Isikan Kata Kunci Untuk Memudahkan Pencarian

Memuat...

60. Keanekaragaman Jenis Makrozoobentos di ekosistem Perairan

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Indonesia merupakan negara dengan wilayah perairan yang luas. Salah satunya adalah perairan air tawar. Perairan air tawar digolongkan menjadi air tenang dan mengalir. Perairan yang termasuk ekosistem air tenang salah satu diantaranya adalah rawa.
Rawa memiliki berbagai macam peran dan manfaat. Ditinjau dari aspek ekologi, rawa berperan sebagai sumber cadangan air, menyerap dan menyimpan kelebihan air dari daerah sekitarnya dan akan mengeluarkan cadangan air tersebut pada saat daerah sekitarnya kering, mencegah terjadinya banjir, sumber energi, dan sumber makanan nabati maupun hewani (Eko, 2000).
Kehidupan di air dijumpai tidak hanya pada badan air tetapi juga pada dasar air yang padat. Di dasar air, jumlah kehidupan sangat terbatas, karena ketersediaan nutrien juga terbatas. Oleh karena itu hewan yang hidup di air dalam, hanyalah hewan-hewan yang mampu hidup dengan jumlah dan jenis nutrien juga terbatas, sekaligus bersifat bartoleran (Isnaeni, 2002).
Hewan yang hidup di dasar perairan adalah makrozoobentos. Makrozoobentos merupakan salah satu kelompok terpenting dalam ekosistem perairan sehubungan dengan peranannya sebagai organisme kunci dalam jaring makanan. Selain itu tingkat keanekaragaman yang terdapat di lingkungan perairan dapat digunakan sebagai indikator pencemaran. Dengan adanya kelompok bentos
yang hidup menetap (sesile) dan daya adaptasi bervariasi terhadap kondisi lingkungan, membuat hewan bentos seringkali digunakan sebagai petunjuk bagi penilaian kualitas air. Jika ditemukan limpet air tawar, kijing, kerang, cacing pipih siput memiliki operkulum dan siput tidak beroperkulum yang hidup di perairan tersebut maka dapat digolongkan kedalam perairan yang berkualitas sedang (Pratiwi dkk, 2004).
Makrobentos memiliki peranan ekologis dan struktur spesifik dihubungkan dengan makrofita air yang merupakan materi autochthon. Karakteristik dari masing-masing bagian makrofita akuatik ini bervariasi, sehingga membentuk substratum dinamis yang komplek yang membantu pembentukan interaksi-interaksi makroinvertebrata terhadap kepadatan dan keragamannya sebagai sumber energi rantai makanan pada perairan akuatik. Menurut Welch (1980), kecepatan arus akan mempengaruhi tipe substratum, yang selanjutnya akan berpengaruh terhadap kepadatan dan keanekaragaman makrobentos. Habitat danau yang bercirikan dangkal dan kaya kandungan nutrien mampu mendukung keanekaragaman makrobentos. Keanekaragaman yang tidak beda disebabkan sedimen danau merupakan habitat alami bagi berbagai jenis makrobentos untuk menghabiskan seluruh atau sebagian dari siklus hidupnya di dasar perairan. Fauna bentik ini makan deposit organik dari detritus eceng gondok, bakteri dan jamur yang melekat pada detritus.
Berdasarkan penelitian sebelumnya tentang keragaman makrobentos, ditemukan dalam jumlah banyak dari jenis chironomidae pada akar eceng gondok. Hal ini dikarenakan akar eceng gondok memiliki bentuk morfologi lebat dan tebal. Sehingga dimanfaatkan oleh bentos sebagai tempat hidup atau persinggahannya.
Sebagaimana kehidupan biota lainnya, penyebaran jenis dan populasi komunitas bentos ditentukan oleh sifat fisika, kimia dan biologi perairan. Sifat fisik perairan seperti pasang surut, kedalaman, kecepatan arus, warna, kekeruhan atau kecerahan dan suhu air. Sifat kimia perairan antara lain, kandungan gas terlarut, bahan organik, pH, kandungan hara dan faktor biologi yang berpengaruh adalah komposisi jenis hewan dalam perairan diantaranya adalah produsen yang merupakan sumber makanan bagi hewan bentos dan hewan predator yang akan mempengaruhi kelimpahan bentos (Setyobudiandi, 1997).
Rawapening merupakan salah satu danau alam yang ada di wilayah Kabupaten Semarang dengan luas genangan kurang lebih 2020 ha. Rawapening terletak pada ketinggian kurang lebih 463 meter dpl, dan berada di antara wilayah Kecamatan Banyubiru, Ambarawa, Bawen dan Tuntang. Pemanfaatan Rawapening selain untuk perikanan, juga untuk kegiatan irigasi, wisata dan pembangkit tenaga listrik (PLTA) (Anonim, 2001). Saat ini eceng gondok menutupi areal yang berbatasan dengan 6 desa di kecamatan Banyu Rawapening. Akar permasalahan Rawapening memang sedimentasi, yang dominan dari gulma air. karena itu, masalah sedimentasi ini tidak bisa di atasi kalau hamanya (gulma air) belum diangkat. Pengembangan pariwisata semakin sulit karena terjadi degradasi lingkungan Rawapening. Hal ini juga berpengaruh terhadap kehidupan biota rawa termasuk makrozoobentos yang hidup di Rawapening. Jika masalah sedimentasi tidak segera di atasi bukan tidak mungkin 10 tahun mendatang Rawapening menjadi daratan (Arika, 2005).
Mengingat pentingnya peranan makrozoobentos pada perairan rawa, dan minimnya data atau informasi tentang jenis makrozoobentos terutama diperairan Rawapening Kabupaten Semarang, maka perlu dilakukan penelitian tentang makrozoobentos di Rawapening.

B. Perumusan Masalah
Jenis- jenis makrozoobentos yang ada di ekosistem perairan Rawapening Kabupaten Semarang sampai saat ini belum diketahui secara keseluruhan sehingga tingkat keanekaragaman jenis makrozoobentosnya perlu diamati.
Berdasarkan uraian di atas maka timbul suatu masalah yaitu:
Bagaimanakah keanekaragaman jenis makrozoobentos pada ekosistem perairan Rawapening Kabupaten Semarang?

C. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: untuk mengetahui keanekaragaman jenis makrozoobentos pada ekosistem perairan Rawapening Kabupaten Semarang.

D. Manfaat Penelitian
Dengan penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat antara lain:

1. Memberi informasi tentang keanekaragaman jenis makrozoobentos pada ekosistem perairan Rawapening Kabupaten Semarang.

2. Memberi informasi untuk kepentingan bahan studi makrozoobentos bagi mata kuliah zoologi invertebrata.

E. Penegasan Istilah
Untuk menghindari adanya perbedaan pengertian dalam penelitian ini maka perlu diberikan

penjelasan tentang beberapa istilah. Istilah yang perlu diberikan penjelasan adalah sebagai berikut

1. Keanekaragaman Jenis Makrozoobentos
Menurut Krebs (1985), keanekaragaman jenis yang paling sederhana adalah menghitung jumlah jenis (kekayaan jenis). keanekaragaman jenis adalah gabungan antara jumlah jenis dan jumlah individu masing-masing jenis dalam komunitas (Desmukh, 1992). Sedangkan pengertian lain keanekaragaman jenis adalah sebagai suatu karakteristik tingkatan komunitas berdasarkan organisasi biologisnya ( Soegianto, 1994).
Bentos adalah organisme-organisme yang hidup pada dasar perairan (Ramli, 1989). Menurut Odum (1993) bentos adalah organisme yang melekat atau beristirahat pada dasar atau hidup di dasar endapan. Berdasarkan ukurannya, hewan bentos yang tersaring dengan saringan bentos berukuran 0,5 mm disebut makrobentos (Setyobudiandi, 1997).
Jadi yang dimaksud keanekaragaman jenis makrozoobentos dalam penelitian ini adalah keanekaragaman jenis makrozoobentos yang ada di sekitar ekosistem perairan Rawapening Kabupaten Semarang.

2. Ekosistem Perairan
Ekosistem merupakan tingkat organisasi yang lebih tinggi dari komunitas atau merupakan kesatuan dari suatu komunitas dengan lingkungannya dimana

terjadi antar hubungan. Menurut Undang-undang Lingkungan Hidup (UULH, No 23 Tahun 1997) ekosistem adalah tatanan unsur lingkungan hidup yang merupakan kesatuan utuh menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas, dan produktivitas lingkungan hidup. Menurut Susanto, (2000) ekosistem adalah suatu unit lingkungan hidup yang didalamnya terdapat hubungan fungsional yang sistematik antara sesama makhluk hidup dan antara makhluk hidup dengan komponen lingkungan abiotik.
Ekosistem air tawar merupakan ekosistem dengan habitatnya yang sering digenangi air tawar yang kaya akan mineral dengan pH sekitar 6, kondisi permukaan air tidak selalu tetap, ada kalanya naik turun, bahkan suatu ketika dapat pula mengering (Irwan, 1997).

File Selengkapnya.....

Teman KoleksiSkripsi.com

Label

Administrasi Administrasi Negara Administrasi Niaga-Bisnis Administrasi Publik Agama Islam Akhwal Syahsiah Akuntansi Akuntansi-Auditing-Pasar Modal-Keuangan Bahasa Arab Bahasa dan Sastra Inggris Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Bimbingan Konseling Bimbingan Penyuluhan Islam Biologi Dakwah Ekonomi Ekonomi Akuntansi Ekonomi Dan Studi pembangunan Ekonomi Manajemen Farmasi Filsafat Fisika Fisipol Free Download Skripsi Hukum Hukum Perdata Hukum Pidana Hukum Tata Negara Ilmu Hukum Ilmu Komputer Ilmu Komunikasi IPS Kebidanan Kedokteran Kedokteran - Ilmu Keperawatan - Farmasi - Kesehatan – Gigi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Keperawatan Keperawatan dan Kesehatan Kesehatan Masyarakat Kimia Komputer Akuntansi Manajemen SDM Matematika MIPA Muamalah Olahraga Pendidikan Agama Isalam (PAI) Pendidikan Bahasa Arab Pendidikan Bahasa Indonesia Pendidikan Bahasa Inggris Pendidikan Biologi Pendidikan Ekonomi Pendidikan Fisika Pendidikan Geografi Pendidikan Kimia Pendidikan Matematika Pendidikan Olah Raga Pengembangan Masyarakat Pengembangan SDM Perbandingan Agama Perbandingan Hukum Perhotelan Perpajakan Perpustakaan Pertambangan Pertanian Peternakan PGMI PGSD PPKn Psikologi PTK PTK - Pendidikan Agama Islam Sastra dan Kebudayaan Sejarah Sejarah Islam Sistem Informasi Skripsi Lainnya Sosiologi Statistika Syari'ah Tafsir Hadist Tarbiyah Tata Boga Tata Busana Teknik Arsitektur Teknik Elektro Teknik Industri Teknik Industri-mesin-elektro-Sipil-Arsitektur Teknik Informatika Teknik Komputer Teknik Lingkungan Teknik Mesin Teknik Sipil Teknologi informasi-ilmu komputer-Sistem Informasi Tesis Farmasi Tesis Kedokteran Tips Skripsi