Isikan Kata Kunci Untuk Memudahkan Pencarian

Memuat...

281.Hubungan Kadar Troponin-T Dengan Gambaran

BAB I
PENDAHULUAN

Pertanda biokimia dewasa ini dan di masa yang akan datang aka terus
mempunyai peran penting pada diagnostik, stratifikasi maupun pengobatan
penderita dengan sindroma koroner akut. Penatalaksanaan dengan metode
intervensi yang agresif namun rasional diperlukan untuk mengurangi angka
kesakitan dan kematian pada sindroma koroner akut. Masalahnya adalah belum
sempurnanya petanda yang dapat dipakai dengan mudah namun dapat sepenuhnya
dipercaya untuk deteksi dini terjadinya perburukan kejadian koroner pada sindroma
koroner akut . Pemeriksaan histopatologis ternyata membuktikan adanya kerusakan
minimal pada sel miokard atau mikro infark pada seluruh permukaan miokardium
penderita sindroma koroner akut yang mengalami perburukan serangan koroner atau
kematian. Kerusakan sel tersebut tidak dapat terlihat sebagai perubahan
elektrokardiogram (EKG) ataupun dalam pemeriksaan laboratorium enzim-enzim
jantung yang selama ini rutin dikerjakan untuk diagnostik kerusakan miokard suatu
sindroma iskemik akut .
Akhir-akhir ini telah dikembangkan suatu pertanda biokimiawi yang baru
dalam pemeriksaan kerusakan sel miosit otot jantung dengan memantau
penglepasan suatu protein kontraktil sel miokard yaitu troponin T akibat disintegrasi
sel pada iskemi berat. Penelitian diluar negri menunjukan bahwa troponin T ini
mempunyai sensitifitas 97% dan spesifitas 99% dalam deteksi kerusakan sel
miokard. Bahkan disebutkan penanda ini dapat mendeteksi kerusakan sel miosit
jantung yang sangan minimal (mikro infark), yang mana oleh penanda jantung yang
lain, hal ini tidak ditemukan .
Sehingga pada keadaan ini dikatakan sensitifitas dan spesitifitas troponin T
lebih superior dibandingkan pemeriksaan enzim-enzim jantung lainnya. Penelitian
petanda biokimia ini banyak yang berfokus padda diagnosa dini dan juga untuk
menilai prognostik, karena jika ditemukan dalam plasma, penanda ini dapat
mengenali kelompok pasien yang mempunyai resiko tinggi untuk terjadinya
serangan jantung baik saat dirawat di rumah sakit (fase akut) maupun sesudah
keluar dari rumah sakit . Beberapa penelitian melaporkan dengan pengukuran
troponin T, suatu protein yang dilepas dari kerusakan otot jantung, merupaka
indikator terbaik yang dapat digunakan untuk menilai penderita yang mempunyai
resiko kematian dari serangan jantung (7-11). Penelitian pada pusat kedokteran
universitas Duke di Amerika Serikat menyimpulkan pemeriksaan troponin T adalah
indikator yang baik dari kerusakan otot jantung, terutama jika dipakai pada
penderita yang dengan pemeriksaan CK-MB dan EKG tidak menunjukan suatu
kerusakan otot jantung yang nyata.
Dari laporan pertama Hamm dkk (1992) tentang penelitian troponin T yang
meninggi pada populasi kecil dengan pasien angina pektoris tak stabil, disebutkan
bahwa resiko kematian dan infark miokard selama dirawat di rumah sakit sangat
meningkat, meskipun diberikan pengobatan yang adekuat .
Hal yang sama pada studi FRISC, menyatakan nilai prognostik penderita
sindroma koroner akut berhubungan erat dengan kadar absolut troponin T saat
©2003 Digitized by USU digital library 2
dirawat. Nilai troponin T yang tinggi dalam 24 jam pertama saat dirawat, merupakan
petunjuk Yang baik sebagai nilai prognostik bebas (independent).
Penelitian substudi Global Use of Stategies to Open Occluded Arteies (GUSTO)
IIA pada 801 penderita iskemik miokard akut, membandingkan pemeriksaan
troponin T, CK-MB dan EKG yang diperiksa dalam 12 -24 jam saat dirawat. Nila nilai
troponin T > 0,1 ng/ml, mempunyai korelasi positif dengan kematian dalam 30 hari
(11,8% vs 3,9 %, p<0 ck-mb="" dan="" dengan="" dibanding="" ekg.="" ini="" p="" studi="">menyimpulkan troponin T adalah penanda prognost ik yang baik dibandingkan CK-MB
dan EKG.
Schuchert A dkk meneliti pada 158 penderita angina pektoris tak stabil,
dimana pada 11 penderita hasil toponin T meningkat ( >0,1 ng/ml), 5 dari 11
penderita tersebut meninggal selama perawatandi rumah sakit, sedangkan 6
penderita yang lain meninggal sesudah keluar dari rumah sakit salam 30 hari.
Ravkilde dkk meneliti dari 127 pasien sindroma koroner akut, didapati
sebanyak 35% kadar troponin T meninggi ( >0,1 ng/ml), dalam 6 bulan kemudian
terdapat 22 % penderita yang troponin T meninggi meninggal. Demikian juga oleh
Wu dkk dari 131 penderita sindroma koroner akut yang diteliti, 21% troponin T
meninggi dalam 1 bulan didapatkan 30% dari troponin T meninggi meninggal.
Lindahl dkk dari 976 penderita sindroma koroner akut, 51% nilai troponin T
meninggi, dalam 1 bulan kemudian didapatkan 13% dari troponin T meninggi
meninggal .
Dengan banyaknya penelitian yang telah mempublikasikan tentang
penggunaan klinik pemeriksaan troponin – T serum dalam mendeteksi kerusakan
miokard, baik pada infark miokard akut, angina pektoris tak stabil maupun menilai
secara dini keberhasilan reperfusi terapi trombolitik, strarifikasi resiko dan
meramalkan serangan jantung serta prediktor prognastik, sehingga pemeriksaan
kwalitatif troponin T ini telah disetujui oleh Food and Drug Administration di Amerika
untuk digunakan di klinik, dan saat ini telah dikembangkan alat generasi ke II
(Troponin-T ELISA) dari alat ini yang dapat memeriksa troponin T secara kwantitaif
yang lebih sensitif dari Boehringer Mannheim.
Penelitian tentang nilai troponin T dan hubungannya dengan perjalanan klinis
penderita sindroma koroner akut belum pernah dilakukan di Indonesia. Oleh karena
itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tersebut di Medan, sehingga para
klinisi dapat lebih waspada dan hati-hati pada penatalaksanaan penderita sindroma
koroner akut dengan peningkatan nilai troponin T.

File Selengkapnya.....

Teman KoleksiSkripsi.com

Label

Administrasi Administrasi Negara Administrasi Niaga-Bisnis Administrasi Publik Agama Islam Akhwal Syahsiah Akuntansi Akuntansi-Auditing-Pasar Modal-Keuangan Bahasa Arab Bahasa dan Sastra Inggris Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Bimbingan Konseling Bimbingan Penyuluhan Islam Biologi Dakwah Ekonomi Ekonomi Akuntansi Ekonomi Dan Studi pembangunan Ekonomi Manajemen Farmasi Filsafat Fisika Fisipol Free Download Skripsi Hukum Hukum Perdata Hukum Pidana Hukum Tata Negara Ilmu Hukum Ilmu Komputer Ilmu Komunikasi IPS Kebidanan Kedokteran Kedokteran - Ilmu Keperawatan - Farmasi - Kesehatan – Gigi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Keperawatan Keperawatan dan Kesehatan Kesehatan Masyarakat Kimia Komputer Akuntansi Manajemen SDM Matematika MIPA Muamalah Olahraga Pendidikan Agama Isalam (PAI) Pendidikan Bahasa Arab Pendidikan Bahasa Indonesia Pendidikan Bahasa Inggris Pendidikan Biologi Pendidikan Ekonomi Pendidikan Fisika Pendidikan Geografi Pendidikan Kimia Pendidikan Matematika Pendidikan Olah Raga Pengembangan Masyarakat Pengembangan SDM Perbandingan Agama Perbandingan Hukum Perhotelan Perpajakan Perpustakaan Pertambangan Pertanian Peternakan PGMI PGSD PPKn Psikologi PTK PTK - Pendidikan Agama Islam Sastra dan Kebudayaan Sejarah Sejarah Islam Sistem Informasi Skripsi Lainnya Sosiologi Statistika Syari'ah Tafsir Hadist Tarbiyah Tata Boga Tata Busana Teknik Arsitektur Teknik Elektro Teknik Industri Teknik Industri-mesin-elektro-Sipil-Arsitektur Teknik Informatika Teknik Komputer Teknik Lingkungan Teknik Mesin Teknik Sipil Teknologi informasi-ilmu komputer-Sistem Informasi Tesis Farmasi Tesis Kedokteran Tips Skripsi