengan Menggunakan Drag Pick

ABSTRAK

Salah satu sistem penambangan yang berkembang seiring meningkatnya teknologi pertambangan yaitu sistem gali kontinyu. Sistem gali kontinu merupakan sistem gali yang menggunakan gigi gali drag dalam proses pemotongan batuannya. Sehingga pemilihan gigi gali sangat penting dalam proses penambangan dengan menggunakan metode penambangan kontinyu. Selain gigi-gali yang perlu diperhatikan dalam metode ini adalah karakteristik material yang akan digali harus diketahui, sehingga tidak salah menentukan gigi gali yang akan dipakai.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh front rake angle dan back clearance angle pada karakteristik keterpotongan. Pada pengujian ini menggunakan tiga contoh batuan uji yaitu batupasir halus, batupasir kasar dan batu gamping. Pengujian dilakukan dengan variasi front rake angle (α) dan back clearance angle (β) sebesar 100, 150, dan 200 pada gigi gali. Ketiga besar sudut ini divariasikan sebagai berikut.
  •  α=10o dan β=20o
  •  α=15o dan β=15o
  •  α=20o dan β=10o

Hal penting dalam pengujian ini yaitu mengetahui energi spesifik contoh batuan uji yang nantinya akan diaplikasikan pada keadaan di alam. Percobaan ini memberikan hasil bahwa energi spesifik batuan uji dengan menggunakan variasi sudut α=10o dan β=20o lebih kecil dari pada batuan uji yang menggunakan dua variasi sudut yang lain. Hasil ini memberikan gambaran bahwa gigi gali dengan menggunakan dimensi sudut α=10o dan β=20o lebih optimum dalam melakukan penggalian. Selain itu, batu gamping memiliki spesifik energi yang relatif sangat besar dibandingkan dengan batupasir halus maupun kasar. Karakteristik batuan yang mempunyai nilai energi spesifik yang besar yaitu jika kuat tekan dan kecepatan rambat gelombang ultrasoniknya besar. Dari informasi tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa dalam membandingkan besar energi spesifik batuan dapat dilihat dari kuat tekan dan kecepatan ultrasonik batuan.

Kata kunci : gigi gali, kemampupotongan, energi spesifik, batupasir, batugamping front rake angle dan back clearance angle

File Selengkapnya.....

13. Studi Pengaruh Efek Bentuk Pilar Batubara Dengan Menggunakan Pemodelan Numerik

ABSTRAK

Pilar batubara pada tambang bawah tanah dengan sistem penambangan room-and- pillar merupakan salah satu hal yang sangat diperhatikan. Dimana pilar digunakan sebagai penyangga utama. Pilar harus kuat dan mampu menahan beban dalam jangka waktu tertentu yang diperlukan agar proses penambangan dapat berjalan dengan baik.
Penelitian ini dilakukan terhadap model pilar batubara dengan menggunakan metode beda hingga (Finite Difference method). Program metode beda hingga yang digunakan untuk menganalisis pilar adalah perangkat lunak FLAC (Fast Langrangian Analysis of Continua). Sedangkan data karakteristik material yang diteliti diperoleh dari pengujian dilaboratorium dan data hasil uji kuat tekan oleh Zifyon (2010). Perilaku material yang digunakan adalah strain-softening dimana kohesi dan sudut gesek dalam akan berkurang jika material telah mengalami regangan plastic (εp).
Pemodelan numerik dengan menggunakan perangkat lunak FLAC bisa digunakan untuk memprediksi kekuatan pilar batubara. Model strain softening menunjukkan perilaku elasto-plastik batuan. Batuan akan mengalami deformasi plastik ketika batuan tersebut dibebani melebihi titik elastiknya (yield point). Dari hasil pemodelan, diperoleh kurva tegangan-regangan dari 4 contoh pilar batubara. Kurva tegangan regangan menunjukkan bahwa kekuatan pilar akan meningkat seiring dengan peningkatan geometri pilar. Perilaku pilar akan semakin ductile 2seiring dengan peningkatan geometri pilar.Penelitian ini juga membandingkan hasil yang diperoleh dari uji kuat tekan di laboratorium dengan hasil pemodelan numerik. Diperoleh hasil yang mendekati kurva tegangan-regangan dari uji di laboratorium dan juga kekuatan pilar yang hampir sama. Dengan demikian, pemodelan numerik merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk memprediksi kekuatan pilar.

File Selengkapnya.....

12. Penggunaan Plat Pengukur Untuk Menentukan Nilai Regangan Aksial Dan Lateral Menggunakan Strain Gauge Pada Uji Kuat Tekan Uniaksial

ABSTRAK

Penentuan regangan pada suatu sampel uji dengan menggunakan strain gauge memiliki tingkat keakuratan yang lebih baik dibandingkan dengan menggunakan dial gauge. Namun penggunaan strain gauge lebih mahal karena hanya dapat digunakan satu kali. Penggunaan plat pengukur yang telah ditempelkan strain gauge merupakan salah satu cara agar strain gauge tersebut dapat digunakan berkali-kali. Sebelum plat pengukur tersebut digunakan untuk menentukan regangan yang terjadi pada sampel uji, baik itu regangan aksial maupun lateral, terlebih dahulu harus dilakukan kalibrasi terhadap plat pengukur yang digunakan.
Hubungan antara regangan yang terbaca pada plat pengukur oleh strain gauge dengan regangan yang terbaca pada dial gauge ditentukan berdasarkan pengamatan pada sumbu aksial dan lateral. Hasil regangan yang terbaca tersebut kemudian dikalibrasi.

Kata kunci : dial gauge, strain gauge, kalibrasi
File Selengkapnya.....

11. Klasifikasi Sumberdaya Batubara Berdasarkan Pendekatan Geostatistik Dibandingkan Dengan SNI 1999 Untuk Kondisi Struktur Geologi Kompleks Di Daerah Satui

ABSTRAK

Metode SNI,1999 telah dikenal sebagai salah satu metode pengklasifikasian sumberdaya di Indonesia. Namun standar ini dinilai masih bersifat intuitif dan kaku. Dimana hanya berdasarkan pada faktor kuantitas dan geometri serta kompleksitas struktur geologi sebagai pembatas tetapi belum memperhitungkan faktor kualitas batubara. Sementara itu, dengan pendekatan geostatistik parameter geometri maupun kualitas batubara dapat dipertimbangkan secara sekaligus untuk menentukan klasifikasi sumberdaya batubara. Dan jika ini dilakukan maka setiap cekungan batubara dengan setting geologi tertentu kemungkinan dapat memiliki parameter klasifikasi sumberdaya misalnya jarak pengaruh yang berbeda dengan cekungan batubara di tempat lain. Pendekatan geostatistik untuk estimasi sumberdaya dilakukan menggunakan metode Ordinary Kriging (OK) pada lima parameter yaitu ketebalan sebagai faktor geometri, serta nilai kalori, kadar abu, kadar sulfur, dan kadar air sebagai faktor kualitas. Proses OK dilakukan per unit blok yang selanjutnya akan menghasilkan nilai estimasi dan standar deviasi estimasi yang akan digunakan untuk mencari nilai error relatif. Nilai error relatif ini kemudian menjadi acuan dalam pengklasifikasian sumberdaya dimana blok yang mempunyai error relatif lebih kecil dari 10% dikategorikan sebagai sumberdaya terukur (measured), antara 10-20% dikategorikan sebagai sumberdaya terkira (indicated), dan lebih besar dari 20% dikategorikan sebagai sumberdaya tereka (inferred). Sementara itu perhitungan sumberdaya juga dilakukan dengan menggunakan poligon dengan klasifikasi menurut SNI 1999. Dimana menurut SNI 1999 untuk daerah yang mempunyai struktur geologi kompleks seperti kasus pada salah satu seam batubara di daerah Satui, Provinsi Kalimantan Selatan dimana diharuskan memiliki jarak pengaruh sebesar 100 m untuk sumberdaya terukur, 200 m untuk sumberdaya terkira, dan 400 m untuk sumberdaya tereka.
Hasil perhitungan sumberdaya batubara dengan pendekatan geostatistik didapatkan sumberdaya batubara terukur, terkira, dan tereka masing-masing sebesar 2.96 juta ton, 9.35 juta ton, dan 6.25 juta ton. Sementara dari hasil perhitungan menggunakan metode poligon didapatkan sumberdaya batubara terukur, terkira, dan tereka masing-masing sebesar 5.30 juta ton, 7.51 juta ton, dan 8.14 juta ton. Hasil ini memberikan nilai perbedaan yang cukup besar terutama untuk sumberdaya terukur yaitu sebesar 44.09%. Sedangkan untuk total sumberdaya memberikan selisih sebesar 11,4%.

Kata kunci : klasifikasi sumberdaya, geostatistik, SNI 1999, struktur geologi kompleks

File Selengkapnya.....

10. Analisis Stripping Ratio Optimal Berdasarkan Perhitungan Net Present Value Dan Cash Margin Pada Pit Selatan, Site Senakin Pt. Arutmin Indonesia

ABSTRAK

Dalam usaha penambangan, setelah cadangan batubara ditemukan dan dinyatakan layak oleh suatu perusahaan, diperlukan suatu perencanaan dan perancangan tambang yang matang agar diperoleh kinerja dan keuntungan yang maksimal. Salah satu aspek yang penting dalam penambangan batubara baik dari segi perencanaan maupun operasional adalah Stripping Ratio (SR) atau nisbah pengupasan. Pada penelitian ini akan dilakukan dua jenis perhitungan terhadap SR, yaitu perhitungan Break Even Stripping Rati(BESR) dan Stripping Ratio Optimal (SR Optimal). Break Even Stripping Ratio (BESR) adalah batas stripping ratio yang masih dapat digunakan dimana keuntungan sama dengan nol. Sedangkan SR optimal berperan sebagai SR yang akan dikerjakan pada operasi penambangan, dimana pada penelitian kali ini akan dilakukan perhitungan SR optimal berdasarkan pada pendekatan Cash Margin dan Net Present Value (NPV) yang paling optimal. Sebagai tempat studi kasus penelitian ini adalah Pit Selatan, Site Senakin, PT. Arutmin Indonesia.
Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh besarnya nilai Break Even Stripping Ratio (BESR) adalah 13,56 bcm/ton. Dari hasil BESR ini kemudian akan ditentukan SR Optimal dengan menggunakan beberapa skenario SR diantaranya SR 4.5; SR 5.5; SR 7.5; SR 9.5; SR 11.5; dan SR 13.5 Berdasarkan pendekatan Cash Margin diperoleh nilai SR Optimal sebesar 8.23 bcm/ton dengan nilai Cash Margin yang dihasilkan sebesar USD 35,856,150. Sedangkan nilai SR Optimal berdasarkan pendekatan Net Present Value adalah sebesar 8.02 bcm/ton dengan nilai NPV relatif sebesar USD 26,289,110. Dari nilai SR Optimal yang dihasilkan untuk masing- masing metode pendekatan, dapat disimpulkan bahwa bahwa peningkatan produksi tidak selalu memaksimumkan keuntungan. Ada stripping ratio optimum dimana hanya pada level ini produksi dapat memaksimumkan keuntungan.

File Selengkapnya.....

9. Analisis Investasi Dengan Real Option Valuation Pada Tambang Batubara Studi Kasus Tambang Satui-Karuh Pt. Arutmin Indonesia

ABSTRAK

Dalam investasi terdapat hal yang perlu diperhatikan,yaitu masalah resiko yang diakibatkan oleh ketidakpastian dan waktu. Hal ini akan sangat berpengaruh terhadap tingkat profitabilitas dari suatu proyek. Maka diperlukan metode yang tepat dalam melakukan analisis investasi sehingga resiko dapat diperhitungkan dengan baik untuk memaksimalkan tingkat profitabilitas dari proyek.
Metode yang sering digunakan dalam melakukan analisis investasi adalah metode Discounted Cash Flow Analysis. Namun pendekatan dalam Discounted Cash Flow Analysis dirasakan tidak mencukupi dikarenakan pendekatan valuasinya lebih statik. Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan pada metode analisis investasi diatas maka diperkenalkan sebuah metode Real Option Valuation. Real Options sering dianggap sebagai alternatif dari metode Discounted Cash Flow Analysis. Real Option telah memasukkan unsur manajemen fleksibilitas dalam menghadapi adanya ketidakpastian dimasa depan.
Dalam Tugas Akhir ini dilakukan analisis investasi menggunakan Real Option Valuation pada sebuah proyek pertambangan batubara. Studi kasus ini dilakukan di PT. Arutmin Indonesia sebagai salah satu perusahaan pertambangan batubara yang besar di Indonesia.
Berdasarkan analisis investasi yang dilakukan maka didapatkan hasil sebagai
berikut :
  • Nilai NPV dari perhitungan Discounted Cash Flow Analysis adalah sebesar $458.545.031 dengan discount rate 10%.
  • Dari hasil Analisis Sensitivitas menunjukkan bahwa harga batubara merupakan parameter yang paling sensitif
  • Nilai Opsi dari perhitungan Real Option Valuation adalah sebesar $357.625.732 yang menunjukkan nilai fleksibilitas dari proyek dan nilai expandedNPV dari Real Option Valuation adalah sebesar $815.684.981.
File Selengkapnya.....

8. Analisis Getaran Peledakan Terhadap Kemantapan Lereng Highwall Di Tambang Tutupan, Pt. Adaro Indonesia

ABSTRAK

Percepatan partikel puncak (PPA) yang dihasilkan akibat operasi peledakan tidak dapat langsung digunakan sebagai faktor seismik dalam analisis kemantapan lereng. Penggunaan percepatan partikel puncak sebagai faktor seismik akan menghasilkan faktor keamanan yang kecil dan tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan (Wong, H. N & Pang, P.L.R, 1995). Penggunaan nilai percepatan mempertimbangkan frekuensi dominan getaran peledakan yang berada pada interval 5 – 200 Hz, sedangkan frekuensi dominan getaran gempa berada pada interval 0,1 – 2 Hz (Scott et.al., 1996). Oleh karena itu, dalam penelitian ini, nilai percepatan yang digunakan sebagai faktor seismik difilter pada frekuensi 0,1 – 2 Hz, atau dengan kata lain nilai percepatan sebagai faktor seismik diperoleh dari nilai percepatan partikel puncak pada saat perpindahan partikel puncak (PPD). Oleh karena itu, untuk mengetahui pengaruh getaran tanah terhadap kemantapan lereng, perhitungan percepatan kritis untuk lereng highwall Penampang 10, 10A, 11 dan 11A, Tambang Tutupan, PT. Adaro Indonesia dilakukan pendekatan empiris dan analisis kemantapan lereng dengan metode kesetimbangan batas. 
Hasil perhitungan menunjukkan bahwa percepatan kritis untuk setiap penampang bervariasi tergantung tinggi dan kemiringan lereng. Hasilnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini, Hubungan percepatan sebagai faktor seismik terhadap percepatan partikel puncak yaitu, a faktor _ seismik 0,37 PPA0,947. Nilai percepatan puncak kritis lebih besar dari nilai percepatan puncak hasil pemantauan, sehingga lereng highwall dapat dinyatakan aman/mantap.

File Selengkapnya.....

7. Analisis Cadangan Dan Produksi Batubara Untuk Pemenuhan Kebutuhan Batubara Nasional

ABSTRAK

Berdasarkan data kementrian ESDM, sumberdaya batubara Indonesia adalah 104,98 milyar ton. Namun cadangan tertambang batubara yang dimiliki Indonesia hanyalah 5,5 milyar ton atau hanya 0,55 % dari cadangan batubara dunia yang berjumlah 826 milyar ton. Produksi batubara Indonesia yang terus meningkat akan mengancam ketersediaan cadangan batubara di masa mendatang. Pada tahun 2011 produksi batubara ditargetkan mencapai 326 juta ton. Produksi batubara Indonesia meningkat rata-rata 26,75 juta ton per tahun sejak tahun 2005. Kebutuhan batubara nasional juga akan terus meningkat terutama untukpembangkit listrik (PLTU), industri semen, industri tekstil, industri kertas, dan industri lainnya. Total kebutuhan batubara nasional pada tahun 2025 adalah sebesar 207,709 juta ton dan akan terus meningkat setiap tahunnya.
Pemerintah perlu melakukan pembatasan produksi batubara agar dapat memenuhi kebutuhan batubara di masa depan. Pemerintah harus menjaga ketersediaan batubara minimal untuk 50 tahun ke depan. Dengan jumlah cadangan total sebesar 20,9 milyar ton, produksi batubara nasional harus dibatasi sebesar 418 juta ton per tahun. Kebutuhan batubara nasional harus menjadi prioritas utama daripada ekspor. Konsumsi batubara dalam negeri yang efektif akan mendukung berkembangnyaindustri dalam negeri sehingga dapat meningkatkan perekonomian nasional.

Kata kunci : cadangan, produksi, kebutuhan batubara, ekspor

File Selengkapnya.....

Teman KoleksiSkripsi.com

Label

Administrasi Administrasi Negara Administrasi Niaga-Bisnis Administrasi Publik Agama Islam Akhwal Syahsiah Akuntansi Akuntansi-Auditing-Pasar Modal-Keuangan Bahasa Arab Bahasa dan Sastra Inggris Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Bimbingan Konseling Bimbingan Penyuluhan Islam Biologi Dakwah Ekonomi Ekonomi Akuntansi Ekonomi Dan Studi pembangunan Ekonomi Manajemen Farmasi Filsafat Fisika Fisipol Free Download Skripsi Hukum Hukum Perdata Hukum Pidana Hukum Tata Negara Ilmu Hukum Ilmu Komputer Ilmu Komunikasi IPS Kebidanan Kedokteran Kedokteran - Ilmu Keperawatan - Farmasi - Kesehatan – Gigi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Keperawatan Keperawatan dan Kesehatan Kesehatan Masyarakat Kimia Komputer Akuntansi Manajemen SDM Matematika MIPA Muamalah Olahraga Pendidikan Agama Isalam (PAI) Pendidikan Bahasa Arab Pendidikan Bahasa Indonesia Pendidikan Bahasa Inggris Pendidikan Biologi Pendidikan Ekonomi Pendidikan Fisika Pendidikan Geografi Pendidikan Kimia Pendidikan Matematika Pendidikan Olah Raga Pengembangan Masyarakat Pengembangan SDM Perbandingan Agama Perbandingan Hukum Perhotelan Perpajakan Perpustakaan Pertambangan Pertanian Peternakan PGMI PGSD PPKn Psikologi PTK PTK - Pendidikan Agama Islam Sastra dan Kebudayaan Sejarah Sejarah Islam Sistem Informasi Skripsi Lainnya Sosiologi Statistika Syari'ah Tafsir Hadist Tarbiyah Tata Boga Tata Busana Teknik Arsitektur Teknik Elektro Teknik Industri Teknik Industri-mesin-elektro-Sipil-Arsitektur Teknik Informatika Teknik Komputer Teknik Lingkungan Teknik Mesin Teknik Sipil Teknologi informasi-ilmu komputer-Sistem Informasi Tesis Farmasi Tesis Kedokteran Tips Skripsi