Isikan Kata Kunci Untuk Memudahkan Pencarian

Memuat...

376. Implementasi Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skill) Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI)

ABSTRAK Pendidikan pada dasarnya adalah sebagai upaya untuk memanusiakan manusia . Pengembangan potensi peserta didik secara utuh serta tuntutan kondisi lingkungan peserta didik untuk hidup atau memiliki kecakapan hidup (life skill) merupakan salah satu bentuk upaya memanusiakan manusia searah dengan tujuan pendidikan. Untuk mencapai atau mengembangkan kecakapan hidup tersebut, maka dibutuhkan pendidikan yang berorientasi pada pencapaian atau pengembangan kecakapan hidup (pendidikan kecakapan hidup). Di sini PAI merupakan salah satu jalan untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut, agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, karena tujuan PAI adalah berupaya membentuk insan kamil yang memiliki iman, ilmu, dan amal secara terintegrasi. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah pembelajaran yang dilakukan. Karena kegiatan pembelajaran merupakan kegiatan inti (proses) untuk menuju kepada tujuan pendidikan yang diharapkan. Oleh karena itu, maka diperlukan adanya implementasi pendidikan kecakapan hidup (life skill) dalam pembelajaran PAI dengan maksud mengintegrasikan kecakapan-kecakapan hidup dengan pokok bahasan dalam mata pelajaran PAI. Berdasarkan permasalahan di atas, maka penelitian ini difokuskan pada: (1) Bagaimana desain pendidikan kecakapan hidup dalam pembelajaran PAI? (2) Bagaimana implementasi pendidikan kecakapan hidup dalam pembelajaran PAI? dan (3) Apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi tersebut? Untuk mengetahui pelaksanaannya di sekolah, maka hal ini diadakan penelitian tentang implementasi pendidikan kecakapan hidup (life skill) dalam pembelajaran PAI, dengan lokasi penelitian yaitu di SMP Islam Al-Maarif 01 Singosari pada kelas VIII semester genap tahun pelajaran 2007/2008. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui desain pembelajaran, implementasi, dan faktor pendukung serta penghambat dalam implementasi pendidikan kecakapan hidup (life skill) dalam pembelajaran PAI. Penelitian ini diklasifikasikan pada penelitan deskriptif kualitatif. Dalam perjalanan mengumpulkan data dan untuk memperoleh data secara akurat, digunakan tiga metode yaitu observasi, interview, dan dokumentasi. Dari data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam desain pendidikan kecakapan hidup dalam pembelajaran PAI, aspek-aspek kecakapan hidup yang akan dikembangkan diintegrasikan dan merupakan bagian dari kompetensi dasar yang harus diupayakan tercapai bersamaan dengan pencapaian kecakapan yang bersumber dari substansi pokok bahasan mata pelajaran PAI. Dalam pelaksanaannya, aspek kecakapan hidup dikembangkan dan/atau diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan, sehingga berpengaruh dengan metode pembelajaran yang digunakan. Faktor pendukung dalam implementasi ini diantaranya yaitu: adanya mata pelajaran sub PAI yang diajarkan tersendiri dalam mata pelajaran; adanya program ubudiyyah; adanya pembinaan atau pelaksanaan sholat dhuhur dan shalat dluha berjamaah dan pembinaan qira ati; sarana dan prasarana (laboratorium multimedia, perpustakaan, bimbingan konseling, dan masjid); dan sebagian besar siswa mondok/belajar di pesantren-pesantren di sekitar lingkungan Yayasan Pendidikan Al-Maarif Singosari. Adapun faktor penghambatnya, yaitu: minimnya dana dan fasilitas yang dimiliki serta para pendidik kurang termotivasi untuk kreatif dan inovatif dalam menggunakan dan mengembangkan strategi pembelajaran. Dari kesimpulan hasil penelitian ini, direkomendasikan hal-hal sebagai berikut; (1) para guru agama hendaknya mengoptimalkan pembelajarannya sehingga dapat memfungsikan kekuatan spirit agama tersebut dalam pembinaan kecakapan personal maupun kecakapan sosial siswa; (2) agar pembelajaran PAI dapat optimal, hendaknya para guru menggunakan strategi pembelajaran yang bervariasi dan diperlukan adanya refleksi atau sharing antara guru dan siswa serta meningkatkan komunikasi yang baik dan kerjasama yang kompak antar personal; (3) hendaknya diperlukan juga dukungan budaya sekolah yang mendorong berkembangnya kecakapan hidup; dan (4) hendaknya terus dilakukan dan dikembangkan kepada para pendidik untuk selalu berusaha menggali pengetahuan dan pengalaman.
File Selengkapnya.....

Teman KoleksiSkripsi.com

Label

Administrasi Administrasi Negara Administrasi Niaga-Bisnis Administrasi Publik Agama Islam Akhwal Syahsiah Akuntansi Akuntansi-Auditing-Pasar Modal-Keuangan Bahasa Arab Bahasa dan Sastra Inggris Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Bimbingan Konseling Bimbingan Penyuluhan Islam Biologi Dakwah Ekonomi Ekonomi Akuntansi Ekonomi Dan Studi pembangunan Ekonomi Manajemen Farmasi Filsafat Fisika Fisipol Free Download Skripsi Hukum Hukum Perdata Hukum Pidana Hukum Tata Negara Ilmu Hukum Ilmu Komputer Ilmu Komunikasi IPS Kebidanan Kedokteran Kedokteran - Ilmu Keperawatan - Farmasi - Kesehatan – Gigi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Keperawatan Keperawatan dan Kesehatan Kesehatan Masyarakat Kimia Komputer Akuntansi Manajemen SDM Matematika MIPA Muamalah Olahraga Pendidikan Agama Isalam (PAI) Pendidikan Bahasa Arab Pendidikan Bahasa Indonesia Pendidikan Bahasa Inggris Pendidikan Biologi Pendidikan Ekonomi Pendidikan Fisika Pendidikan Geografi Pendidikan Kimia Pendidikan Matematika Pendidikan Olah Raga Pengembangan Masyarakat Pengembangan SDM Perbandingan Agama Perbandingan Hukum Perhotelan Perpajakan Perpustakaan Pertambangan Pertanian Peternakan PGMI PGSD PPKn Psikologi PTK PTK - Pendidikan Agama Islam Sastra dan Kebudayaan Sejarah Sejarah Islam Sistem Informasi Skripsi Lainnya Sosiologi Statistika Syari'ah Tafsir Hadist Tarbiyah Tata Boga Tata Busana Teknik Arsitektur Teknik Elektro Teknik Industri Teknik Industri-mesin-elektro-Sipil-Arsitektur Teknik Informatika Teknik Komputer Teknik Lingkungan Teknik Mesin Teknik Sipil Teknologi informasi-ilmu komputer-Sistem Informasi Tesis Farmasi Tesis Kedokteran Tips Skripsi