Isikan Kata Kunci Untuk Memudahkan Pencarian

Memuat...

606. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Madrasah (MPMBM) Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan

ABSTRAK Upaya peningkatan mutu pendidikan merupakan tugas bagi semua kompenen yang ada di madrasah. Hal ini akan dapat dilaksanakan jika madrasah memiliki sikap dinamis dan kreatif dalam melaksanakan perannya yaitu mengupayakan peningkatan mutu pendidikan dan madrasah diberikan kepercayaan untuk mengatur dan mengurus dirinya sendiri sesuai dengan kondisi lingkungannya dan kebutuhan peserta didiknya. Walaupun demikian, agar mutu pendidikan tetap terjaga dan proses peningkatan mutu tetap terkontrol, maka harus ada standar yang diatur dan disepakati secara nasional untuk dijadikan indikator evaluasi keberhasilan peningkatan mutu tersebut. Pemikiran ini telah mendorong munculnya pendekatan baru, yakni pengelolaan peningkatan mutu pendidikan dalam kegiatan pendidikan. Pendekatan ini kemudian dikenal dengan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Madrasah (MPMBM) Kebijakan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Madrasah (MPMBM) merupakan salah satu bentuk desentralisasi pengelolaan pendidikan yang dipilih dengan tujuan untuk memandirikan sekolah dan meningkatkan mutu pendidikan. Kebijakan ini diimplementasikan dengan menerapkan manajemen yang transparan dan dengan melibatkan peran serta masyarakat (komite madrasah). Dalam implementasinya, kebijakan MPMBM memerlukan strategi yang berbeda di masing-masing madrasah karena kebijakan manajemen ini memberikan kemandirian kepada madrasah dalam mengelola dan mengembangkan madrasahnya dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di madrasahnya masing-masing. Berangkat dari latar belakang itulah kemudian penulis ingin membahasnya dalam skripsi dan mengambil judul Implementasi Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Madrasah (MPMBM) dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di MAN 2 Mataram. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi MPMBM dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan, untuk mengetahui bagaimana strategi yang digunakan madrasah dalam implementasi MPMBM dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan, dan untuk mengetahui apa faktor pendukung dan penghambat implementasi MPMBM dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Dan hasil yang diperoleh merupakan hasil dari data deskriptif, yakni berupa kata-kata, gambaran dan bukan angka-angka. Sumber data sekaligus informan adalah kepala madrasah, wakamad kurikulum, wakamad humas serta pihak-pihak yang terkait dalam penelitian ini bila diperlukan. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan beberapa teknik yakni dengan melalui observasi, interview serta dokumentasi. Sedangkan dalam menganalisis data, peneliti menggunakan teknik analisis data diskriptif kualitatif. Untuk pengecekan keabsahan peneliti menggunakan trianggulasi, pengecekan sejawat melalui diskusi dan kecukupan referensial. Adapun hasil dari penelitian ini adalah implementasi manajemen peningkatan mutu berbasis madrasah sudah dilaksanakan di MAN 2 Mataram dengan baik, hal ini dapat dilihat dari terpenuhinya standar mutu yang ada di madrasah yaitu standar dari pemerintah tentang hasil ujian nasional dan hasil dari proses pembelajaran di madrasah. Selain itu dapat dilihat dari prestasi yang berhasil diraih oleh madrasah dari tahun ke tahun semakin meningkat. Strategi yang digunakan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan adalah dengan membuat trobosan-trobosan baru yaitu mengadakan kelas unggulan bagi siswa yang penerapannya berbeda dengan kelas reguler lainnya, mengintensifkan kegiatan pembelajaran pada pagi hari. Pada intinya madrasah lebih menekankan pada proses peningkatan mutu pendidikan. Sedangkan faktor pendukungnya adalah sarana dan prasarana yang lengkap, lingkungan yang aman dan nyaman, Tenaga pengajarnya yang profesional dan penghambatnya adalah semangat belajar dari anak-anak, karena memang kadang-kadang mereka terpengaruh dari lingkungan tempat mereka bergaul di luar madrasah kemampuann ekonomi dari siswa. Berdasarkan peraturan wali kota siswa yang kurang mampu akan dibebaskan dengan catatan dan pemerintah daerah akan menggantinya tetapi sampai saat ini tidak ada realisasinya dan yang terakhir adalah dana yang kurang memadai karena kegiatan dilakukan di luar jam pelajaran sehingga membutuhkan dana tambahan.
File Selengkapnya.....

Teman KoleksiSkripsi.com

Label

Administrasi Administrasi Negara Administrasi Niaga-Bisnis Administrasi Publik Agama Islam Akhwal Syahsiah Akuntansi Akuntansi-Auditing-Pasar Modal-Keuangan Bahasa Arab Bahasa dan Sastra Inggris Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Bimbingan Konseling Bimbingan Penyuluhan Islam Biologi Dakwah Ekonomi Ekonomi Akuntansi Ekonomi Dan Studi pembangunan Ekonomi Manajemen Farmasi Filsafat Fisika Fisipol Free Download Skripsi Hukum Hukum Perdata Hukum Pidana Hukum Tata Negara Ilmu Hukum Ilmu Komputer Ilmu Komunikasi IPS Kebidanan Kedokteran Kedokteran - Ilmu Keperawatan - Farmasi - Kesehatan – Gigi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Keperawatan Keperawatan dan Kesehatan Kesehatan Masyarakat Kimia Komputer Akuntansi Manajemen SDM Matematika MIPA Muamalah Olahraga Pendidikan Agama Isalam (PAI) Pendidikan Bahasa Arab Pendidikan Bahasa Indonesia Pendidikan Bahasa Inggris Pendidikan Biologi Pendidikan Ekonomi Pendidikan Fisika Pendidikan Geografi Pendidikan Kimia Pendidikan Matematika Pendidikan Olah Raga Pengembangan Masyarakat Pengembangan SDM Perbandingan Agama Perbandingan Hukum Perhotelan Perpajakan Perpustakaan Pertambangan Pertanian Peternakan PGMI PGSD PPKn Psikologi PTK PTK - Pendidikan Agama Islam Sastra dan Kebudayaan Sejarah Sejarah Islam Sistem Informasi Skripsi Lainnya Sosiologi Statistika Syari'ah Tafsir Hadist Tarbiyah Tata Boga Tata Busana Teknik Arsitektur Teknik Elektro Teknik Industri Teknik Industri-mesin-elektro-Sipil-Arsitektur Teknik Informatika Teknik Komputer Teknik Lingkungan Teknik Mesin Teknik Sipil Teknologi informasi-ilmu komputer-Sistem Informasi Tesis Farmasi Tesis Kedokteran Tips Skripsi