Isikan Kata Kunci Untuk Memudahkan Pencarian

Memuat...

Perpustakaan Skripsi Online

Perpustakaan Skripsi Online


Perkembangan pendidikan secara nasional di era reformasi, yang sering disebut-sebut oleh para pakar pendidikan maupun oleh para birokrasi di bidang pendidikan sebagai sebuah harapan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di negeri ini dengan berbagai strategi inovasi, ternyata sampai saat ini masih belum menjadi harapan. Bahkan hampir dikatakan bukan kemajuan yang diperoleh.

Kalimat tersebut mungkin sangat radikal untuk diungkapkan, tapi inilah kenyataan yang terjadi dilapangan, sebagai sebuah ungkapan dari seorang Dosen yang mengkhawatirkan perkembangan pendidikan dewasa ini.

Seperti yang kita ketahui bahwa karya ilmiah, baik yang berupa skripsi, thesis, jurnal, penelitian, dan lainnya kini hanya menumpuk diperpustakaan dan dalam rak-rak buku kampus-kampus. Banyak juga karya ilmiah dari hasil mahasiswa yang sudah lulus menjadi tidak berguna karena hanya disimpan sebagai "kenang-kenangan". Padahal kalau karya tersebut terpublikasikan, besar peluangnya untuk menjadi sumber inspirasi dan media pengembangan bagi masyarakat yang haus dan peduli terhadap ilmu pengetahuan.

Berkembangnya ilmu pengetahuan tak luput dari semua pihak baik pemerintah, guru, dosen, mahasiswa dan seluruh komponen masyarakat mempunyai peranan yang besar, karena semakin kita tak peduli dengan itu, maka dampak yang ditimbulkannya dapat kita rasakan sekarang, budaya konsumerisme bangsa, meningkatnya pengangguran dan kriminalitas, selanjutnya bangsa ini akan tergilas oleh arus globalisasi yang sedemikian kompleks.

Hadirnya media online ini diharapkan dapat membantu teman-teman dalam menyusun karya ilmiah. Walaupun kami sadar terjadinya pro kontra tentang media online seperti ini karena berkaitan dengan karya akademik. Hal ini dikhawatirkan terjadinya plagiat. Plagiat adalah pendapat karya atau hasil penelitian orang lain yang diakui sebagai pendapat, karya, atau hasil penelitian sendiri. Bentuk-bentuk yang dikategorikan kegiatan plagiat adalah:

1. Mengutip pendapat orang lain tanpa menyebut sumbernya.

2. Menjiplak seluruhnya atau sebagian hasil karya orang lain, seperti makalah, skripsi, tesis, disertasi.

Untuk menghindari hal tersebut, kami sediakan forum diskusi bagi member untuk membahas karya ilmiah yang sedang dibuat.

KoleksiSkripsi.com adalah situs perpustakaan skripsi online. Kami berharap dengan adanya situs ini dapat bermanfaat dan dapat membantu dalam menyelesaikan karya ilmiah Anda. Suatu usaha tak akan menjadi sia-sia kalau kita mulai dengan niat baik dan sungguh-sungguh dalam menjalankannya, kami akan selalu terbuka jika ada saran kritik yang membangun dari anda.

Salam sukses,
www.KoleksiSkripsi.com

17. Peningkatan Sikap Toleransi Melalui Kegiatan Bercerita Pada Anak Kelompok A Tk Karya Rini Yogyakarta Tahun Ajaran 2014-2015

ABSTRAK 

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan sikap toleransi pada anak kelompok A TK Karya Rini Yogyakarta tahun ajaran 2014/2015 melalui kegiatan bercerita. Jenis penelitian  ini  adalah penelitian tindakan  kelas,  subjek  penelitian adalah  anak  Kelompok  A  TK  Karya  Rini. Kegiatan bercerita terutama  cerita tentang pengalaman pribadi anak mampu memunculkan keragaman cerita dalam kelompok.  Sikap  toleransi  yang  dikembangkan  adalah  menghargai  perbedaan dengan bersabar, mengembangkan sikap tenggang rasa dan menahan emosi ketika melihat adanya perbedaan melalui proses interaksi selama kegiatan bercerita. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus dengan menggunakan teknik observasi sebagai alat pengumpulan data serta menggunakan analisis data deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Langkah-langkah yang digunakan dalam penelitian adalah dengan melakukan kegiatan bercerita pengalaman pribadi anak secara klasikal pada siklus I. Dalam kegiatan ini guru lebih banyak memberikan arahan tentang bagaimana cara menghargai cerita teman yang berbeda. 
Hasil  tindakan  pada  siklus  I  adalah  sikap  toleransi  meningkat  25%. Penelitian siklus II guru membagi jumlah anak menjadi dua kelompok dan guru berperan sebagai mediator dan fasilitator . Interaksi dalam kelompok kecil lebih terbangun karena anak mendapatkan kebebasan bercerita sehingga sikap toleransi anak dalam kegiatan bercerita mengalami peningkatan secara signifikan. Peningkatan  sikap  toleransi  sebesar  55.25%  sehingga  kemampuan  anak  pada kriteria baik dan sangat baik naik menjadi 80.25%. 

Kata kunci: sikap toleransi, kegiatan bercerita. 
File Selengkapnya.....

16. Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Melalui Permainan Bowling Pada Siswa Kelompok A1 Tk An Nur Ii Stan Maguwoharjo Depok

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar khususnya pada komponen koordinasi, ketepatan dan keseimbangan melalui permainan bowling. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok A1 TK An Nur II Stan Maguwoharjo Depok tahun ajaran 2012/2013 yang berjumlah 24 anak. Objek dalam penelitian ini adalah peningkatan kemampuan motorik kasar anak melalui permainan bowling. Adapunn pengumpulkan data adalah melalui observasi dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan motorik kasar meningkat melalui permainan bowling yang didukung oleh komponen –komponen kebugaran jasmani antara lain: koordinasi, ketepatan dan keseimbangan. Kegiatan pembelajaran pada Sikus I  dilakukan melalui pengenalan terlebih dahulu kepada anak mengenai permainan bowling, kemudian guru memberikan contoh bermain bowling yang benar kepada anak, sehingga anak dapat memahami kegiatan pembelajaran melalui permainan bowling. Pada Siklus II pelaksanaan tindakan dilakukan berdasarkan pada pemecahan permasalahan-permasalahan yang muncul pada Siklus I seperti pemberian motivasi dan bimbingan yang lebih khusus kepada anak agar kegiatan pembelajaran melalui permainan bowling dapat lebih meningkat sesuai dengan indikator keberhasilan yang akan di capai. Hal ini terlihat dari hasil observasi pada pra tindakan, anak yang mendapatkan kriteria sangat baik 3 anak(12,5%). Siklus I anak yang mendapat kriteria sangat baik sebanyak 5 anak(20,83%) dan pada Siklus II anak yang mendapatkan kriteria sangat baik meningkat menjadi 21 anak(87,5).  

Kata kunci : motorik kasar, permainan, bowling.
File Selengkapnya.....

15. Studi Deskriptif Tanaman Obat Tradisional Yang Digunakan Orangtua Untuk Kesehatan Anak Usia Dini Di Gugus Melati Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo

ABSTRAK

Nursiyah,2013. “Studi Deskriptif Tanaman Obat Tradisional Yang Digunakan Orangtua Untuk Kesehatan Anak Usia Dini Di Gugus Melati Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo Tahun 2013”. Skripsi Fakultas Ilmu Pendidikan, Program Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Universitas Negeri Semarang. 2013, dosen pembimbing I; Dr. Sri Sularti Dewanti Handayani M.Pd dan dosen pembimbing II;Yuli Kurniawati,S.Psi., M.A 

Kata Kunci: Tanaman Obat Tradisional,Kesehatan anak

Tanaman obat tradisional merupakan tanaman yang dapat dipergunakan sebagai obat, baik yang sengaja ditanam maupun tanaman yang tumbuh secara liar. Tanaman tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat untuk diramu dan disajikan sebagai obat guna penyembuhan penyakit. 
Usia dini merupakan masa tumbuh kembang anak. Kualitas kecerdasannya sangat dipengaruhi oleh kondisi kesehatan anak itu sendiri. Apabila anak mengalami sakit, orangtua akan segera mengobatinya dengan berbagai cara. Salah satu pengobatan yang dipilih yaitu dengan menggunakan obat tradisional. Cara tersebut dipilih karena mahalnya tarif kesehatan yang tidak terjangkau oleh masyarakat. 
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tanaman obat tradisional yang digunakan untuk mengobati gangguan dan penyakit pada anak usia dini di Gugus Melati Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo. 
Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif. Populasinya adalah seluruh siswa TK yang ada di gugus Melati Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo dengan jumlah sample untuk penelitian sebanyak 30  orang. Analisis penelitian yang digunakan yaitu statistik deskriptif dan regresi sederhana. 
Hasil penelitian sebagai berikut; secara berurutan dengan mengambil prosentase diantaranya, mentimun untuk mengobati penyakit panas (33,3%),jeruk nipis untuk mengobati penyakit batuk dan radang tenggorokan (86,67%),kemukus untuk mengobati penyakit pilek (83,3%),  temu giring untuk mengobati penyakit cacingan, daun sirih untuk mengobati mimisan dan beleken, daun jambu biji untuk mengobati penyakit diare, pepaya untuk mengatasi sembelit, kemuning untuk mengobati korengan,  daun cabe untuk mengobati penyakit wudun, brotowali untuk mengatasi gatal-gatal, belimbing wuluh untuk mengobati penyakit cacar dan gondongen, dan sambiloto untuk mengobati penyakit gabagen. Sedangkan untuk kemapuan cara meracik tanaman obat tradisional sebanyak 12 responden (40%) menyatakan cukup menguasai, sebanyak 14 responden (46,67%) menyatakan kurang menguasai dan selebihnya sebanyak 4 responden (13,33%) menyatakan tidak menguasai. 

File Selengkapnya.....

14. Variasi Tema Cerita Yang Digunakan Dalam Pembelajaran Di Tk Pertiwi Siswa Budhi Leksono Kec. Leksono Kab. Wonosobo Semester Ii (2012-2013)

ABSTRAK

Istriyati. 2013. Variasi Tema Cerita Yang Digunakan Dalam Pembelajaran Di TK Siswa Budi Leksono Kecamatan Leksono Kabupaten Wonosobo Semester II Tahun Ajaran 2012/2013. Universitas Negeri Semarang. 
Kegiatan bercerita dengan variasi tema cerita di TK Pertiwi Siswa Budhi Leksono, kegiatan utamanya adalah bercerita yang bertujuan untuk pembelajaran dan menanamkan nilai budi pekerti secara efektif dan bisa menyenangkan bagi siswa. Dalam penelitian ini akan dipaparkan mengenai tema cerita apa saja yang digunakan guru dalam pembelajaran bercerita dengan buku cerita serta hambatanhambatan yang dihadapi guru dalam mengembangkan tema bercerita.
Penelitian ini dilaksanakan oleh guru kelas di TK Pertiwi Siswa Budhi Leksono Kecamatan Leksono Kabupaten Wonosobo tahun ajaran 2012/2013 sebagai subjeknya adalah guru kelas itu sendiri. Bentuk penelitian ini adalah deskriftif tetapi bersifat natural setting yaitu topik riset kualitatif, sumber data berupa lisan/informal, benda/artifak, tertulis, observasi, penyusunan alat pengumpul data.
Berdasarkan hasil analisis data terdapat hanya beberapa anak yang mampu menyerap materi pembelajaran sebelum dilakukan penelitian dan setelah dilakukan penelitian sebagian besar anak mampu menyerap materi pembelajaran, maka dapat disimpulkan bahwa variasi tema dalam pembelajaran bercerita anak mampu menyerap materi pembelajaran dan memiliki kosa kata yang banyak dalam berbahasa. Dengan variasi tema dalam bercerita dapat memberikan berbagai pengalaman sebagai bekal untuk melanjutkan kejenjang pendidikan selanjutnya. Sehingga dapat dikatakan dengan variasi tema cerita dikatakan berhasil dalam menyampaikan materi pada anak.

Kata kunci : Variasi Tema Cerita, Bercerita 

File Selengkapnya.....

13. Meningkatkan Pengetahuan Sains Melalui Pendekatan Eksplorasi Lingkungan Sekitar Di Tk Pertiwi Kenjer Kecamatan Kertek Kabupaten Wonosobo Kelompok B Tahun Ajaran..

ABSTRAK 

Dwi Erawati. 2013. Meningkatkan Pengetahuan Sains Anak melalui Pendekatan Eksplorasi Lingkungan Sekitar Di TK Pertiwi Kenjer Kelompok B Tahun Ajaran 2012/2013. Skripsi, Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang. Skripsi ini di bawah bimbingan Dr. Sri S. Dewanti Handayani, M.Pd dan Ali Formen, S.Pd.M.Ed

Kata kunci : Pendekatan Eksplorasi Lingkungan Sekitar, Sains 

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak didik Taman Kanak-kanak TK Pertiwi Kenjer di Kenjer Kertek Wonosobo dalam pengetahuan sainsnya melalui metode atau pendekatan eksplorasi lingkungan sekitar.
Penelitian dilakukan dengan tindakan kelas dengan metode kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitiannya anak didik TK Pertiwi Kenjer Kelompok B yang terdiri dari 19 anak, di Kenjer Kertek Wonosobo. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif persentatif dan deskriptif aktivitas anak didik. Validitas data menggunakan validitas isi (content validity).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Eksplorasi Lingkungan Sekitar dapat meningkatkan kemampuan sains anak didik terbukti dari kenyataan bahwa kondisi awal sebelum dilakukan tindakan, rata-rata persentasi kemampuan sains anak sebesar 31%. Kemudian setelah dilakukan tindakan penelitian kelas melalui Eksplorasi Lingkungan Sekitar rata-rata persentasi kemampuan sains anak meningkat menjadi 41%. Berikutnya pada siklus II rata-rata persentasi kemampuan sains anak meningkat sebesar 59% dan terakhir pada siklus III ratarata persentasi
kemampuan sains anak sudah mencapai target sesuai dengan yang diharapkan peneliti yaitu sebesar 83%. Kesesuaian penggunaan metode pembelajaran akan menentukan tercapainya tujuan pendidikan. Semua tujuan pendidikan yang ingin dicapai selayaknya sudah tersusun dalam kurikulum sebagai alat yang harus dimiliki guru dalam menjalankan tugasnya. Sedangkan cara menggunakan alat akan sangat bergantung pada kompetensi guru. Kemampuan guru dalam menghubungkan tujuan pendidikan dengan cara mencapainya tidak lepas dari tiga langkah penting. Tiga langkah penting ini meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Penentuan metode pembelajaran terjadi pada tiga proses langkah penting tersebut. Penentuan metode eksplorasi lingkungan sekitar untuk meningkatkan pengetahuan sains adalah cara yang tepat dan terbukti berhasil dalam praktik Penelitian Tindakan Kelas di TK Petiwi kenjer kelompok B, Kenjer Kertek Wonosobo.
File Selengkapnya.....

12. Meningkatan Kemampuan Bahasa Melalui Metode Bercerita Dengan Media Audio Visual Di Kelompok B1 Ra Perwanida 02 Slawi

ABSTRAK

Daroah, 2013. Meningkatkan Kemampuan Bahasa Melalui Metode Bercerita dengan Media Audio visual di Kelompok B1 RA Perwanida 02 Slawi. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Pendidikan Guru Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I Dra.Lita Latiana, S.H, M.H dan Diana, S.Pd, M.Pd Pembimbing II 

Kata kunci; Meningkatkan Kemampuan Bahasa, Metode Bercerita, Media Audio visual.

Metode bercerita merupakan salah satu metode pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan bahasa anak, karena bahasa mempunyai peranan yang sangat penting bagi kehidupan manusia, agar metode bercerita tidak membosankan maka seiring dengan perkembangan teknologi metode bercerita dituangkan dengan bantuan media audio visual, sehingga pembelajaran dengan metode bercerita pada anak usia dini tidak membosankan.
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengembangkan kemampuan bahasa pada anak; 2) memberikan pembelajaran yang menyenangkan melalui metode bercerita dengan media audio visual di kelompok B1 Ra Perwanida 02 Slawi. 
Metode penelitian dilakukan dengan tindakan kelas. Subjek penelitiannya anak didik kelompok B1 di RA Perwanida 02 Slawi, yang terdiri dari 32 anak, di Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif persentatif dan deskriptif aktivitas anak anak didik.
Hasil penelitian menunjukkan kemampuan bahasa yang dicapai anak didik kelompok B1 Ra Perwanida 02 Slawi lebih meningkat di bandingkan dengan sebelumnya di mana perkembangan bahasa anak hanya mencapai 50%, namun setelah dilakukan praktek penelitian tindakan kelas melalui metode bercerita dengan menggunakan media audio visual, pada siklus pertama mengalami peningkatan mencapai 75%, maka dari itu dilakukan penelitian ulang sehingga pada siklus kedua mengalami peningkatan mencapai 85%, dimana  tingkat pencapaian tersebut sudah memenuhi target penelitian yaitu 85%, Begitu pula dengan guru lebih mudah dalam menyampaikan metode bercerita, dan memberikan pembelajaran yang menyenangkan.
Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pembelajaran melalui metode bercerita dengan media audio visual dapat dikatakan berhasil dalam rangka meningkatkan kemampuan bahasa anak, untuk itu disarankan pada semua guru dapat memberikan kegiatan bercerita dengan bantuan media audio visual sehingga dapat menarik dan menyenangkan anak.
  
File Selengkapnya.....

11. Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Kompetensi Pedagogik (Studi Deskriptif Guru Taman Kanak-Kanak Di Kecamatan Kota Kabupaten Kudus Tahun 2012)

ABSTRAK

Na’im, Ari Setya Muslimatun. 2012. Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Kompetensi Pedagogik (Studi Deskriptif Guru Taman Kanak-kanak di Kecamatan Kota Kabupaten Kudus Tahun 2012). Skripsi, Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing: 1. Ali Formen, M. Ed 2. Wulan Adiarti, M. Pd 

Kata Kunci: Kebutuhan, kompetensi pedagogik, guru.

Masa kanak-kanak merupakan fase yang paling subur dalam menanamkan kreativitas. Potensi anak sudah tersedia dalam diri anak yang masih lugu dan polos yang belum terkontaminasi dengan lingkungan luar. Pada masa ini orang tua dapat memaksimalkan pendidikan anak dengan baik. Dalam memudahkan pendidikan anak, maka diperlukan guru yang mempunyai kompetensi yang baik. Sosok guru yang ideal adalah guru yang mempunyai empat kompetensi dasar, kompetensi ini merupakan kompetensi paling utama bagi guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab permasalahan tentang gambaran kompetensi pedagogik guru TK di Kecamatan Kota Kudus dan mengetahui kebutuhan pengembangan kompetensi pedagogik guru TK di Kecamatan Kota Kudus. 
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ini ditunjukkan bahwa ada beberapa pendidik TK yang diharapkan dapat meningkatkan segi kualitas maupun kuantitasnya, khususnya latar belakang pendidikan atau kualifikasi akademisnya. Pendidik TK yang masih SMA segera menyesuaikan kualifikasinya sampai S1 sesuai amanat PP Nomor 19 Tahun 2005 ketentuan mengenai Pendidik pada pendidikan anak usia dini. Artinya dari beberapa sub-sub kompetensi pedagogik masih ada sebagian guru yang memerlukan, pendampingan, pengembangan, bimbingan dan pelatihan. Sehingga dengan pendampingan, pengembangan, bimbingan, dan pelatihan dapat meningkatkan kebutuhan dasar para guru. Guru yang belum memenuhi kualifikasi diharapkan meningkatkan kualifikasi pendidikan yang sesuai dengan peraturan pemerintah yaitu S1 PAUD. Guru yang berlatar pendidikan D2 diharapkan mampu melajutkan ke jenjang S1, sedangkan bagi guru yang berlatar pendidikan Non- PAUD diharapkan dapat mengikuti ketentuan-ketentuan dan peraturanperaturan dari pemerintah daerah. Harapannya pemerintah daerah mampu memfasilitasi segala kebutuhan bagi para guru yang membutuhkan pelatihan dan bimbingan mengenai kompetensi pedagogik guru. 
Berdasarkan pengalaman peneliti di lapangan maka peneliti mengemukakan saran sebagai berikut; guru dengan pendidikan Non-PAUD hendaknya memenuhi kualifikasi akademiknya dengan mengikuti pendidikan khusus PAUD (D2 maupun S1); guru TK dengan latar pendidikan D2 PGTK hendaknya dapat melanjutkan pendidikan menjadi S1 PAUD sehingga lebih meningkatkan kemampuan akademis mereka; pemerintah hendaknya memfasilitasi/memberi kemudahan bagi guru TK yang non-PAUD dan atau D2 PGTK untuk mengikuti/melanjutkan pendidikan di PAUD misalnya dengan pemberian beasiswa, kemudahan ijin belajar, dan lain-lain. 
File Selengkapnya.....

10. Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Melalui Metode Bermain Peran Pada Anak Usia 4-5 Tahun Semester 1 Di Tk Nasima Semarang Tahun Pelajaran 2012-2013


ABSTRAK

ENNY YULIANTI, NIM 1601910020, 2013 “Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Melalui Metode Bermain Peran pada Anak Usia 4-5 Tahun Semester 1 di TK Nasima Semarang Tahun Pelajaran 2012/2013”. Skripsi progam studi Sarjana Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri semarang. 

Pendidikan untuk anak usia dini (0-8 tahun) merupakan pendidikan yang memiliki karakteristik berbeda dengan anak usia lain, sehingga pendidikannyapun perlu dipandang sebagai sesuatu yang dikhususkan. Salah satu metode yang dapat digunakan pendidik untuk meningkatkan kecerdasan spiritual tersebut adalah dengan bermain peran. Kurangnya kecerdasan spiritual anak menjadi masalah yang dihadapi guru kelompok A1 TK Nasima Semarang. Berdasarkan kondisi tersebut rumusan masalah yang dipaparkan dalam penulisan ini yaitu: Bagaimana meningkatkan kecerdasan spiritual melalui metode bermain peran pada anak usia 4-5 tahun di TK Nasima Semarang? Dan seberapa besar pengaruh metode bermain peran terhadap peningkatan kecerdasan spiritual pada anak usia 4-5 tahun di TK Nasima Semarang? 
Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan masing-masing siklus terdapat perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelompok A1 TK Nasima Semarang tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 24 anak. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Pada siklus I menunjukkan bahwa ketuntasan siswa dalam belajar hanya 63% atau sebanyak 15 siswa, kemudian pada siklus II meningkat menjadi 83% atau sebanyak 20 siswa. Sedangkan siswa yang tidak tuntas dalam belajar pada siklus I adalah 37% atau sebanyak 9 siswa, kemudian pada siklus II menurun menjadi 17% atau sebanyak 4 siswa. Secara garis besar pelaksanaan pembelajaran telah sesuai yang diharapkan peneliti, dimana proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik dan tercipta suasana belajar yang kondusif. 
Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan metode bermain peran dapat dikatakan berhasil dalam rangka meningkatkan kecerdasan spiritual anak, untuk itu disarankan pada semua guru dapat memberikan kegiatan bermain peran yang menarik dan menyenangkan anak, selain itu guru juga harus mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan anak.

Kata kunci: Kecerdasan Spiritual, Metode Bermain Peran
File Selengkapnya.....

9. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Konsep Hak Dan Kewajiban Melalui Metode Bermain Peran Pada Kelompok B Di Tk Muslimat Miftahul Ulum Kalitorong Semester I Tahun

ABSTRAK 

Yuliasih, E. 2013 Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Konsep Hak dan Kewajiban Melalui Metode Bermain Peran Pada Kelompok B di TK Muslimat Miftahul Ulum Kalitorong Semester 1 Tahun Ajaran 20012/20013. Skripsi. Pembimbing I. Ali Formen, S.Pd, M.Ed, Pembimbing II. RinaWindiarti, S.Pd. 
Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada peningkatan hasil belajar konsep hak dan kewajiban melalui metode bermain peran pada kelompok B di TK Muslimat Miftahul Ulum Kalitorong Tahun Ajaran 2012/2013.
Penelitian ini dilaksanakan  di TK  Muslimat Miftahul Ulum Kalitorong pada kelompok B Semester I bulan Juli-Agustus  2012/2013 .Populasi dalam penelitian ini adalah anak didik kelompok B TK Muslimat Miftahul Ulum Kalitorong yang berjumlah 15 anak. Fokus dalam penelitian ini adalah peningkatan hasil belajar konsep hak dan kewajiban melalui metode bermain peran. 
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, tiap siklus terdiri atas tahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Indikator keberhasilan dalam penelitia ini 75%.
Hasil penelitian ini menunjukan adanya perbedaan signifikan dalam ketercapaian belajar konsep hak dan kewajiban anak didik kelompok B TK Muslimat Miftahul Ulum Kalitorong, hal ini ditunjukkan oleh kenyataan bahwa sebelum dilaksanakan metode bermain peran 40% anak didik memperoleh ketercapaian belajar. Sementara setelah pelaksanaan metode bermain peran persentase naik hingga 85%.
Kesimpulan penelitian ini adalah pembelajaran konsep hak dan kewajiban dengan metode bermain peran pada anak didik di kelompok B di TK Muslimat Miftahul Ulum kalitorong Tahun Ajaran 2012/2013 lebih efektif dibanding dengan metode yang lain. 

File Selengkapnya.....

8. Penerapan Metode Bermain Bowling Aritmatika Untuk Mengembangkan Kemampuan Kognitif

ABSTRAK 

Herry Yunanto, Anjrah. 2012. Penerapan metode bermain Bowling Aritmatika untuk mengembangkan kemampuan kognitif. Pendidikan Guru PAUD Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I Dra. Emmy Budiartati, M. Pd, Pembmbing II Amirul Mukminin, S. Pd, M. Kes. Jumlah halaman 126.

Kata Kunci : Metode bermain bowling aritmatika, kemampuan kognitif.

Kemampuan kognitif anak kelompok B TK Kemala Bhayangkari 08 masih rendah karena untuk menyebutkan jumlah benda dengan angka yang melambangkan masih banyak kesalahan, berdasarkan pengamatan tersebut peneliti menemukan ide, gagasan atau rencana untuk melakukan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan metode bermain bowling aritmatika di TK Kemala Bhayangkari 08 untuk mengembangkan kemampuan mengenal konsep bilangan permulaan. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan kognitif. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan di TK Kemala Bhayangkari 08 Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang pada bulan Juli-Agustus 2012. 
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus, tiap siklus terdiri atas tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Pengambilan data kuantitatif dan kualititatif. Indikator keberhasilan adalah sebagai berikut : meningkatnya kemampuan mengenal angka dan berhitung anak 80% dan kinerja guru Baik dengan kriteria pengelolaan ruang dan fasilitas pembelajaran baik, melaksanakan kegiatan pembelajaran baik, mengelola interaksi kelas baik, bersikap terbuka dan luwes serta membantu mengembangkan sikap positif anak terhadap belajar baik, mendemonstrasikan kemampuan khusus dalam pembelajaran tertentu baik, Melaksanakan evaluasi proses an hasil belajar baik dan penggunaan bahasa indonesia yang tepat baik.. 
Berdasarkan data penelitian siklus I diperoleh kemampuan mengenal angka dan berhitung anak mencapai 53%. Pada siklus II mengalami peningkatan yaitu 70%. Pada siklus III mengalami peningkatan yang sangat baik yaitu 92%. Berdasarkan dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan permainan bowling aritmatika di TK Kemala Bhayangkari 08 dapat meningkatkan kemampuan mengenal angka dan berhitung pada anak dan meningkatkan kinerja guru. Berdasarkan dari hasil penelitian dapat disarankan untuk menggunakan permainan bowling aritmatika dalam pembelajaran terutama untuk meningkatkan kemampuan kognitif mengenal angka, menghitung penjumlahan dan pengurangan pada anak usia dini. 

File Selengkapnya.....

Teman KoleksiSkripsi.com

Label

Administrasi Administrasi Negara Administrasi Niaga-Bisnis Administrasi Publik Agama Islam Akhwal Syahsiah Akuntansi Akuntansi-Auditing-Pasar Modal-Keuangan Bahasa Arab Bahasa dan Sastra Inggris Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Bimbingan Konseling Bimbingan Penyuluhan Islam Biologi Dakwah Ekonomi Ekonomi Akuntansi Ekonomi Dan Studi pembangunan Ekonomi Manajemen Farmasi Filsafat Fisika Fisipol Free Download Skripsi Hukum Hukum Perdata Hukum Pidana Hukum Tata Negara Ilmu Hukum Ilmu Komputer Ilmu Komunikasi IPS Kebidanan Kedokteran Kedokteran - Ilmu Keperawatan - Farmasi - Kesehatan – Gigi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Keperawatan Keperawatan dan Kesehatan Kesehatan Masyarakat Kimia Komputer Akuntansi Manajemen SDM Matematika MIPA Muamalah Olahraga Pendidikan Agama Isalam (PAI) Pendidikan Bahasa Arab Pendidikan Bahasa Indonesia Pendidikan Bahasa Inggris Pendidikan Biologi Pendidikan Ekonomi Pendidikan Fisika Pendidikan Geografi Pendidikan Kimia Pendidikan Matematika Pendidikan Olah Raga Pengembangan Masyarakat Pengembangan SDM Perbandingan Agama Perbandingan Hukum Perhotelan Perpajakan Perpustakaan Pertambangan Pertanian Peternakan PGMI PGSD PPKn Psikologi PTK PTK - Pendidikan Agama Islam Sastra dan Kebudayaan Sejarah Sejarah Islam Sistem Informasi Skripsi Lainnya Sosiologi Statistika Syari'ah Tafsir Hadist Tarbiyah Tata Boga Tata Busana Teknik Arsitektur Teknik Elektro Teknik Industri Teknik Industri-mesin-elektro-Sipil-Arsitektur Teknik Informatika Teknik Komputer Teknik Lingkungan Teknik Mesin Teknik Sipil Teknologi informasi-ilmu komputer-Sistem Informasi Tesis Farmasi Tesis Kedokteran Tips Skripsi