Isikan Kata Kunci Untuk Memudahkan Pencarian

Memuat...

30. Model Sistem Penjadwalan Dependency Pada Basis Data Deduktif Studi Kasus Sistem Penjadwalan Mata#

BAB I  
PENDAHULUAN  

I.1 Latar Belakang

Suatu pekerjaan yang tidak dijadwalkan dengan baik akan memberikan hasil yang  mungkin tidak seoptimal pekerjaan yang dijadwalkan dengan baik. Sebagai contoh adalah  penjadwalan mata kuliah-mata kuliah pada suatu universitas, penjadwalan pengiriman barang-barang ke berbagai daerah, penjadwalan kegiatan-kegiatan seorang pengambil keputusan di  suatu perusahaan, dan sebagainya.   Pada umumnya, sistem penjadwalan selalu berkaitan dengan waktu, resource, dan  batasan. Sebuah sistem penjadwalan menghasilkan sebuah jadwal yang akan digunakan dalam  kurun waktu tertentu. Faktor waktu perlu diperhatikan karena dua kurun waktu yang berbeda  akan menghasilkan dua buah jadwal yang mungkin berbeda. Resource adalah suatu nilai potensi yang dimiliki oleh suatu materi atau unsur tertentu dalam kehidupan [WEB03] / segala sesuatu yang tersedia yang dapat digunakan untuk  kepentingan tertentu [WEB04]. Batasan adalah sejumlah keadaan yang harus dipenuhi terkait  dengan resource yang tersedia. Penjadwalan adalah suatu kegiatan mengalokasikan sejumlah  aktivitas terkait resource dalam slot waktu tertentu dengan memperhatikan prioritas, durasi,  kapasitas, dan batasan-batasan yang ada [BAR99]. Batasan-batasan penjadwalan dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis dan sebuah jenis tertentu dapat dimodelkan dalam beberapa model. Salah satu bentuk klasifikasinya yaitu  batasan resource, batasan transition, dan batasan dependency [BAR99]. Dalam sebuah sistem  penjadwalan besar kemungkinannya terdapat lebih dari satu kelompok batasan. Kedua  batasan yang pertama (batasan resource dan batasan transition) menunjukkan keterbatasan  pada sebuah resource saja, sedangkan batasan dependency menunjukkan hubungan antara dua  atau lebih resource yang berbeda dalam time point yang mungkin berbeda. Sebuah sistem  penjadwalan yang batasan-batasannya secara umum bertipe batasan dependency disebut  sebagai sistem penjadwalan dependency. Salah satu contoh dari sistem penjadwalan ini adalah  sistem penjadwalan mata kuliah. Penjadwalan mata kuliah didefinisikan sebagai penjadwalan  sejumlah aktivitas perkuliahan yang terdapat dalam satu semester di mana aktivitas  perkuliahan tersebut terkait dengan ruangan kelas dan waktu pelaksanaan kuliah. Penjadwalan  mata kuliah termasuk ke dalam kategori sistem penjadwalan dependency karena secara umum  batasan-batasan yang terdapat di dalamnya termasuk ke dalam kategori batasan dependency. Salah satu contohnya yaitu sebuah ruangan kelas tidak dapat digunakan oleh dua kelas mata  kuliah yang berbeda dalam satu slot waktu. Selanjutnya, batasan yang didefinisikan oleh manusia harus diterjemahkan ke dalam suatu bahasa yang dimengerti oleh pemroses, dalam hal ini komputer. Salah satu jenis bahasa  yang mudah dimengerti oleh manusia dan juga dimengerti oleh komputer adalah bahasa  deklaratif. Adapun penggunaan bahasa deklaratif ini memiliki tujuan untuk memudahkan  sistem penjadwalan dalam mendefinisikan batasan yang berubah-ubah. Selain itu, kelebihan  lainnya dari penggunaan bahasa deklaratif dalam sistem penjadwalan adalah sebuah aplikasi  sistem penjadwalan dapat digunakan pada sistem penjadwalan sejenis yang memiliki batasan-batasan yang berbeda. Sistem penjadwalan sejenis yang dimaksudkan di sini adalah  penjadwalan berupa timetabling. Resource dan batasan yang telah dijelaskan sebelumnya adalah sekumpulan data yang berukuran besar dan bersifat dinamis (dapat berkurang dan bertambah). Oleh karena itu,  dalam menangani data yang besar dan dinamis seperti ini diperlukan suatu basis data. Selain  itu, basis data yang dipilih juga harus dapat mendefinisikan batasan dalam bahasa deklaratif.  Basis data yang memiliki kemampuan seperti ini adalah basis data deduktif. Selain  menyimpan fakta berupa data seperti pada basis data konvensional, basis data deduktif juga  menyimpan aturan-aturan yang dapat digunakan untuk menurunkan fakta-fakta baru  berdasarkan fakta-fakta yang ada. Fakta pada basis data deduktif merepresentasikan  kumpulan data yang terdapat pada sistem penjadwalan, dan aturan merepresentasikan batasan.  Perubahan batasan dapat diartikan sebagai perubahan terhadap aturan. Perubahan ini  mencakup perubahan definisi, pengurangan dan penambahan batasan.  

I.2 Rumusan Masalah
Sebuah sistem penjadwalan umumnya memiliki resource  yang banyak. Selain itu,  keterbatasan dari setiap resource yang juga banyak dan saling terkait dengan resource lainnya  menyebabkan sulitnya untuk menemukan solusi jadwal yang memenuhi semua keterbatasan  yang ada. Dengan data (resource dan batasan) yang banyak dan batasan yang deklaratif,  proses komputasi dengan menggunakan basis data deduktif akan sangat membantu manusia  dalam menjadwalkan resource-resource. Oleh karena itu, batasan yang didefinisikan oleh  manusia harus dikonversi menjadi aturan-aturan yang dapat dimengerti oleh basis data  deduktif. Selanjutnya definisi mengenai fakta dan batasan ini digunakan pada aplikasi sistem  penjadwalan untuk melakukan pencarian solusi dengan bantuan basis data deduktif. Pada  tugas akhir ini dibangun model sistem penjadwalan mata kuliah yang termasuk ke dalam  kategori sistem penjadwalan dependency. Setelah itu, seberapa generik model sistem penjadwalan mata kuliah yang dibangun dilihat dari seberapa jauh model ini dapat digunakan  untuk sistem penjadwalan lainnya yang sejenis, yaitu penjadwalan berupa timetabling. Dari paparan permasalahan yang ada pada paragraf sebelumnya, berikut adalah permasalahan-permasalahan utama yang akan dijawab pada tugas akhir ini:

1.  Mendefinisikan fakta dan batasan dalam sistem penjadwalan.

2.  Membuat tahapan-tahapan untuk melakukan konversi batasan menjadi aturan dalam  basis data deduktif.

3.  Mendefinisikan proses penggunaan fakta dan batasan oleh aplikasi untuk menemukan  solusi jadwal dengan bantuan basis data deduktif.  

4.  Menggunakan definisi fakta dan batasan serta proses yang dibangun untuk  mendefinisikan model sistem penjadwalan mata kuliah.  

5.  Melihat sejauh mana model sistem penjadwalan mata kuliah dapat digunakan untuk

sistem penjadwalan dependency lainnya.

I.3 Tujuan
Tujuan utama tugas akhir ini adalah membangun model sistem penjadwalan dependency  menggunakan basis data deduktif dengan sistem penjadwalan mata kuliah sebagai studi kasus.  Agar aplikasi sistem penjadwalan dapat digunakan untuk sistem penjadwalan lainnya yang  sejenis, maka perlu dibangun sebuah model sistem penjadwalan yang umum. Model ini  mencakup dua hal, yaitu model data dan model proses. Model data mencakup pendefinisian  fakta dan batasan, sedangkan model proses mencakup bagaimana fakta dan batasan digunakan  dalam proses pencarian dan pembentukan solusi jadwal. Model data ditangani pada level  basis data (basis data deduktif) dan model proses ditangani baik pada level aplikasi maupun  level basis data.  

Tujuan rinci yang ingin dicapai dalam pelaksanaan tugas akhir ini adalah sebagai berikut:

1. Melakukan studi mengenai bentuk-bentuk sistem penjadwalan secara umum.

2. Melakukan studi mengenai fakta dan batasan pada sistem penjadwalan.

3. Melakukan studi mengenai transformasi batasan menjadi aturan dalam basis data  deduktif.

4. Melakukan studi mengenai bagaimana pemrosesan fakta dan batasan selanjutnya oleh  aplikasi dan basis data deduktif hingga akhirnya dihasilkan solusi jadwal.

5. Melakukan studi mengenai fakta dan batasan pada sistem penjadwalan mata kuliah.

6. Melakukan pemodelan data dan proses untuk sistem penjadwalan mata kuliah.

7. Melakukan studi mengenai sejauh mana model sistem penjadwalan mata kuliah dapat

digunakan untuk sistem penjadwalan dependency lainnya.

I.4  Batasan Masalah  
Batasan-batasan yang didefinisikan dalam pelaksanaan tugas akhir ini adalah:

1. Mesin inferensi yang digunakan adalah mesin inferensi yang sudah ada.  

2. Pre-processing data perlu dilakukan untuk data yang memiliki pendefinisian yang  berbeda.

3. Sistem penjadwalan dalam studi kasus berjenis timetabling. Oleh karena itu, istilah

sistem penjadwalan sejenis dalam tugas akhir ini adalah berupa timetabling.  

I.5 Metodologi
Sistem penjadwalan yang sejenis dapat memiliki sebuah model penjadwalan yang sama  dengan fakta dan batasan yang berbeda. Dengan cara seperti ini, model sistem penjadwalan  dependency  dapat dibentuk dengan menggunakan model dari salah satu contoh sistem  penjadwalan dependency. Kemudian, dari model contoh ini dilihat seberapa jauh model yang  dibangun dapat digunakan untuk sistem penjadwalan dependency lainnya. Pada tugas akhir ini,  sistem penjadwalan mata kuliah digunakan sebagai studi kasus atau model contoh untuk  sistem penjadwalan dependency. Untuk dapat membangun model sistem penjadwalan  dependency, maka dalam penyusunan tugas akhir ini digunakan metodologi sebagai berikut:

1. Eksplorasi dan Studi Literatur

Tahap ini dilakukan dengan cara mempelajari literatur-literatur baik yang berupa  buku (textbook), jurnal dan artikel ilmiah, maupun website yang berhubungan dengan  sistem penjadwalan, basis data deduktif, transformasi batasan-batasan menjadi aturan-aturan, dan algoritma-algoritma pencarian solusi penjadwalan yang telah ada.

2. Analisis Studi Kasus: Sistem Penjadwalan Mata Kuliah

Pada tahap ini dilakukan analisis terkait sistem penjadwalan mata kuliah, seperti hal-hal apa saja yang merupakan fakta dan hal-hal apa saja yang merupakan batasan  dalam sistem penjadwalan mata kuliah.

3. Analisis Model Studi Kasus: Sistem Penjadwalan Mata Kuliah

Pada tahap ini dilakukan analisis mengenai langkah-langkah yang digunakan untuk  mendapatkan model sistem penjadwalan mata kuliah, termasuk di dalamnya yaitu:

a.  Bagaimana pendefinisian fakta dan batasan.

b.  Bagaimana batasan dikonversi menjadi aturan-aturan dalam basis data

deduktif.
c.  Bagaimana fakta dan batasan yang telah didefinisikan digunakan oleh

aplikasi dengan bantuan basis data deduktif untuk menemukan solusi jadwal.  

4. Pemodelan Studi Kasus: Sistem Penjadwalan Mata Kuliah  Pada tahap ini, model studi kasus sistem penjadwalan mata kuliah dibangun dengan  menggunakan hasil analisis pada tahap sebelumnya.  

5. Implementasi dan Pengujian Sistem Penjadwalan Mata Kuliah  Implementasi dan pengujian akan dilakukan berdasarkan hasil pemodelan pada tahap  sebelumnya. Model untuk studi kasus yang telah dibangun diimplementasikan dan  diuji pada level basis data deduktif dan aplikasi.  

6. Analisis Hasil dan Penarikan Kesimpulan

Pada tahap analisis hasil dilakukan analisis terhadap sistem penjadwalan dependency  secara umum terkait definisi resource dan batasan sistem penjadwalan dependency.  Tahap ini dilakukan untuk menentukan kebenaran dari model yang dibangun dan  jadwal yang dihasilkan. Jika hasilnya tidak tepat, maka dilakukan perbaikan.  Selanjutnya ditarik kesimpulan terhadap penggunaan model untuk sistem  penjadwalan dependency.

I.6 Sistematika Pembahasan
BAB I berisi latar belakang pengerjaan tugas akhir, rumusan masalah, tujuan, batasan  masalah, metodologi pelaksanaan, dan sistematika pembahasan buku laporan tugas akhir.

BAB II berisi teori pendukung pelaksanaan tugas akhir yaitu teori sistem penjadwalan,data deduktif, dan algoritma greedy.

BAB III berisi analisis perancangan aturan sistem penjadwalan mencakup analisis sistem  penjadwalan, analisis penyelesaian masalah sistem penjadwalan, dan analisis mengenai  transformasi batasan menjadi aturan-aturan dalam basis data deduktif. Analisis sistem  penjadwalan meliputi pendefinisian fakta, batasan, dan prioritas resource. Analisis  penyelesaian masalah sistem penjadwalan mencakup solusi sistem penjadwalan, analisis  independensi data, algoritma pencarian solusi, dan analisis perubahan terhadap fakta dan  batasan.

BAB IV berisi analisis pembangunan perangkat lunak mencakup deskripsi umum,  spesifikasi kebutuhan, model use case, model interaksi dengan diagram sequence, diagram  kelas, dan rancangan antarmuka perangkat lunak.  

BAB V berisi implementasi dan pengujian perangkat lunak. Implementasi perangkat  lunak mencakup batasan yang terdapat pada perangkat lunak, lingkungan implementasi,  implementasi modul, dan implementasi penggunaan batasan. Sedangkan pada subbab  pengujian perangkat lunak berisi tujuan pengujian, lingkungan pengujian, data pengujian yang  digunakan, skenario pengujian, dan evaluasi hasil pengujian.

BAB VI berisi kesimpulan dari pengerjaan tugas akhir dan saran untuk pengembangan  lebih lanjut.
File Selengkapnya.....

Teman KoleksiSkripsi.com

Label

Administrasi Administrasi Negara Administrasi Niaga-Bisnis Administrasi Publik Agama Islam Akhwal Syahsiah Akuntansi Akuntansi-Auditing-Pasar Modal-Keuangan Bahasa Arab Bahasa dan Sastra Inggris Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Bimbingan Konseling Bimbingan Penyuluhan Islam Biologi Dakwah Ekonomi Ekonomi Akuntansi Ekonomi Dan Studi pembangunan Ekonomi Manajemen Farmasi Filsafat Fisika Fisipol Free Download Skripsi Hukum Hukum Perdata Hukum Pidana Hukum Tata Negara Ilmu Hukum Ilmu Komputer Ilmu Komunikasi IPS Kebidanan Kedokteran Kedokteran - Ilmu Keperawatan - Farmasi - Kesehatan – Gigi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Keperawatan Keperawatan dan Kesehatan Kesehatan Masyarakat Kimia Komputer Akuntansi Manajemen SDM Matematika MIPA Muamalah Olahraga Pendidikan Agama Isalam (PAI) Pendidikan Bahasa Arab Pendidikan Bahasa Indonesia Pendidikan Bahasa Inggris Pendidikan Biologi Pendidikan Ekonomi Pendidikan Fisika Pendidikan Geografi Pendidikan Kimia Pendidikan Matematika Pendidikan Olah Raga Pengembangan Masyarakat Pengembangan SDM Perbandingan Agama Perbandingan Hukum Perhotelan Perpajakan Perpustakaan Pertambangan Pertanian Peternakan PGMI PGSD PPKn Psikologi PTK PTK - Pendidikan Agama Islam Sastra dan Kebudayaan Sejarah Sejarah Islam Sistem Informasi Skripsi Lainnya Sosiologi Statistika Syari'ah Tafsir Hadist Tarbiyah Tata Boga Tata Busana Teknik Arsitektur Teknik Elektro Teknik Industri Teknik Industri-mesin-elektro-Sipil-Arsitektur Teknik Informatika Teknik Komputer Teknik Lingkungan Teknik Mesin Teknik Sipil Teknologi informasi-ilmu komputer-Sistem Informasi Tesis Farmasi Tesis Kedokteran Tips Skripsi