Isikan Kata Kunci Untuk Memudahkan Pencarian

Memuat...

323. Pendidikan Kebudayaan Perspektif Ki Hajar Dewantara Kajian Karya Ki Hadjar Dewantara

ABSTRAK Seiring dengan masuknya era globalisasi dan dengan adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi maka secara sekat-sekat kehidupan manusia menjadi sirna. Dunia ini seakan-akan tidak memiliki batas dan menjadi satu. Dunia menjadi suatu tempatyang disebut placeless society. Dengan demikian hubungan dan komunikasi antar manusia, masyarakat, dan bangsa menjadi transparan. Kemajuan ilmu dan teknoligi yang terjadi begitu pesat sehingga dunia membentuk suatu masyarakat yang baru ialah masyarakat ilmu pengetahuan atau knowledge society. Dengan kemajuan jaman dan adanya keterbukaan dari semua hal menimbulkan dampak positif dan negative. adapun dampak positif dari globalisasi antara lain ialah terbukanya peluang dan tantangan baru. Pada dasarnya setiap manusia, setiap bangsa mempunyai peluang yang sama untuk menghadapi tantangan baru tersebut. Globalisasi memunculkan satu kebiasaan baru dalam masyarakat dan konsumerisme. Adapun dampak negatif dari globalisasi ialah globalisasi akan dapat mengancam budaya bangsa. Budaya global akan muncul dan dapat mematikan budaya lokal. Hal ini sangat berbahaya oleh sebab hancurnya budaya lokal berarti lunturnya identitas bangsa. Budaya globalisasi bukanlah suatu budaya yang homogen tetapi justru budaya hitrogen yan memunculkan identitas dari bangsa-bangsa yang berbudaya. Seyogianya globalisasi justru akan memperkuat budaya lokal dengan demikian mempertahankan identitas suatu bangsa. Bangsa yang beridentitas adalah bangsa yang mempunyai wawasan budaya, dan bangsa Indonesia yang beridentitas adalah bangsa yang berwawasan budaya nusantara. Pendidikan adalah kebutuhan primer setiap manusia sejak dari dulu. Setiap orang memerlukan pendidikan untuk kelangsungan hidupnya. Tujuan pendidikan sering dirumuskan untuk menyiapkan generasi muda menjadi orang dewasa anggota masyarakat yang mandiri dan produktif. Setiap bangsa memiliki sistem pendidikan nasional. Pendidikan nasional masing-masing bangsa berdasarkan pada dan dijiwai oleh kebudayaannya. Kebudayaan tersebut sarat akan nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang melalui sejarah sehingga mewarnai seluruh gerak hidup suatu bangsa Dengan sistem pendidikan nasional yang berorientasi hanya pada aspek intelektual saja tanpa memandang aspek yang lain ini banyak menimbulkan permasalahan yang terjadi di dalam dunia pendidikan itu sendiri, banyak sekali contohnya, diantaranya seringnya terjadi tindak brutal, adanya premanisme dalam sekolah, aksi tawuran yang saat ini sampai-sampai menjalar bukan hanya antar pelajar sekolah, mahasiswa universitas, antar kampung bahkan di gedung DPR yang katanya tempat orang-orang beradab. Atau dalam penyelenggaraan Ujian Nasioanal yang hanya menentukan kelulusan siswa hanya dengan 3 hari dan 3 mata pelajaran. Dalam kasus ini tidak sedikit oknum guru yang melakukan tindak yang kurang dapat dicontoh bahkan memalukan dan mencoreng dunia pendidikan, padahal guru adalah sosok orang yang harus digugu dan ditiru, yang dalam pandangan Ki Hajar Dewantara sebagai orang yang memberikan contok yang baik (ing ngarso sunthulodho). Dari paparan permasalahan di atas telah memberikan inspirasi bagi penulis untuk lebih jauh mengetahui bagaimana pendidikan kebudayaan diuraikan oleh Ki HaDjar Dewantara sebagai acuan untuk memberikan pendidikan yang benar dalam menyelenggarakan pendidikan di Indonesia yang memiliki masyarakat plural dan bhenika tunggal ika, dan dengan kekayaan alamnya, serta ragam budayanya. Kajian ini penulis fokouskan pada pendidikan kebudayaan sebagai sebuah kajian atas konsep yang dirumuskan oleh Bapak pendidikan nasional yaitu Ki Hajar Dewantara dalam buku Karja Ki Hadjar Dewantara, sehingga dalam penulisan ini penulis memberi judul : ”Pendidikan Kebudayaan Perspektif Ki Hadjar Dewantara (kajian kepustakaan Karja Ki Hadjar Dewantara bagian pertama Pendidikan )” Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui Konsep pendidikan perspektif Ki Hajar Dewantara, Konsep pendidikan kebudayaan perspektif Ki Hadjar Dewantara. dalam buku Karja Ki Hadjar Dewantara bagian Pertama Pendidikan. Penelitian yang penulis lakukan ini adalah termasuk dalam penelitian library research dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif analisis kritis. Dan agar hasil penelitian berjalan dengan baik, maka dalam pengumpulan datanya, penulis menggunakan metode dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisisnya, penulis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Dari hasil penelitian yang penulis lakukan, dapat disampaikan di sini bahwasanya Pendidikan perspektif Ki Hadjar Dewantara dalam buku Karja Ki Hadjar Dewantara bagian Pertama Pendidikan adalah pendidikan adalah tuntunan dalam kehidupan anak untuk menjadikan dirinya menjadi mausia yang berguna bagi nusa dan bangsanya sesuai dengan perkembangannya tanpa ada unsure paksaan yang mana disebut dngan sistem among. Dalam pelaksanaannya pendidikan di suatu negara atau masyarakat seharusnya didasarkan kepada kultur atau budaya yang ada di masyarakat tersebut tanpa harus menutup dari dari budaya yang ada di dunia ini. Adapun dalam perakteknya Ki Hadjar Dewantara menggunakan sistem pondok. Bertolak dari kesimpulan yang telah diuraikan di atas, perlu kiranya penulis memberikan sumbangan pemikiran berupa saran-saran antara lain, pendidikan hendaknya tidak hanya ditekankan hanya pada aspek intelektual saja. Akan tetapi juga aspek lainnya. Pendidikan harusnya didasarkan pada kebudayaan nasional sebagai perwujudan dari identitas bangsa dan menyesuaikan sesuai dengan jamannya. Dalam pelaksanaannya pendidik harus memperhatikan perkembangan anak didik dan melaksanakan pembelajaran dan pengajaran tanpa ada unsur paksaan. Hal ini dimaksudkan agar terjadi keseimbangan antara kehidupan dunia dan kehidupan akhirat.
File Selengkapnya.....

Teman KoleksiSkripsi.com

Label

Administrasi Administrasi Negara Administrasi Niaga-Bisnis Administrasi Publik Agama Islam Akhwal Syahsiah Akuntansi Akuntansi-Auditing-Pasar Modal-Keuangan Bahasa Arab Bahasa dan Sastra Inggris Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Bimbingan Konseling Bimbingan Penyuluhan Islam Biologi Dakwah Ekonomi Ekonomi Akuntansi Ekonomi Dan Studi pembangunan Ekonomi Manajemen Farmasi Filsafat Fisika Fisipol Free Download Skripsi Hukum Hukum Perdata Hukum Pidana Hukum Tata Negara Ilmu Hukum Ilmu Komputer Ilmu Komunikasi IPS Kebidanan Kedokteran Kedokteran - Ilmu Keperawatan - Farmasi - Kesehatan – Gigi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Keperawatan Keperawatan dan Kesehatan Kesehatan Masyarakat Kimia Komputer Akuntansi Manajemen SDM Matematika MIPA Muamalah Olahraga Pendidikan Agama Isalam (PAI) Pendidikan Bahasa Arab Pendidikan Bahasa Indonesia Pendidikan Bahasa Inggris Pendidikan Biologi Pendidikan Ekonomi Pendidikan Fisika Pendidikan Geografi Pendidikan Kimia Pendidikan Matematika Pendidikan Olah Raga Pengembangan Masyarakat Pengembangan SDM Perbandingan Agama Perbandingan Hukum Perhotelan Perpajakan Perpustakaan Pertambangan Pertanian Peternakan PGMI PGSD PPKn Psikologi PTK PTK - Pendidikan Agama Islam Sastra dan Kebudayaan Sejarah Sejarah Islam Sistem Informasi Skripsi Lainnya Sosiologi Statistika Syari'ah Tafsir Hadist Tarbiyah Tata Boga Tata Busana Teknik Arsitektur Teknik Elektro Teknik Industri Teknik Industri-mesin-elektro-Sipil-Arsitektur Teknik Informatika Teknik Komputer Teknik Lingkungan Teknik Mesin Teknik Sipil Teknologi informasi-ilmu komputer-Sistem Informasi Tesis Farmasi Tesis Kedokteran Tips Skripsi