Isikan Kata Kunci Untuk Memudahkan Pencarian

Memuat...

70. Perbedaan Prestasi Belajar Anak Yang Kreatif Dan Tidak Kreatif


ABSTRAK

Perkembangan sektor pendidikan di masa mendatang diharapkan selain menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas juga memiliki sikap mental yang terpuji. Secara tidak langsung dengan tersedianya sumber daya manusia yang berkualitas dan bermoral akan lebih bermafaat untuk menunjang lajunya proses pendidikan menuju era pembangunan serta mampu meningkatkan citra bangsa Indonesia di dalam pencaturan dunia internasional, khususnya dibidang pendidikan.

Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, bangsa Indonesia melalui program reformasinya memberikan prioritas tersendiri pada sektor pendidikan, dalam rangka pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan peningkatan kualitas pendidikan sehingga peningkatan dunia pendidikan pada gilirannya mampu mencetak kader-kader pembangunan bangsa yang profesional. Realisasi dan tahapan tersebut ditunjukkan dalam tujuan pendidikan nasional yang termaktub dalam undang-undang Republik Indonesia No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 3.

Dalam menunaikan tugas di bidang pendidikan dalam kehidupan yang selalu berubah, maka seorang guru dituntut untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, memiliki keterampilan dan profesionalitas yang tinggi. Dengan adanya keterampilan dan profesionalitas tersebut, seorang guru diharapkan mampu memahami karakteristik peserta didiknya masing-masing atau dengan kata lain seorang guru diharapkan mampu memahami mana anak yang kreatif dan mana anak yang tidak kreatif yang mana ini merupakan suatu hal yang harus dimiliki, karena dengan mengetahui hal tersebut nantinya seorang guru bisa memberikan pelajaran-pelajaran sesuai dengan kondisi anak didiknya.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapatkan ada anak yang cepat, cekatan, dan terampil dalam waktu relatif singkat dapat menyelesaikan tugas, pekerjaan, atau cepat memahami pelajaran yang telah disampaikan oleh sang guru. Bahkan sebalinya ada yang lamban dan tak dapat menyelesaikan pekerjaannya atau lamban dalam menerima materi pelajaran. Nah, keduanya memang dua perbedaan yang perlu diperhatikan agar dalam penyampaian materi kepada anak tidak kreatif atau agak kurang cerdas cepat mengerti terhadap pelajaran dan bagi anak yang sudah kreatif tentunya akan lebih cepat dalam menerimanya materi pelajaran. Oleh karena itu, memahami perbedaan antara anak didik yang kreatif dan tidak kreatif itu sangat diperlukan guna memperbaiki kualitas pendidikan kita. Sehingga dalam penelitian ini difokuskan pada 3 hal, yaitu: 1) prestasi belajar siswa yang kreatif, 2) prestasi belajar siswa yang tidak kreatif, dan 3) perbedaan prestasi belajar siswa yang kreatif dan tidak kreatif kelas IV MI Al-Ibrahimy Konang-Bangkalan tahun ajaran 2005/2006.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Obyek/Lokasi Penelitiannya adalah di Madrasah Ibtidaiyah Al-Ibrahimy Kecamatan Konang Kabupaten Bangkalan-Madura, Jawa Timur. Informan penelitiannya adalah peneliti sebagai key instrument, dikatakan bahwa kedudukan peneliti dalam penelitian kualitatif cukup rumit, ia sekaligus merupakan perencana, pelaksana pengumpulan data, analisis, penafsiran data, dan pada akhirnya ia menjadi pelapor hasil penelitian. Metode pengumpulan datanya dengan metode observasi, interview, dan dokumentasi. Sedangkan analisis datanya dengan metode deskriptif kualitatif, dengan tahapan-tahapan melalui identifikasi, klasifikasi, kategorisasi, klarifikasi yang kemudian di deskripsikan secara interpretatif.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Prestasi belajar anak kreatif lebih baik jika dibandingkan dengan anak yang dalam kesehariannya kurang atau tidak kreatif. Hal ini juga dilihat dari hasil ujian-ujian mereka yang menunjukkan hasil yang lebih baik daripada hasil ujian anak yang kurang kreatif. Kemudian untuk mengetahui prestasinya, bisa juga dilihat dari nilai raport mereka. 2) Prestasi belajar anak tidak kreatif jauh di bawah rata-rata anak yang lebih kreatif. Karena anak yang tidak kreatif kurang tanggap terhadap lingkungan sekitarnya, baik di lingkungan sekolah maupun dilingkungan keluarga, atau pun di lingkungan masyarakat secara umum. Selain itu, anak yang tidak kreatif kurang luwes, kebutuhan akan otonomi sangat kurang, tidak senang mengolah gagasan, tidak tegas, tidak tenang, tidak percaya diri, dan tidak senang mengambil resiko. 3) Perbedaan prestasi belajar anak kreatif dan tidak kreatif adalah bahwa: anak yang kreatif prestasinya jauh lebih baik daripada anak yang tidak kreatif. Hal ini bisa dilihat dalam kesehariannya di dalam kelas, baik dalam proses belajar mengajar (PBM) berlangsung maupun di luar jam pelajaran. Anak yang kreatif akan selalu mengedepankan keluwesanyna, selalu ingin mengekspresikan bakat yang terpendaam dalam dirinya, selalu ingin kebebasaan yang tidak mengekangnya, juga butuh bermain, selalu mengolah gagasan-gagasan dan tidah pernah berhenti berpendapat, selalu tegas dalam pendapatnya dan dalam mengambil keputusan, orangnya humoris dan juga terbuka, kepercayaan diri yang tinggi, rasa keingintahuannya sangat tinggi, dan juga berani mengambil resiko dengan pertimbangan yang matang. Sedangkan mereka yang tidak kreatif kurang luwes, kebutuhan akan otonomi sangat kurang, tidak senang mengolah gagasan, tidak tegas, tidak tenang, tidak percaya diri, dan tidak senang mengambil resiko. Dan mengenai prestasinya, anak yang tidak kreatif jauh di bawah rata-rata anak yang lebih kreatif. Karena anak yang tidak kreatif kurang tanggap terhadap lingkungan sekitarnya, baik di lingkungan sekolah maupun dilingkungan keluarga, atau pun di lingkungan masyarakat secara umum.

Berdasarkan laporan hasil penelitian, penulis menyarankan beberapa hal, yaitu: 1) Hendaknya usaha yang telah dilakukan dijadikan suatu hal yang memerlukan perbaikan secara terus-menerus. 2) Hendaknya guru memperhatikan perbedaan kreativitas tersebut sehingga nantinya bisa menyampaikan materi pelajaran sesuai dengan porsi yang ada. 3) Hendaknya orang tua juga memperhatikan perkembangan kreativitas anak-anaknya, karena kreativitas anak mulai terbentuk sejak anak tersebut masih bayi.
File Selengkapnya.....

Teman KoleksiSkripsi.com

Label

Administrasi Administrasi Negara Administrasi Niaga-Bisnis Administrasi Publik Agama Islam Akhwal Syahsiah Akuntansi Akuntansi-Auditing-Pasar Modal-Keuangan Bahasa Arab Bahasa dan Sastra Inggris Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Bimbingan Konseling Bimbingan Penyuluhan Islam Biologi Dakwah Ekonomi Ekonomi Akuntansi Ekonomi Dan Studi pembangunan Ekonomi Manajemen Farmasi Filsafat Fisika Fisipol Free Download Skripsi Hukum Hukum Perdata Hukum Pidana Hukum Tata Negara Ilmu Hukum Ilmu Komputer Ilmu Komunikasi IPS Kebidanan Kedokteran Kedokteran - Ilmu Keperawatan - Farmasi - Kesehatan – Gigi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Keperawatan Keperawatan dan Kesehatan Kesehatan Masyarakat Kimia Komputer Akuntansi Manajemen SDM Matematika MIPA Muamalah Olahraga Pendidikan Agama Isalam (PAI) Pendidikan Bahasa Arab Pendidikan Bahasa Indonesia Pendidikan Bahasa Inggris Pendidikan Biologi Pendidikan Ekonomi Pendidikan Fisika Pendidikan Geografi Pendidikan Kimia Pendidikan Matematika Pendidikan Olah Raga Pengembangan Masyarakat Pengembangan SDM Perbandingan Agama Perbandingan Hukum Perhotelan Perpajakan Perpustakaan Pertambangan Pertanian Peternakan PGMI PGSD PPKn Psikologi PTK PTK - Pendidikan Agama Islam Sastra dan Kebudayaan Sejarah Sejarah Islam Sistem Informasi Skripsi Lainnya Sosiologi Statistika Syari'ah Tafsir Hadist Tarbiyah Tata Boga Tata Busana Teknik Arsitektur Teknik Elektro Teknik Industri Teknik Industri-mesin-elektro-Sipil-Arsitektur Teknik Informatika Teknik Komputer Teknik Lingkungan Teknik Mesin Teknik Sipil Teknologi informasi-ilmu komputer-Sistem Informasi Tesis Farmasi Tesis Kedokteran Tips Skripsi