Isikan Kata Kunci Untuk Memudahkan Pencarian

12. Persepsi Perempuan Minang Pariaman Tentang Tradisi Uang Jemputan Dalam Adat Perkawinan

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah: (1). mengetahui cara pandang perempuan Minang Pariaman tentang tradisi uang jemputan; dan (2). mengetahui perubahan sikapnya setelah  mempersepsikan tradisi  tersebut.  Teori  yang  menjadi  pedoman  adalah teori persepsi budaya oleh Samovar dan Porter. Metode penelitian yang digunakan adalah  metode  kualitatif  dengan  studi  kasus.  Subjek penelitian  terdiri  dari 8   (delapan)   orang   informan   yang   diperoleh   dengan   menggunakan teknik purposive, dengan kriteria: lahir dan besar di Kota Medan; telah menikah; dan mengalami perjodohan dengan tradisi uang jemputan. Analisis data menggunakan metode analisis kualitatif oleh Miles dan Huberman. 
Metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum menikah, persepsi informan dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu (1). Faktor dari dalam diri (world view, pesan verbal/non verbal), di mana tradisi uang jemputan dianggap memberatkan pihak keluarga perempuan dan   bertentangan   dengan aturan   pernikahan dalam   agama   Islam,   karena seharusnya perempuanlah yang dilamar  dan diberi uang lamaran (Dian,  Leni, Netty, Ita, Dedek dan Shanti). Berbeda dengan Rina dan Nur yang beranggapan bahwa tradisi uang jemputan hanya merupakan kebiasaan masyarakat Pariaman saja, dan (2). Faktor dari luar diri, yaitu tidak adanya peranan keluarga dalam proses enkulturasi budaya, sehingga persepsi lebih dipengaruhi oleh lingkungan yang melahirkan stereotip negatif tentang perempuan Minang “membeli” laki-laki untuk menikah (Dian, Leni, Netty, Ita, Dedek dan Shanti). Namun stereotip tersebut tidak mempengaruhi Rina dan Nur, karena memiliki sumber referensi yang kompeten tentang makna  tradisi  uang  jemputan,  yaitu  keluarga  dan organisasi kesukuan. Setelah menikah, perubahan sikap terjadi pada Leni, Rina, Ita, Dedek dan Shanti yang mempersepsikan bahwa tradisi uang jemputan sudah tidak lagi sesuai diterapkan pada perjodohan generasi muda Minang. Sedangkan Dian, Netty dan Nur beranggapan bahwa tradisi ini masih mungkin dilestarikan pada perjodohan anak-anak mereka kelak.

Kata  Kunci:  Persepsi  Budaya,  Komunikasi  Keluarga,  Perempuan  dan  Tradisi Uang Jemputan.
File Selengkapnya.....

Teman KoleksiSkripsi.com

Label

Administrasi Administrasi Negara Administrasi Niaga-Bisnis Administrasi Publik Agama Islam Akhwal Syahsiah Akuntansi Akuntansi-Auditing-Pasar Modal-Keuangan Bahasa Arab Bahasa dan Sastra Inggris Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Bimbingan Konseling Bimbingan Penyuluhan Islam Biologi Dakwah Ekonomi Ekonomi Akuntansi Ekonomi Dan Studi pembangunan Ekonomi Manajemen Farmasi Filsafat Fisika Fisipol Free Download Skripsi Hukum Hukum Perdata Hukum Pidana Hukum Tata Negara Ilmu Hukum Ilmu Komputer Ilmu Komunikasi IPS Kebidanan Kedokteran Kedokteran - Ilmu Keperawatan - Farmasi - Kesehatan – Gigi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Keperawatan Keperawatan dan Kesehatan Kesehatan Masyarakat Kimia Komputer Akuntansi Manajemen SDM Matematika MIPA Muamalah Olahraga Pendidikan Agama Isalam (PAI) Pendidikan Bahasa Arab Pendidikan Bahasa Indonesia Pendidikan Bahasa Inggris Pendidikan Biologi Pendidikan Ekonomi Pendidikan Fisika Pendidikan Geografi Pendidikan Kimia Pendidikan Matematika Pendidikan Olah Raga Pengembangan Masyarakat Pengembangan SDM Perbandingan Agama Perbandingan Hukum Perhotelan Perpajakan Perpustakaan Pertambangan Pertanian Peternakan PGMI PGSD PPKn Psikologi PTK PTK - Pendidikan Agama Islam Sastra dan Kebudayaan Sejarah Sejarah Islam Sistem Informasi Skripsi Lainnya Sosiologi Statistika Syari'ah Tafsir Hadist Tarbiyah Tata Boga Tata Busana Teknik Arsitektur Teknik Elektro Teknik Industri Teknik Industri-mesin-elektro-Sipil-Arsitektur Teknik Informatika Teknik Komputer Teknik Lingkungan Teknik Mesin Teknik Sipil Teknologi informasi-ilmu komputer-Sistem Informasi Tesis Farmasi Tesis Kedokteran Tips Skripsi