Isikan Kata Kunci Untuk Memudahkan Pencarian

Memuat...

58. Hubungan Antara Otitis Media Supuratif Kronis Dengan Terjadinya Vertigo di RSUD

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Otitis Media Supuratif Kronis (OMSK) adalah radang kronis mukosa telinga tengah
dengan perforasi membran timpani dan riwayat keluar sekret dari telinga tengah lebih dari 2
bulan baik terus menerus maupun hilang timbul, sifat sekretnya mungkin serous, mukus atau
mukopurulen (Soepardi, 2001). Pada orang awam, penyakit ini lebih dikenal dengan istilah
congekan. Secara umum, prevalensi OMSK di Indonesia adalah 3,8% dan pasien OMSK
merupakan 25% dari pasien-pasien yang berobat di Poliklinik THT rumah sakit di Indonesia
(Aboet, 2007). Jumlah penderita ini kecil kemungkinan untuk berkurang bahkan mungkin
bertambah setiap tahunnya mengingat kondisi ekonomi yang masih buruk serta kesadaran
masyarakat akan kesehatan yang masih rendah. Akibatnya, banyak penderita yang tidak
tuntas dalam menjalani pengobatan bahkan ada yang menganggap bahwa penyakit ini dapat
sembuh dengan sendirinya.
Tidak sedikit penderita yang baru memeriksakan diri ke dokter setelah timbul
komplikasi dari OMSK. Komplikasi pada OMSK sering diakibatkan oleh suatu proses
penyebaran infeksi. Lima faktor yang dapat mempengaruhi penyebaran infeksi dari otitis
media yaitu tipe dan virulensi dari organisme penyebab, terapi antimikroba, resistensi host,
barrier anatomis, dan keberadaan fokus drainase (Stierman, 1998). Salah satu gejala dari
komplikasi intratemporal otitis media yang dapat membawa pasien untuk memeriksakan diri
ke dokter yaitu vertigo. Vertigo bukanlah suatu penyakit, melainkan gejala dari penyakit
penyebabnya. Vertigo ialah ilusi bergerak, penderita merasakan atau melihat lingkungannya
bergerak, padahal lingkungannya diam, atau penderita merasakan dirinya bergerak, padahal
tidak (Lumbantobing, 2007). Vertigo diakibatkan oleh terganggunya sistem vestibular yang
terbagi menjadi vertigo perifer (akibat gangguan pada end organ) dan vertigo sentral (akibat
gangguan pada saraf vestibular atau hubungan sentral menuju batang otak atau cerebellum)
(Wipold II dan Turski, 2009).
Vertigo dapat terjadi pada otitis media supuratif kronis yang telah mengakibatkan
komplikasi berupa labirintitis (Stierman, 1998). Manifestasi ini dapat timbul pada otitis
media supuratif kronis dengan atau tanpa kolesteatoma. Kolesteatoma dapat mengakibatkan
erosi dari canalis semicircularis (Bruce, 2008). Canalis semicircularis berperan dalam
mengatur dan menjaga keseimbangan sehingga gangguan pada saluran ini dapat
mengakibatkan gangguan keseimbangan.
Kelainan pada labirin perlu mendapat perhatian penting mengingat adanya hair cell
di dalam labirin yang berperan sebagai reseptor vestibuler. Reseptor vestibuler berperan
sangat besar dibanding reseptor visus dan reseptor propioseptik dalam mempertahankan
keseimbangan yaitu lebih dari 55% (Joesoef, 2006). Dominansi reseptor vestibular ini
mengingatkan akan pentingnya menjaga labirin yang terletak di telinga dalam agar tidak
terjadi kelainan yang dapat disebabkan oleh OMSK. Oleh karena itu, seberapa besar
hubungan otitis media supuratif kronis dengan vertigo periferal ini penting untuk diketahui
agar terapi dini dan pencegahan terhadap timbulnya komplikasi dapat segera diterapkan.
Berdasarkan uraian di atas, penulis akan melakukan penelitian untuk mengetahui
hubungan otitis media supuratif kronis dengan terjadinya vertigo di RSUD Dr.Moewardi
Surakarta.

B. Perumusan Masalah
Apakah ada hubungan antara otitis media supuratif kronis dengan terjadinya vertigo
di RSUD Dr.Moewardi Surakarta?

C. Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara otitis media supuratif kronis
dengan terjadinya vertigo di RSUD Dr.Moewardi Surakarta.

D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
Meninjau lebih jauh dan memberi bukti-bukti tentang hubungan antara otitis
media supuratif kronis dengan terjadinya vertigo.
2. Manfaat Praktis
a. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan informasi pada masyarakat mengenai
ada tidaknya gejala vertigo pada penderita otitis media supuratif kronik sehingga
dapat dilakukan terapi untuk mengurangi atau menghilangkan gejala tersebut secara
tepat dan efektif.

File Selengkapnya.....

Teman KoleksiSkripsi.com

Label

Administrasi Administrasi Negara Administrasi Niaga-Bisnis Administrasi Publik Agama Islam Akhwal Syahsiah Akuntansi Akuntansi-Auditing-Pasar Modal-Keuangan Bahasa Arab Bahasa dan Sastra Inggris Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Bimbingan Konseling Bimbingan Penyuluhan Islam Biologi Dakwah Ekonomi Ekonomi Akuntansi Ekonomi Dan Studi pembangunan Ekonomi Manajemen Farmasi Filsafat Fisika Fisipol Free Download Skripsi Hukum Hukum Perdata Hukum Pidana Hukum Tata Negara Ilmu Hukum Ilmu Komputer Ilmu Komunikasi IPS Kebidanan Kedokteran Kedokteran - Ilmu Keperawatan - Farmasi - Kesehatan – Gigi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Keperawatan Keperawatan dan Kesehatan Kesehatan Masyarakat Kimia Komputer Akuntansi Manajemen SDM Matematika MIPA Muamalah Olahraga Pendidikan Agama Isalam (PAI) Pendidikan Bahasa Arab Pendidikan Bahasa Indonesia Pendidikan Bahasa Inggris Pendidikan Biologi Pendidikan Ekonomi Pendidikan Fisika Pendidikan Geografi Pendidikan Kimia Pendidikan Matematika Pendidikan Olah Raga Pengembangan Masyarakat Pengembangan SDM Perbandingan Agama Perbandingan Hukum Perhotelan Perpajakan Perpustakaan Pertambangan Pertanian Peternakan PGMI PGSD PPKn Psikologi PTK PTK - Pendidikan Agama Islam Sastra dan Kebudayaan Sejarah Sejarah Islam Sistem Informasi Skripsi Lainnya Sosiologi Statistika Syari'ah Tafsir Hadist Tarbiyah Tata Boga Tata Busana Teknik Arsitektur Teknik Elektro Teknik Industri Teknik Industri-mesin-elektro-Sipil-Arsitektur Teknik Informatika Teknik Komputer Teknik Lingkungan Teknik Mesin Teknik Sipil Teknologi informasi-ilmu komputer-Sistem Informasi Tesis Farmasi Tesis Kedokteran Tips Skripsi