Isikan Kata Kunci Untuk Memudahkan Pencarian

Memuat...

18. Kualitas Layanan Puskesmas Simpur Kecamatan Tanjung Karang Pusat Kota Bandar Lampung

BAB I  
PENDAHULUAN  

A. Latar Belakang  

Kesehatan merupakan salah satu unsur yang sangat penting dari mutu  kehidupan dalam pembangunan nasional untuk mewujudkan manusia Indonesia  seutuhnya. Pembangunan kesehatan bertujuan untuk memberikan kesempatan yang  seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memperoleh derajat kesehatan yang optimal  yang diwujudkan antara lain dengan membangun Puskesmas di seluruh Indonesia  (UU Kesehatan No. 23 Tahun 1992).
Untuk dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat banyak hal yang  perlu dilakukan, salah satu diantaranya dengan menyelenggarakan pelayanan  kesehatan. Pelayanan kesehatan adalah setiap upaya yang diselenggarakan sendiri  atau secara bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memelihara dan  meningkatnya kesehatan perorangan, keluarga, kelompok dan ataupun masyarakat  (Azrul Azwar, 1996).
Selama ini pembangunan dan pelayanan kesehatan masih dipahami sebagai
permasalahan teknis belaka, dimana pelayanan kesehatan hanya melibatkan dokter,  perawat dan petugas medis lainnya. Sementara dari sisi kebijakan dan visi  pembangunan dan pelayanan kesehatan belum banyak dibawa ke ruang publik untuk  dibicarakan dan menjadi bahan renungan bersama secara lebih mendalam. Selama itu  pula pembangunan dan pelayanan kesehatan dianggap telah mampu untuk  melakukan perubahan secara otomatis dan responsif terhadap setiap perubahan sosial  dan politik yang terjadi di masyarakat.
Dari keadaan tersebut maka sudah seharusnya menjadi kewajiban kita bahwa  tidak hanya tugas para dokter, perawat dan tenaga paramedis saja untuk peduli  terhadap pelayanan dan pembangunan kesehatan masyarakat (Mardiasmo 2002;74-75). Salah satu paradigma yang cukup membumi yaitu: kesehatan untuk semua  “Health for All” adalah pelayanan jasa publik yang harus dapat diakses oleh setiap  masyarakat dari segala macam lapisan yang ada. Konsekuensi dari kesehatan untuk  semua adalah prinsip yang mendasari pelaksanaan otonomi daerah yaitu, keadilan,  demokrasi dan partisipasi, efisiensi, serta efektifitas. Desentralisasi kesehatan juga  menjadikan sektor kesehatan sebagai urusan pemerintah daerah yang harus  dipertanggungjawabkan kepada masyarakatnya (Public Accountability). Sehingga  dengan demikian Pembangunan Kesehatan yang dilakukan dan Pelayanan Kesehatan  yang diberikan oleh pemerintah daerah dapat dijadikan salah satu ukuran untuk  menilai kinerja pemerintah daerah terhadap masyarakat.
Pelayanan kesehatan yang langsung menyentuh pada lapisan masyarakat
yang paling bawah dan sangat diperlukan oleh masyarakat adalah sangat penting hal  ini dikarenakan pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh puskesmas akan  memberikan perlindungan kesehatan kepada warga masyarakat khususnya bagi  warga kurang mampu. Puskesmas diharapkan mampu memberikan jaminan bagi  warga masyarakat sekitarnya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang sangat  dibutuhkan.
Sehingga jelaslah bahwa pemerintah mempunyai kewajiban untuk  menyediakan pelayanan kesehatan minimum yang dibutuhkan rakyatnya. Kelalaian  pemerintah untuk menyediakan pelayanan kesehatan yang optimal (minimum) yang
mampu diberikan oleh pemerintah akan menimbulkan keresahan sosial di  masyarakat. Bagi penyelenggara pelayanan kesehatan prinsip yang harus dipegang  dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat adalah bagaimana  masyarakat puas dan nyaman dalam menerima pelayanan kesehatan yang diberikan  dan keberadaan Puskesmas sebagai media untuk memberikan pelayanan kesehatan  haruslah dijalankan dengan baik sehingga kualitas pelayanan yang diberikan sesuai  dengan apa yang dikehendaki oleh masyarakat.
Puskesmas adalah unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan disuatu wilayah  kerja (Kebijakan Dasar Puskesmas, Depkes RI 2004)
Keberadaan Puskesmas di tengah masyarakat sangatlah penting karena
Puskesmaslah yang menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan yang diberikan oleh  Pemerintah Daerah. Pelayanan kesehatan yang baik yang mampu diberikan oleh  penyelenggara pemerintahan secara tidak langsung akan meringankan beban  pemerintah. Kesehatan yang menjadi kunci utama semua kegiatan yang mampu  dilakukan oleh manusia harus mendapatkan jaminan dari pemerintah bahwa  masyarakat berhak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.  Masyarakat yang sehat maka akan membuat mereka produktif dan produktivitas  masyarakat akan menumbuhkan perekonomian daerah yang secara tidak langsung  akan meningkatkan pendapatan daerah.
Di sisi lain manfaat yang didapat oleh masyarakat terhadap pelayanan  kesehatan adalah kepastian dari pemerintah bahwa mereka akan mendapatkan
pelayanan kesehatan yang baik yang mereka butuhkan dengan biaya yang relatif  murah dan jarak untuk mendapatkan pelayanan tersebut relatif dekat.
Jumlah Puskesmas di kota Bandar Lampung seluruhnya ada 25 puskesmas,
yang berada di 13 kecamatan. Puskesmas Simpur sebagai salah satu pusat pelayanan  kesehatan di Kecamatan Tanjung Karang Pusat memiliki kunjungan pasien yang  sangat banyak.
Dalam Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP) Puskesmas Simpur
memperlihatkan bahwa masyarakat yang mendapatkan pelayanan kesehatan di  puskesmas dari tahun ke tahun semakin meningkat, yaitu pada dua tahun terakhir  dari bulan Januari sampai Desember 2005 pada Puskesmas Simpur jumlah  kunjungan rawat jalan 31.329 pasien dan tahun 2006 jumlah kunjungan rawat jalan  36.442 pasien (PTP Puskesmas Simpur tahun 2007). Hal ini bukan saja disebabkan  oleh menurunnya tingkat kesehatan masyarakat sebagai akibat menurunnya kondisi  perekonomian Indonesia yang menyebabkan beberapa sektor industri melakukan  Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap sebagian karyawan sehingga  masyarakat tidak lagi secara optimal mampu untuk memenuhi kebutuhan kesehatan  untuk diri dan keluarganya sehingga mereka rentan terhadap penyakit. Selain itu  meningkatnya kunjungan pasien rawat jalan juga disebabkan seluruh Puskesmas  di  Kota Bandar Lampung sejak awal tahun 2006 sampai dengan sekarang (tahun 2007) memberikan pelayanan gratis.
Berdasarkan uraian maka yang menjadi permasalahan adalah apakah kualitas
layanan yang diberikan puskesmas kepada masyarakat juga meningkat dan sesuai  dengan apa yang menjadi kehendak dari masyarakat.

Teman KoleksiSkripsi.com

Label

Administrasi Administrasi Negara Administrasi Niaga-Bisnis Administrasi Publik Agama Islam Akhwal Syahsiah Akuntansi Akuntansi-Auditing-Pasar Modal-Keuangan Bahasa Arab Bahasa dan Sastra Inggris Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Bimbingan Konseling Bimbingan Penyuluhan Islam Biologi Dakwah Ekonomi Ekonomi Akuntansi Ekonomi Dan Studi pembangunan Ekonomi Manajemen Farmasi Filsafat Fisika Fisipol Free Download Skripsi Hukum Hukum Perdata Hukum Pidana Hukum Tata Negara Ilmu Hukum Ilmu Komputer Ilmu Komunikasi IPS Kebidanan Kedokteran Kedokteran - Ilmu Keperawatan - Farmasi - Kesehatan – Gigi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Keperawatan Keperawatan dan Kesehatan Kesehatan Masyarakat Kimia Komputer Akuntansi Manajemen SDM Matematika MIPA Muamalah Olahraga Pendidikan Agama Isalam (PAI) Pendidikan Bahasa Arab Pendidikan Bahasa Indonesia Pendidikan Bahasa Inggris Pendidikan Biologi Pendidikan Ekonomi Pendidikan Fisika Pendidikan Geografi Pendidikan Kimia Pendidikan Matematika Pendidikan Olah Raga Pengembangan Masyarakat Pengembangan SDM Perbandingan Agama Perbandingan Hukum Perhotelan Perpajakan Perpustakaan Pertambangan Pertanian Peternakan PGMI PGSD PPKn Psikologi PTK PTK - Pendidikan Agama Islam Sastra dan Kebudayaan Sejarah Sejarah Islam Sistem Informasi Skripsi Lainnya Sosiologi Statistika Syari'ah Tafsir Hadist Tarbiyah Tata Boga Tata Busana Teknik Arsitektur Teknik Elektro Teknik Industri Teknik Industri-mesin-elektro-Sipil-Arsitektur Teknik Informatika Teknik Komputer Teknik Lingkungan Teknik Mesin Teknik Sipil Teknologi informasi-ilmu komputer-Sistem Informasi Tesis Farmasi Tesis Kedokteran Tips Skripsi